Metallurgy
Written by Boss Tambang Friday, 17 April 2009 22:06
PENGANTAR ILMU METALURGI
“Preparing mineral resources for daily use”

Foto pile (tiang pancang) yang rusak karena bajanya terkorosi

Foto pile dalam keadaan bagus karena bajanya diproteksi dari korosi

PERMASALAHAN APA YANG AKAN DIHADAPI ?
• Lihat life cycle mineral dan logam berikut:

Pertanyaan:
• Mengapa logam dapat terkorosi ?
• Mengapa dalam lingkungan atmosfir baja terkorosi tetapi logam-logam yang lebih aktif seperti aluminium dan titanium tidak terkorosi?

Perhatikan potential reduksi standard (½ sel) logam-logam berikut yang menunjukkan tingkat kemuliaan logam
Mekanisme korosi besi
• Perhatikan reaksi Fe++ + 2e Fe
• Ada tiga kemungkinan:
• Kemungkinan yang mana yang menyebabkan Fe terkorosi ?
Batas sebelum Fe terkorosi dapat diukur dengan potential ½ sel kesetimbangannya (Ekes)

Korosi berlangsung bila potensial antarmuka logam dengan elektrolit tidak berada dalam kestabilan logam Fe
• Proses korosi tersebut berlangsung secara kimia atau elektrokimia?
Permukaan pada mana Fe teroksidasi disebut ANODA
Fe++ + 2e ---> Fe
Permukaan pada mana reaksi reduksi berlangsung disebut KATODA
2H+ + 2e ---> H2
Elektron yang dilepas oleh reaksi oksidasi akan mengalir lewat konduktor elektronik (logamnya sendiri) ke katoda

Reaksi anodik dan katodik berlangsung pada tempat yang berbeda pada besi (berlangsung pada banyak tempat sehingga besi terkorosi secara merata)

Korosi besi dalam larutan HCl encer yang dideaerasi (tanpa O2)

• Kestabilan ion besi ternyata juga merupakan fungsi pH dari lingkungannya,
• Fe++ dapat terpresipitasi menjadi oksida atau hidroksidanya.
• Bila potensial antarmuka Fe berada dalam daerah kestabilan oksida atau hidroksidanya, seluruh permukaan Fe akan segera teroksidasi menjadi Fe oksida atau hidroksida yang menghalangi kontak Fe dengan larutan (menghalangi proses korosi lebih lanjut) dan logam dikatakan menjadi pasif.
• Kondisi pada mana logam stabil, pasif atau aktif terkorosi ditunjukkan oleh diagram potensial-pH logam.
• Setiap logam mempunyai diagram pot.- pH yang berbeda yang menunjukkan ketahanan korosi logam tersebut


Aluminium akan pasif dalam lingkungan yang mempunyai 4<pH<8,4. Oleh karena itu Al tidak terkorosi di atmosfir tetapi besi/baja terkorosi diatmosfir. Aluminium tidak disarankan untuk digunakan dalam lingkungan asam dan basa.

• Ternyata korosi tidak sedemikian sederhana. Korosi dapat menyebabkan :
– Logam terperforasi
– Terjadi perambatan retakan
– Terjadi korosi crevice (dalam celah)
– Terjadi korosi erosi
– Terjadi pelarutan secara selektif











Kesimpulan
• Logam yang digunakan dapat dibagi menjadi:
- Logam immun
- Logam pasif
- Logam aktif terkorosi tetapi diproteksi
• Ketahanan korosi logam tidak saja bergantung pada deret kemuliaan logam tetapi bergantung juga pada kemungkinannya untuk menjadi pasif
• Ketahanan korosi logam bergantung dari lingkungan. Dengan adanya ion agresif (misalnya ion klorida) logam pasif dapat terkorosi secara setempat (pitting, cracking, crevice dsb)
• Masalah korosi terdapat dalam segala sektor (industri, pertambangan, perminyakan, struktur bangunan, automotif dsb) dan dapat berakibat fatal
• Kemampuan untuk menanggulangi masalah korosi merupakan kebutuhan utama.
Search More Related To This Page :
| < Prev | Next > |
|---|









