Home » Minescape » Stratmodel
Output Grafis
Written by Boss Tambang Saturday, 16 January 2010 13:10
| Article Index |
|---|
| Output Grafis |
| Output Grafis |
| All Pages |
8. Output Grafis
8.1 Contour
Fungsi menu Contour dari model dibagi kedalam beberapa pilihan tergantung pada metoda pemasukkan datanya.
8.1.1 Membuat Kontur dari Surface dan Interval
GRAPHICS - CONTOUR - MODEL
Form terdiri dari 4 Tab yaitu Contour, Domains, Limits dan Display.
Untuk membuat kontur dari surface masukkan nama surface yang akan dibuat, sedangkan untuk interval masukkan nama interval dan atributnya (roof, floor, thickness, parting, overburden, interburden atau coal).
Tab - Contour
Panel - Schema
• Name. Nama schema yang digunakan.
• Model type. Jenis model yang digunakan apakah Table atau Grid.
Panel - Input
• Surface. Dipilih jika anda ingin membuat kontour dari surface.
• Interval. Dipilih jika anda ingin membuat kontour dari interval.
• Surface name atau Interval and Attribute. Nama surface atau interval dengan atributnya yang akan dibuat kontur.
Panel - Output
• Design file. Nama design file dimana output grafis akan disimpan.
• Layer. Nama layer dimana output grafis akan disimpan.
• Append?. Jika nama layer telah ada, maka gambar grafis dapat ditambahkan (check box dipilih) atau diganti (check box tidak dipilih). Field ini tidak akan berpengaruh jika nama layer yang dimasukkan belum ada atau baru.
• Title. Keterangan yang dapat anda masukkan sebagai penjelasan dari gambar yang berada dalam layer (hingga maksimum 32 karakter).
Panel - Contour Controls
• Smoothing. Menentukan tingkat kehalusan garis kontur. Pilihannya adalah Point, Low, Medium, High, Very High. Pilihan tersebut menunjukkan tingkat penghalusan garis kontur, dimana point adalah yang paling kasar atau tanpa smoothing sedangkan very high adalah yang paling halus.
• Type. Kontur dapat dibuat berdasarkan interval atau. Pada Interval, kontur akan dibuat dengan nilai-nilai elevasi yang tetap, misalnya interval 5, berarti kontur dibuat setiap perubahan elevasi 5 meter (0, 5, 10 dan seterusnya. Pada Value, kontur akan dibuat dengan nilai-nilai elevasi yang acak sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan. Jika Interval dipilih maka nilai interval harus dimasukkan pada field Contour Interval. Jika Value dipilih maka nilai-nilai kontur yang akan dibuat harus dimasukkan pada kolom Values.
• Anotation frequency. Menentukan kontur yang mana yang akan diberi anotasi. Jika interval dipilih, maka jumlah frequensi kontur yang diberi anotasi harus ditentukan (misalnya tiap 2, 5 kontur dan sebagainya). Kontur yang diberi anotasi akan dicirikan dengan default display definition Majorcontour. Jika values dipilih, maka setiap kontur dapat diberi anotasi.
• Contour Interval. Nilai interval elvasi kontur. Jumlah maksimum kontur yang dapat dibuat adalah 160 kontur. Ini akan ditentukan oleh kombinasi input nilai interval dan range minimum/maksimum nilai kontur (yang ditentukan pada Tab berikutnya, yaitu Tab - Limits). Jika nilai interval dan range minimum/maksimum yang dimasukkan mengakibatkan kontur dibuat lebih dari jumlah 160, maka sebaiknya anda mengubah nilai interval tersebut atau anda mengganti range minimum dan maksimum nilai kontur.
• Shaded Contour. Jika check box dipilih, maka kontur-kontur yang berdampingan akan digabungkan untuk membentuk polygon. Polygon-polygon yang dibuat akan ditampilkan dengan fill pattern dan warna sesuai dengan display definition yang dimasukkan pada field Value Contours (umumnya display bernama valuecontur yang digunakan dengan setting fill pattern Solid dan warna Cycle).
• Rainbow. Jika check box dipilih, maka kontur-kontur yang berdampingan akan digabungkan untuk membentuk polygon. Polygon-polygon yang dibuat akan ditampilkan dengan fill pattern solid dan warna sesuai gradasi warna pelangi dimana nilai tertinggi diberi warna spectrum terakhir (merah) dan nilai terendah sebaliknya (violet).
• Reverse Colouring. Sama dengan Rainbow, hanya gradasi warna pelangi dibalik dimana nilai tertinggi diberi warna spectrum awal (violet) dan nilai terendah sebaliknya (merah).
• Kolom Values, Labels dan Display Defn. Jika kontur jenis Value, maka nilai-nilai kontur yang akan dibuat harus dimasukkan dalam kolom Values. Kemudian suatu text label (nilai kontur) dapat dimasukkan pada kolom Labels sebagai anotasi masing-masing nilai kontur. Tampilan masing-masing kontur juga dapat diatur dengan memasukkan nama display definition pada kolom Display Defn untuk masing-masing nilai kontur. Jika kolom display defn dikosongkan maka display definition default Valuevcontur akan digunakan.
Tab - Domain
Panel - Domain Clippings
• Design file. Nama design file dimana polygon yang akan digunakan untuk clipping disimpan.
• Polygon ID. Nomor ID elemen polygon yang digunakan.
• Inclusive?. Jika diisi Yes maka kontur hanya akan dibuat didalam daerah polygon domain. Jika diisi No, maka kontur hanya akan dibuat diluar daerah polygon domain.
Tab - Limits
Panel - Limits
• Sheet spec. Nama sheet spec yang digunakan untuk membatasi daerah output kontur yang dibuat. Jika tidak diisi, maka kontur akan dibuat sesuai dengan batas data yang ada didalam project.
• Minimum dan maximum level. Menentukan range dari elevasi kontur terendah hingga yang tertinggi, misalnya dari elevasi -100 hingga elevasi +100 m.
• Continues Countours?. Jika dipilih, maka out put kontur akan dibuat menerus melebihi surface tofografi. Jika check box tidak dipilih, maka output kontur akan berhenti pada batas conformable sequence (subcrop).
• Suppress in Crop Zone. Pada daerah antara roof dan floor subcrop biasanya kontur menjadi agak bertumpuk misalnya thickness. Untuk tujuan menghasilkan gambar yang lebih baik kontur dapat diperbaiki dalam daerah tersebut dengan memilih check box ini.
Tab - Display
Panel - Display Definitions
• Majorcontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk major contour.
• Minorcontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk minor contour.
• Valuecontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk value contour.
8.1.2 Membuat Kontur Multi dari Model Interval
Selain membuat kontur secara individual, anda dapat pula membuat kontur multi dari beberapa interval model sekaligus dalam satu proses dengan memilih menu:
GRAPHICS>CONTOUR>MULTI
Tab - Attributes
Panel - Input
• Interval. Pilih daftar nama interval dari pulldown menu yang akan dibuat konturnya.
Panel - Output
• Design file. Nama design file dimana output kontur akan disimpan.
Panel – Output Parameters
• Attribute. Pilih attribute interval (thickness, roof, floor, thickness, parting, overburden, interburden dsb) yang akan dibuat konturnya.
• Suffix. Teks yang dapat dimasukkan untuk akhiran (sebagai tambahan) nama output layer untuk masing-masing interval attribute. Jika dikosongkan maka teks akhiran tidak akan ditambahkan pda output nama layer. Output kontur akan disimpan dalam layer diberi nama <Interval>_<Attribute>_<Suffix>, misalnya S100_Thickness_06.
• Append?. Jika nama layer telah ada, maka output kontur dapat ditambahkan (Yes) atau diganti (No). Field ini tidak akan berpengaruh jika nama layer yang dimasukkan belum ada atau baru.
• Contour Interval. Kontur dapat dibuat berdasarkan interval, misalnya interval 5, berarti kontur dibuat setiap perubahan elevasi 5 meter (0, 5, 10 dan seterusnya. Nilai interval harus dimasukkan dan jumlah maksimum kontur yang dapat dibuat adalah 160 kontur, jadi jika interval yang anda masukkan mengakibatkan kontur dibuat lebih dari jumlah maksimum, maka sebaiknya anda mengubah nilai interval tersebut.
• Anotation Frequency. Menentukan jumlah frequensi kontur yang diberi anotasi, misalnya tiap 2 kontur, 5 kontur dan sebagainya. Kontur yang diberi anotasi akan dicirikan dengan default display definition Majorcontour.
• Minimum dan Maximum Level. Menentukan range dari elevasi kontur terendah hingga yang tertinggi, misalnya dari elevasi -100 hingga elevasi +100 m.
Tab – Controls
Panel – Contour Controls
• Smoothing. Menentukan tingkat kehalusan garis kontur. Pilihannya adalah Point, Low, Medium, High, Very High. Pilihan tersebut menunjukkan tingkat penghalusan garis kontur, dimana point adalah yang paling kasar atau tanpa smoothing sedangkan very high adalah yang paling halus.
• Shaded Contour. Jika check box dipilih, maka kontur-kontur yang berdampingan akan digabungkan untuk membentuk polygon. Polygon-polygon yang dibuat akan ditampilkan dengan fill pattern dan warna sesuai dengan display definition yang dimasukkan pada field Value Contours (umumnya display bernama valuecontur yang digunakan dengan setting fill pattern Solid dan warna Cycle).
• Rainbow. Jika check box dipilih, maka kontur-kontur yang berdampingan akan digabungkan untuk membentuk polygon. Polygon-polygon yang dibuat akan ditampilkan dengan fill pattern solid dan warna sesuai gradasi warna pelangi dimana nilai tertinggi diberi warna spectrum terakhir (merah) dan nilai terendah sebaliknya (violet).
• Reverse Colouring. Sama dengan Rainbow, hanya gradasi warna pelangi dibalik dimana nilai tertinggi diberi warna spectrum awal (violet) dan nilai terendah sebaliknya (merah).
Tab - Domain
Panel - Domain Clippings
• Design file. Nama design file dimana polygon yang akan digunakan untuk clipping disimpan.
• Polygon ID. Nomor ID elemen polygon yang digunakan.
• Inclusive?. Jika diisi Yes maka kontur hanya akan dibuat didalam daerah polygon domain. Jika diisi No, maka kontur hanya akan dibuat diluar daerah polygon domain.
Tab - Limits
Panel - Limits
• Sheet spec. Nama sheet spec yang digunakan untuk membatasi daerah output kontur yang dibuat. Jika tidak diisi, maka kontur akan dibuat sesuai dengan batas data yang ada didalam project.
Tab - Display
Panel - Display Definitions
• Majorcontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk major contour.
• Minorcontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk minor contour.
• Valuecontour. Nama display definition yang akan digunakan untuk value contour.
Download : PDF | Doc
Search More Related To This Page :
| < Prev | Next > |
|---|