Pit Drainage

Surface Mining - Surface Mining

2.1/5 (23 votes)
A. TUJUAN
- Meminimalkan air masuk ke dalam PIT
- Mengeluarkan air dari PIT

B. SUMBER AIR
 
Pit Drainage  
 
- AIR LIMPASAN HUJAN
Air hujan yang langsung masuk ke dalam areal tambang

- AIR TANAH
Air yang keluar dari dalam tanah  dan masuk ke PIT, hal ini terjadi apabila ketinggian permukaan air tanah di sekitarnya lebih tinggi dari dasar PIT 

C. DAMPAK AIR DALAM PENAMBANGAN
 
Pit Drainage 
 
- Ongkos Pemompaan Naik
- Traksi Ban berkurang ---> Productivitas Hauling turun
- Ongkos ban Naik
- Ongkos blasting Naik
- Kehilangan Produksi apabila PIT banjir
- Mengurangi  kestabilan lereng
- Kualitas Commodity Turun
- Bobot material yang terangkut menjadi tinggi
---> Productivitas Turun

D. PENANGANAN
 
Pit Drainage 
 
- Membuat saluran-saluran air di sekeliling PIT
- Membuat Kolam Penampungan air  di dalam PIT
- Dibuat urutan penambangan Multi Benching / Level  (Areal kerja diatas drainage  dan dibawah drainage)
- Penurunan muka air tanah dengan pemompaan di luar PIT 
- Pemompaan dari PIT Sump 

E. MENGHITUNG VOLUME AIR
Volume Air PIT = (Air Limpasan + Air Tanah) - Penguapan
Air Limpasan = Curah Hujan x Luas areal Tangkapan Air
Air Tanah = Luas Aquifer terbuka x Nilai Permeabilitas batuan 
Permeabilitas Batuan adalah kemampuan Batuan untuk meloloskan air (m/detik)
Curah Hujan diukur dalam mm, artinya tinggi kolom air dalam mm per satu meter persegi

F. SISTEM PEMOMPAAN & RUMUS SEDERHANA
 
SISTEM PEMOMPAAN & RUMUS SEDERHANA 
 
Total Dynamic Head adalah tenaga yang diperlukan untuk memindahkan air dari Sump ke permukaan, dinyatakan dalam :
H =  Hs + Hf + Hsh + Hv
Keterangan
Hs = Total Static head dari permukaan air sampai permukaan buang
Hf = Head gesekan sepanjang pipa
Hsh = Shock loss akibat perubahan aliran
Hv = Head kecepatan pergerakkan air = V /g
V = Kecepatan air dalam satuan panjang/waktu
g = Kecepatan Gravitasi

Untuk mempermudah perhitungan Hf dan Hsh dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1

Pit Drainage

Tabel 2

Pit Drainage

Tabel 3

Pit Drainage

Tenaga yang dibutuhkan menggerakkan Shaft Pompa (hose power):
Bhp =  QH / 39600 E
Keterangan
Q = Debit aliran air yang dikeluarkan Pompa
H = Total Dynamic Head
E = Effisiensi pompa
 
Pit Drainage 

G. PRINSIP KERJA POMPA SENTRIFUGAL
Tahap I
Impeler berputar mem”vakum”kan rumah  pompa, terjadi perbedaan tekanan 1 atmosfer di dalam maupun di luar pompa, kondisi ini pompa dapat menghisap sampai ketinggian 10 meter, sedangkan dalam prakteknya yang aman hanya digunakan  6 meter

Tahap II
Setelah air masuk di rumah pompa Impeler terus berputar, dan akibat adanya daya sentrifugal mendorong air keluar pompa / naik ke atas.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan pompa :
- Apabila pompa diletakkan terlalu tinggi dari permukaan air sehingga melebihi kemampuan tinggi hisapnya maka akan mengakibatkan kerusakkan pada Impeler.
- Minimalkan pemasangan belokan karena akan menambah head pompa
 
PRINSIP KERJA POMPA SENTRIFUGAL 
 
H. PENENTUAN KAPASITAS POMPA
Pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah  sebagai berikut :
- Ukuran pompa tidak terlalu kecil sehingga tidak mengganggu kelangsungan produksi.
- Ukuran pompa tidak terlalu besar sehingga investasi tidak mahal

Langkah-langkah pemilihan Pompa :
- Hitung maksimum volume air yang masuk.
- Tentukan durasi pemompaan sehingga air tidak  mengganggu terhadap kesinambungan operasi tambang.
- Hitung keperluan debit pompa
- Hitung total head.
- Tentukan Type dan ukuran pompa

CONTOH PENENTUAN POMPA
Curah hujan bulanan tertinggi dalam satu tahun adalah 300 mm, luas daerah tangkapan air dalam pit adalah 25 ha. Air harus dikeluarkan dalam tempo satu bulan, beda tinggi dasar dan permukaan pit 80 meter, panjang pipa yang harus dipasang adalah 400 meter menggunakan pipa HDPE. Tentukan spesifikasi pompa yang dibutuhkan.

Langkah-1 : Hitung maksimum volume air yang masuk
Vol Air = vol limpasan + volume air tanah – penguapan  (anggap vol air tanah & penguapan nol)
= 300 mm x 25 ha = 0.3 m x 250,000 m = 75,000 m3
= 75,000,000 liter

Langkah-2 : Durasi yang dibutuhkan untuk pengeringan
Durasi = 30 day x 22 hr/day x 60’ x 60”
= 2,376,000 detik

Langkah-3 : Debit Pompa yang diperlukan
Q = Volume/ Durasi pengeringan = 75,000,000/2,376,000 det 
= 97 liter/detik  = 1280 gpm

Langkah-4 : Hitung Total Dinamik Head
H = Head static + Head Dinamik
Hdinamik = H gesekan pipa + H shock loss = Equivalent pipe length x friction loss
Equivalen pipe length = panjang pipa + 1 foot valve + 1 check valve + 1 return valve 
Equip pipe length = (80/0.305  + 49 + 71 + 86 = 469 feet. (lihat tabel-2)
Hdinamik = 469/100 x 2.56 = 12 feet = 3.66 meter (lihat tabel-2)
H (ttl head) = 80 + 3.66 = 83.66

Langkah-5 : Tentukan spec pompa yang sesuai, lihat gambar halaman berikut. 
GRAFIK PERFORMANCE POMPA
Dibawah ini contoh-contoh grafik performave pompa untuk pemakaian di air bersih (density=1), kemampuan total head akan berkurang kalau fluida yang dipompa adalah lumpur karena density bertambah :
 
GRAFIK PERFORMANCE POMPA 
 
 
Download : PDF | Doc
Search More Related To This Page

Email Subscription

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



Tags: Pit Drainage  Drainage  tambang  

Share Link: Share Link: Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Technorati Mister Wong Propeller Slashdot

Comments  

 
0 #1 yunny Cicilia Wati 2012-01-26 20:36
mmm,,, maw nanya itu kok di setiap gambar tabel kenapa bukan gambar tabel yg ter display? malah foto2 [censored] jelas?

lalu yang debit pompa yg dibutuhkan (vol/durasi pengeringan) berarti kan 75 juta dibagi 2 jt 367ribu, kok hasilnya 97 lt/dtk ya? bukan 31,5 lt/dtk? itu dr mana asalnya 97 lt /detik?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Recent Post