Popular |
Latest News |
Welcome To Boss Tambang
Beranda » Heavy Equipment
Results 1 - 10 of 10
|
Heavy Equipment/Heavy Equipment
Author:Administrator
Produksi pemindahan alat-alat mekanis dapat dihitung dengan beberapa cara yaitu tergantung dari ketelitian yang dikehendaki, yang umum dipergunakan adalah : 1. Perhitungan Langsung (Direct Computation) Yaitu suatu cara perhitungan dalam memperhatikan tiap-tiap faktor yang mempengaruhi produksi untuk menentukan volume asli (pay load) atau ton yang dihasilkan oleh masing-masing alat yang digunakan. Cara ini ternyata yang paling teliti dari yang lainnya, karena semua kondisi yang mungkin dihadapi sudah diperhitungkan berdasarkan data lapangan yang tersedia. 2. Tabular Method Adalah suatu cara perhitungan dengan mempergunakan keterangan-keterangan dan data yang berbentuk table-tabel yang khas untuk masing-masing alat dan diambil dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang memiliki sifat pekerjaan yang kira-kira serupa. Kadang-kadang juga dilengkapi dengan data berupa grafik dan diagram yang diperoleh dari hasil percobaan yang dilakukan oleh pabrik pembuat alat-alat tersebut. Pada cara ini semua pekerjaan sifatnya disama ratakan sehingga variable yang selalu dimiliki oleh tiap proyek yang jarang dapat disamakan dengan keadaan tempat lain yang dianggap serupa. Sebenarnya hal itu tidak benar, oleh sebab itu cara ini menjadi kurang teliti meskipun cara perhitungan lebih sederhana. Adalah cara perhitungan dengan memakai manufacturer earthmoving calculators dan itu tidak lain dari slide rule khusus yang dibuat untuk tiap-tiap alat dengan memasukan semua prinsip perhitungan yang dipergunakan pada cara perhitungan langsung. Perhitungan menjadi sangat sederhana dan cepat tetapi hasilnya kurang teliti dan kadang-kadang terlalu berlebih-lebihan. Bila cara ini dipakai dengan mempergunakan data untuk pekerjaan yang bersangkutan, akan diperoleh ketelitian yang kira-kira sama dengan cara kedua. 4. Perhitungan Perkiraan (Guesstimating) Kurang lebih sama dengan cara pertama hanya bagian-bagian yang dianggap tidak begitu penting diabaikan atau disederhanakan sehingga perhitungan-perhitungannya menjadi lebih mudah dan singkat. Hal itu pada umumnya dilakukan dengan mengabaikan beberapa perhitungan yang teliti dan sebagai gantinya diambil angka rata-rata berdasarkan pertimbangan yang menghitungnya. Kalau yang mengambil keputusan itu orang pengalaman pengambilan angka rata-rata tersebut umumnya tidak banyak menyimpang dari kenyataan yang dihadapi. Tetapi kalau tidak, hasilnya akan sangat menyimpang dari yang dihadapi dilapangan. Pada umumnya cara ini akan mempunyai 2 nilai yaitu : a. Memperlihatkan perhitungan kasar atau perkiraan untuk suatu pekerjaan tertentu. b. Menghemat waktu untuk menghitungnya Berdasarkan pertimbangan bahwa perhitungan langsung (direct computation) adalah cara yang terbaik maka sebanyak mungkin akan diambil contoh-contoh perhitungan dengan cara tersebut. Akan tetapi bila keadaan tidak memungkinkan maka cara tersebut akan dilengkapi dengan perhitungan perkiraan (guesstimating). Sumber : (Pemindahan Tanah Mekanis, Ir Partanto Projosumarto) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI BACKHOE a. Faktor keadaan pekerjaan • Keadaan dan jenis tanah • Tipe dan ukuran saluran (jika menggali saluran) • Jarak pembuangan • Kemampuan operator • Job management/pengaturan operasional • Dan lain-lain b. Faktor keadaan mesin • Attachment yang cocok untuk pekerjaan yang bersangkutan • Kapasitas bucket • Waktu siklus yang banyak dipengaruhi oleh kecepatan travel dan system hidrolis • Kapasitas angkutan 3. Pengaruh dalamnya pemotongan dan sudut swing Dalam pengoperasiannya, makin dalam pemotongan (cutting) yang diukur dari permukaan dimana excavator sedang beroperasi, makin sulit pula mengisi bucket secara optimal dengan hanya sekali gerakan. Dengan demikian untuk mengisi bucket secara optimal diperlukan beberapa kali gerakan, tentu saja gerakan ekstra ini menambah waktu siklus. Dalam hal ini operator mempunyai beberapa pilihan yaitu : a. Mengisi bucket sampai penuh tentu saja sebagai konsekuensi adalah bertambahnya waktu siklus b. Membawa seadanya material sebagai hasil dari satu kali gerakan tadi Dengan adanya hal tersebut produktifitas alat akan berkurang, sehingga efek ini harus kita perhitungkan. Sebagai contoh jika kedalaman pemotongan 8 ft sedangkan kedalam optimum adalah 10 ft maka prosentase akibat kedalaman tersebut adalah :
Perlu diketahui bahwa kedalaman optimumadalah suatu kedalaman dimana pada tinggi tersebut waktu bucket (dipper) mencapai titik tertinggi telah penuh tanpa memberikan beban tambahan terhadap mesin. Selain faktor diatas, sudut swing yakni besar sudut-sudut yang dibentuk antara posisi dripper (bucket) waktu mengisi dan waktu membuang beban akan berpengaruh terhadap waktu siklus, makin besar sudut swing makin besar pula waktu siklus, (lihat tabel). Tabel pengaruh dari faktor swing dan kedalaman galian : ![]() Tabel untuk mengetahui kedalaman optimum (ft) ![]() Tabel kondisi kerja ![]() Tabel faktor pengisian bucket ![]() Contoh perhitungan : Tentukan produksi backhoe dengan kapasitas bucket 1 ¾ cuyd menggali tanah biasa, swell 43%, dalam pemotongan 6 ft, sudut swing 900, kondisi pekerjaan dan tata laksana sedang. Jawab : Ukuran bucket 1,75 cuyd dalam keadaan munjung lebih kurang 2 cuyd, swell 43%. ![]() Cycle time (waktu siklus) : Pengisian bucket = 7 detik Mengangkat beban dan swing = 10 detik Dumping (pembuangan) = 5 detik Swing kembali = 5 detik Waktu tetap percepatan, dll = 4 detik Total = 31 detik = 0,5 menit ![]() Produksi teoritis = 1,39 BCY/trip x 120 trip/jam Produksi teoritis = 166,8 BCY Faktor koreksi : Effisiensi kerja = 50 min/jam = 0,84 Kondisi kerja dan tata laksana sedang 0,65 Faktor swing dan kedalaman galian, tanah biasa 9,7 ft ![]() Swing 90% = 0,91 Faktor pengisian = 0,85 Faktor koreksi total = Fk : 0,84 x 0,65 x 0,91 x 0,85 Faktor koreksi total = 0,42 Produksi/jam = 166,8 BCY/jam x 0,42 = 70,06 BCY/jam Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI TRUCK Dalam pekerjaan konstruksi terutama yang berhubungan dengan masalah penggusuran tanah yang relative jauh jarak angkutnya. Dikenal ada 3 macam yaitu : a. Side dump truck (penumpahan kesamping) b. Rear dump truck (penumpahan kebelakang) c. Rear and side dump truck (penumpahan kebelakang dan kesamping) Syarat penting agar truck dapat bekerja dengan efektif adalah jalan kerja yang keras dan rata, tetapi ada kalanya truck didesain agar mempunyai cross country ability yaitu suatu kemampuan berjalan diluar jalan biasa. Dalam pemilihan truck, kapasitas yang dipilih harus seimbang dengan alat muatnya. Jika perbandinganya kurang proporsional maka ada kemungkinan alat pemuat ini banyak menunggu atau sebaliknya. Untuk menyatakan keserasian (synchronization) kerja antara alat muat dan alat angkut dapat juga dengan cara menghitung faktor keserasian alat muat dan angkut (match factor) yaitu : ![]() Dimana : Na = jumlah alat angkut, buah Nm = jumlah alat muat, buah Ctm = waktu edar (cycle time) alat muat Cta = waktu edar (cycle time) alat angkut Bila dari hasil perhitungan ternyata : a. Faktor keserasian < 1, maka alat muat akan sering menganggur atau berhenti b. Faktor keserasian = 1, maka kedua alat tersebut sudah serasi (shyncron) artinya keduanya akan sama-sama sibuknya atau tak perlu ada yang menunggu. c. Faktor keserasian > 1, maka alat angkut yang akan sering menganggur atau berhenti Beberapa keuntungan dan kerugian pemilihan antara truck kecil dan besar : 1. Truck kecil Keuntungan : • Lebih lincah dalam beroperasi • Lebih mudah mengoperasikannya • Lebih fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat • Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih sederhana • Penyesuaian terhadap kemampuan loader lebih mudah • Jika salah satu truck dalam satu unit angkutan tidak bekerja, tidak akan terasa terhadap produksi Kerugian : • Waktu hilang lebih banyak, akibat banyaknya truck yang beroperasi terutama waktu muat • Excavator lebih sukar untuk memuatnya karena kecilnya bak • Lebih banyak sopir yang diperlukan • Biaya pemeliharaan lebih besar karena lebih banyak truck begitu pula tenaga pemeliharaan 2. Truck besar Keuntungan : • Untuk kapasitas yang sama dengan truck kecil jumlah unit truck besar lebih sedikit • Sopir atau crew yang digunakan lebih sedikit • Cocok untuk angkutan jarak jauh • Pemuatan dari loader lebih mudah sehingga waktu yang hilang lebih sedikit Kerugian : • Jalan kerja harus diperhatikan karena berat truck, kerusakan jalan relative lebih cepat • Pengoperasian lebih sulit karena ukurannya lebih besar • Produksi akan sangat berkurang jika salah satu truck tidak jalan • Pemeliharaan lebih sulit dilaksanakan Perhitungan Produksi Truck : Sebuah truck dengan spesifikasi berikut : Berat kosong : 37.000 lb Kapasitas muatan : 40.000 lb Berat total kendaraan : 77.000 lb = 34.900 kg Dengan pembagian beban pada roda adalah sebagai berikut : Poros depan : 12.000 lb Poros kerja : 32.500 lb Poros belakang : 32.500 lb 1 lb = 0,4536 kg 1 mile = 1,609 km Digunakan power shovel 3 cuyd dengan produksi 312 cuyd/jam Memindahkan tanah berat 2.700 lb/bcy, swell 25%, jarak angkut 1 mile, grade rata-rata 2,5% terhadap horizontal Tahanan gelinding 70 lb/ton Tahanan kelandaian 20 lb/ton/%grade Koefesien traksi 0,6 Daftar Rimpull : ![]() Tahanan gelinding = 60 lb/ton Tahanan kelandaian = 50 lb/ton Tahanan total = 110 lb/ton Rimpull yang diperlukan = 110 lb/ton x 34,9 ton = 3.839 lb Pada waktu mengangkut beban kecepatan maksimum truck bias mencapai 11,9 mph Tahanan gelinding = 60 lb/ton Tahanan kelandaian = 50 lb/ton Tahanan total = 10 lb/ton (dikurangi karena pada waktu pulang turun) Berat kosong truck : 37.000 lb x 0,4536 kg/lb = 16.780 kg Rimpull yang diperlukan 10 lb/ton x 16,78 ton = 167,8 lb Pada waktu kosong kecepatan maksimum truck bias mencapai 32,7 mph. Waktu siklus : Loading = 15 cuyd / 312 cuyd/jam = 0,0482 jam Mengangkut = 1 mile /11,9 mph = 0,084 jam Kembali = 1 mile / 32,7 mph = 0,0306 jam Waktu tetap (percepatan dan lain-lain) 2 menit = 0,0330 jam Waktu membuang dan mengatur posisi 1 menit = 0,0165 jam Total waktu siklus = 0,2123 jam Jumlah trip / jam = 60 / 12,8 = 4,68 trip = 4 trip Produksi 1 truck per jam = 4 trip/jam x 15 cuyd/trip = 60 cuyd/jam (bank) Faktor koreksi : Waktu kerja 50 menit/jam 0,83 = 0,83 x 0,75 = 0,6225 (0,62) Tata laksana tata kerja baik : 0,75 Total produksi = 0,62 x 60 bcy/jam = 37,2 bcy/jam Dilayani dengan power shovel dengan produksi 312 bcy/jam Truck yang dibutuhkan : 312 bcy/jam / 37,2 bcy/jam = 9 buah truck Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
Disini produksi bulldozer yang digunakan untuk mendorong tanah dengan gerakan-gerakan yang teratur misalnya penggalian selokan, pembuatan jalan raya, penimbunan kembali (back filling) dan penumpukan atau penimbunan (stock filling). Contohnya : Sebuah bulldozer denga kekuatan mesin 180 HP memiliki bilah (blade) berukuran 9,5 ft x 3,0 ft (panjang x tinggi). Kapasitas bilah (blade) dengan kemiringan tanah didepannya 1 : 1 adalah 1,58 cuyd, volume lepas (loose volume = LCM). Material yang digali adalah tanah liat berpasir dengan S.F = 80%, jarak dorong = 100 ft pulang pergi dengan lapangan kerja mendatar, effisiensi kerja = 83%. Kecepatan maksimum pada gigi-1 maju = 1,5 mph dan gigi mundur 3,5 mph. Produksi per jam : Waktu tetap (memindah gigi berhenti) = 0,320 menit Mendorong muatan 100 ft pada kecepatan 1,5 mph : ![]() Kembali kebelakang, 100 ft pada kecepatan 3,5 mph : ![]() Jumlah waktu daur (cycle time) = 1,405 menit Jumlah lintasan (trip) tiap jam : ![]() Kapasitas bilah = 1,58 x 80% = 1,3 cuyd “bank measured” (bank cu yd = BCM) Produksi yang diperkirakan = 1,3 x 35 = 45,5 cuyd (bank measured)/jam. Bila ada 500 BCM tanah yang harus dipindahkan tiap jam oleh alat tersebut, maka diperlukan : ![]() Atau dengan rumus : ![]() Dan dibutuhkan : ![]() Produksi bulldozer dapat pula dihitung dengan rumus sebagai berikut : a. P = PMT x FK b. PMT = KB x T ![]() Maka rumus-rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi : ![]() Dimana : P = Produksi bulldozer, m3/jam PMT = Produksi maksimum teoritis dengan effisiensi 100%, m3/jam FK = Faktor koreksi KB = Kapasitas bilah (blade capacity), m3 T = Lintasan perjam Ct = Waktu daur (cycle time), menit J = Jarak kerja, m F = Kecepatan maju (forward velocity), m/menit R = Kecepatan mundur (reverse velocity), m/menit Z = Waktu tetap (fixed time), menit Contohnya : Sebuah bulldozer Komatsu D 355 A yang dilengkapi dengan alat garu dipergunakan untuk tugas penggaruan sekaligus juga untuk kegiatan penggusuran dengan jarak garu dan gusur rata-rata 30 m. Material yang digaru dan digusur adalah tanah yang kompak dan kering. Data teknis lainnya adalah : a. Faktor pengembangan 0,80 b. Ukuran bilah 4,32 m (panjang) x 1,68 (tinggi) c. Faktor bilah = 0,90 d. Kecepatan maju pada gigi 3 = 4,78 km/jam e. Kecepatan mundur pada gigi 2 = 6,54 km/jam f. Waktu tetap (fixed time) = 0,05 menit g. Effisiensi waktu = 0,83 h. Effisiensi kerja = 0,75 i. Effisiensi operator = 0,85 Maka : KB = panjang x (tinggi)2 x faktor bilah KB = 4,32 x (1,68)2 x 0,90 KB = 10,90 LCM (loose cubic meter) KB = 10,90 x 0,80 = 8,72 BCM FK = Effisiensi waktu x effisiensi kerja x effisiensi operator FK = 0,83 x 0,75 x 0,85 FK = 0,53 J = 30 m F = 4,78 km/jam = 79,67 m/menit R = 6,54 km/jam = 109,00 m/menit Z = 0,05 menit Jadi produksi penggusuran bulldozer Komatsu D 355 A ini adalah : ![]() Bila bulldozer melakukan pembabatan (clearing), maka pepohonan yang harus dirobohkan mempunyai ukuran yang bermacam-macam, oleh karena itu untuk memperkirakan waktu yang diperlukan oleh bulldozer untuk merobohkan pepohonan dipergunakan persamaan sebagai berikut : T = B + M1N1 + M2N2 + M3N3 + M4N4 + DF Dimana : T = waktu yang diperlukan untuk merobohkan pepohonan untuk lapangan kerja seluas 1 acre (=0,047 km2), menit 1 mile2 = 640 acre = 295 Ha 1 acre = 235 x 10.000/640 m2 = 4064 m2 B = waktu untuk menjelajah lapangan seluas 1 acre tanpa merobohkan pepohonan, menit M = waktu untuk merobohkan pepohonan yang memiliki diameter tertentu, menit N = jumlah pohon tiap acre untuk selang (interval) diameter tertentu D = jumlah diameter semua pohon yang mempunyai diameter lebih besar dari 6 ft, tiap acre, ft F = waktu untuk merobohkan per ft, diameter pepohonan yang mempunyai diameter lebih dari 6 ft pada lapangan yang datar Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI LOADER a. Loader dengan penggeraknya crawler tractor atau disebut track cavator b. Loader dengan penggeraknya crawler tractor atau disebut wheel tractor Loader didapat dengan menambahkan bucket container yang dipasang dibagian depan. Loader dibuat kebanyakan dengan kendali hidrolis yang dilengkapi dengan tangan-tangan (arms) yang kaku untuk mengoperasikan bucketnya. Ukuran dari bucket bervariasi antara ¼ cuyd sampai dengan 25 cuyd kapasitas munjung terbesar. Yang biasa dipakai dan tersedia banyak adalah loader dengan ukuran bucket sampai dengan 5 cuyd. Bucket loader direncanakan untuk membongkar muatan yang mempunyai ketinggian 8 sampai 15 ft dengan ketinggian tersebut cukup untuk membongkar muatan keatas dump truck. Penggunaan loader pada umumnya untuk memuat material dan membawa serta membongkar, juga digunakan untuk menggali pondasi basement suatu bangunan dengan catatan ruang geraknya memungkinkan untuk pelaksanaan pekarjaan. Penggunaan yang lain juga memuat material yang telah diledakan misalnya untuk pembuatan terowongan dan juga pekerjaan quarry dan pekerjaan terowongan. Produktifitas loader dinyatakan dalam cuyd atau m3 per jam dan dapat dilakukan perhitungan secara teoritis yaitu : a. Waktu siklus Waktu yang ada pada perhitungan produksi loader terdiri dari beberapa komponen waktu antara lain: • Raise time yaitu waktu yang diperlukan untuk mengangkat bucket dari bawah kesuatu ketinggian yang diinginkan (detik). • Lower time yaitu waktu yang diperlukan untuk menurunkan bucket yang telah kosong (detik). • Dump time yaitu waktu yang diperlukan untuk membongkar muatan. Point diatas disebut fixed time yang diperkirakan besarnya antara 15 sampai 24 detik (0,25 – 0,40 menit) Waktu tetap (memuat, membongkar dan manuver) masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, oleh sebab itu waktu masih terus ditambah atau dikurangi sesuai dengan jenis pelaksanaan pekerjaanya. ![]() • Variable time yaitu untuk mengangkut dan mengatur posisi loader. Yaitu jumlah material dalam % yang dapat diangkat oleh bucket setiap trip untuk berbagai jenis material. ![]() Contoh penggunaan : Material 12 mm dengan bucket 4 cuyd Fill factor : 90%, Jadi per trip bucket mengangkut sebesar : 0,9 x 4 cuyd = 3,6 LCM per trip Perhitungan : Sebuah loader dengan kapasitas bucket 5 cuyd mengerjakan gravel dengan berat 1.660 kg/m3 dengan ukuran 9 mm, jarak maneuver d1 = d2 = 15 ft, operasi konstan dengan truck sewa dengan kecepatan operasi : Maju : 260 fpm, mundur : 440 fpm Bucket 5 cuyd kira-kira memuat 6 LCY Waktu siklus : Fixed time = 0,40 menit Material 9 mm = - 0,20 menit Truck sewa = + 0,40 menit Operasi konstan = - 0,20 menit Maju 2 x 15/260 = + 0,11 menit Mundur 2 x 15/440 = + 0,07 menit Total waktu = 0,58 menit Trip/jam = 60 / 0,58 = 103,44 = 620,64 cuyd/jam Faktor koreksi : Bucket fill factor = 0,85 Effisiensi kerja siang = 0,83 Tata laksana-kondisi kerja baik = 0,75 Jadi produksi riil = 0,85 x 0,83 x 0,75 x 620,64 cuyd/jam = 0,53 x 620,64 cuyd/jam = 328,94 cuyd/jam Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Heavy Equipment
Author:Administrator
Kegiatan penambangan selalu berhubungan dengan alat-alat mekanis. Faktor yang mempengaruhi produksi alat-alat mekanis tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tahanan Gali (Digging Resistance) Adalah tahanan yang dialami oleh alat-alat pada waktu melakukan penggalian meliputi : a. Gesekan antara alat gali dan Tanah b. Kekerasan tanah/batuan 2. Tahanan Gulir/Gelinding (Rolling Resistance) Besarnya tahanan gulir dinyatakan dalam “pounds” lbs dari tractive pull yang diperlukan untuk menggerakkan tiap gross ton berat kendaraan beserta isinya pada jalur jalan mendatar dengan kondisi jalan tertentu. Keadaan bagian kendaraan yang berkaitan dengan permukaan jalur jalan : a. Kalau memakai ban karet yang akan berpengaruh adalah ukuran ban, tekanan dan keadaan permukaan bannya apakah masih baru atau gundul dan macam kembangan pada ban tersebut. b. Jika memakai crawler track maka keadaan dan macam track kurang berpengaruh tetapi yang lebih berpengaruh adalah keadaan jalan.
3. Tahanan Kemiringan (Grade Resistance) Yaitu besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilaluinya. Kalau jalur jalan itu naik disebut kemiringan positif (plus slope) maka tahanan kemiringan (grade resistance) akan melawan gerak kendaraan sehingga memperbesar tractive effort atau rimpull yang diperlukan. Sebaliknya jika jalur jalan itu turun disebut kemiringan negative (minus slope) maka tahanan kemiringannya akan membantu gerak kendaraan artinya mengurangi rimpull yang dibutuhkan. Tahanan kemiringan itu terutama tergantung dari dua faktor yaitu : a. Besarnya kemiringan yang biasanya dinyatakan dalam persen (%). Kemiringan 1 % berarti jalur jalan itu naik atau turun 1 meter untuk tiap jarak mendatar sebesar 100 meter ; atau naik turun 1 ft untuk setiap 100 ft jarak mendatar. b. Berat kendaraan itu sendiri yang dinyatakan dalam “gross ton”. Besarnya rimpull untuk mengatasi tahanan kemiringan ini harus dijumlahkan secara aljabar dengan rimpull untuk mengatasi tahanan gulir. Pengaruh Kemiringan Jalan Terhadap Tahanan Kemiringan
Akan tetapi perlu diingat bahwa alat-alat pemindahan mekanis itu jarang yang dapat mengatasi kemiringan lebih besar dari 15 %. Jadi kalau dipakai tahanan kemiringan 20 lb/ton/%, maka angka-angkanya tidaklah terlalu menyimpang sampai kemiringan 15 %. Cara menentukan tahanan kemiringan itu dapat dengan memakai teori mekanika (ilmu pesawat) yang sederhana.
Dari gambar diatas terlihat bahwa DEF sebangun ABC, maka :
Bila W = 1 ton = 2.000 lbs
sedangkan 1 % = 1 / 100 dan cos α = 10
Perlu diingat bahwa kemiringan negative itu selalu membantu mengurangi rimpull kendaraan, maka sedapat mungkin harus diusahakan agar pada waktu alat itu mengangkut muatan melalui jalur jalan yang menurun, sedangkan pada waktu kosong menaiki atau mendaki jalur jalan itu. Sehingga dengan demikian pada waktu berisi muatan dapat bergerak lebih cepat dan membawa muatan lebih banyak karena rimpull yang diperlukan sudah dikurangi dengan kemiringan negative yang membantu. Ini berarti bahwa sedapat mungkin tempat penimbunan atau tempat membuang material harus dipilihkan yang letaknya lebih rendah pada tempat penggaliannya sendiri.
Merupakan suatu faktor yang menunjukan berapa dari seluruh berat kendaraan itu pada ban atau track yang dapat dipakai untuk menarik atau mendorong. Jadi harus dikali untuk menunjukan rimpull maksimum antara ban atau track dengan permukaan jalur jalan tepat sebelum selip. Jadi CT itu terutama tergantung : a. Keadaan ban, yaitu keadaan dan macamnya bentuk kembangan ban tersebut, untuk crawler track tergantung dari keadaan dan bentuk tracknya. b. Keadaan permukaan jalur jalan, basah atau kering, keras atau lunak, bergelombang atau rata, dst. c. Berat kendaraan yang diterima oleh roda penggeraknya. Coefficient of Traction Untuk Bermacam-Macam Keadaan Jalur Jalan
Contoh perhitungan : Sebuah kendaraan mempunyai jumlah berat 40.000 lbs (20 ton) yang seluruhnya diterima oleh roda penggeraknya dan akan bergerak pada jalur jalan yang terbuat dari tanah liat yang kering dengan CT = 0,50 (50%), RR = 100 lb/ton dan kemiringan 5 %. Jawab : Rimpull yang dapat diberikan oleh mesin kendaraan pada macam jalan seperti diatas sebelum selip bila beban yang diterima roda penggerak 100 % adalah sebesar : RP/TP/TE/DBP = 40.000 lbs x 0,50 = 20.000 lbs Sedangkan rimpull untuk mengatasi tahanan kemiringan dan tahanan gulir adalah sebesar : RP/TP/TE/DBP = Berat kendaraan x GR x kemiringan 20 ton x 20 lbs/ton/% x 5 % = 2.000 lbs RP/TP/TE/DBP = Berat kendaraan x RR 20 ton x 100 = 2.000 lbs Jumlah RP/TP/TE/DBP = 4.000 lbs Maka kendaraan itu pada keadaan jalur jalan tersebut tidak akan selip Seandainya kendaraan yang sama bergerak pada jalur jalan yang terbuat dari pasir lepas dengan RR 250 lbs/ton dan CT =0,20 serta kemiringan 5 % sedangkan berat kendaraan yang diterima oleh roda penggerak 50 % yaitu : Untuk mengatasi RR : RP/TP/TE/DBP = 20 ton x 250 lbs/ton = 5.000 lbs Untuk mengatasi GR : RP/TP/TE/DBP = 20 ton x 20 lbs/ton/% x 5 % = 2.000 lbs Jumlah RP/TP/TE/DBP = 7.000 lbs Sedangkan rimpull yang dapat diterima oleh kendaraan 50 % nya adalah : 40.000 lbs x 0,20 x 50 % = 4.000 lbs, maka kendaraan tersebut tidak akan dapat bergerak atau selip. 5. Rimpull/Tractive Pull/Tractive Effort/Drawbar Pull Merupakan besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat kepada permukaan jalur jalan atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan. Bila coeffisien of traction cukup tinggi untuk menghindari terjadinya selip maka rimpull maksimum adalah fungsi dari tenaga mesin (HP) dan gear ratios (persnelling) antara mesin dan roda-rodanya, tetapi jika selip maka rimpull maksimum akan sama dengan besarnya tenaga pada roda penggerak dikalikan coeffisien of traction. Rimpull biasanya dinyatakan dalam pounds (lbs) dan dihitung dengan rumus :
dimana : RP = Rimpull atau kekuatan tarik (lb) HP = Tenaga mesin, HP 375 = Angka konversi Istilah rimpull itu hanya dipakai untuk kendaraan yang beroda ban karet, untuk yang memakai roda rantai (crawler track) maka istilah yang dipakai ialah drawbar pull (DBP). Kecepatan Maksimum Pada Tiap-Tiap Gigi (Gear)
6. Percepatan (Acceleration) Merupakan waktu yang diperlukan untuk mempercepat gerak kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak digunakan untuk menggerakkan kendaraan pada keadaan jalur jalan tertentu. Lamanya waktu yang diperlukan untuk mempercepat gerak kendaraan tergantung dari beberapa faktor yaitu : a. Berat kendaraan, semakin berat maka semakin lama waktu yang digunakan untuk mempercepat gerak kendaraan b. Kelebihan rimpull yang ada, semakin besar rimpull yang berlebihan semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat. Jadi kalau kelebihan rimpull itu tidak ada maka percepatan pun tidak akan timbul artinya kendaraan tersebut tidak bisa dipercepat. Untuk menghitung percepatan secara tepat dapat diperkirakan dengan rumus newton yaitu :
dimana : F = Kelebihan rimpull (lbs) g = Percepatan karena gaya grafitasi (32,2 ft per sec2) W = Berat alat yang harus dipercepat (lbs) Cara lain untuk menghitung percepatan secara tidak langsung adalah dengan menghitung kecepatan rata-ratanya. Rumus sederhana yang dipakai adalah : Kecepatan rata-rata = Kecepatan maximal x Faktor kecepatan Faktor kecepatan dipengaruhi jarak yang ditempuh kendaraan, semakin jauh jaraknya maka semakin besar factor kecepatan kendaraan tanpa memperhatikan bagaimana keadaan jalur jalan yang dilalui. Faktor Kecepatan
Contoh : Sebuah kendaraan bergerak diatas suatu jalur jalan sehingga memiliki kecepatan maksimum 12,48 mph pada gigi ketiga. Bila jarak yang ditempuh adalah 1.250 ft berarti faktor kecepatannya = 0,70 (lihat tabel diatas), maka kecepatan rata-ratanya adalah : 12,48 x 0,70 = 8,74 mph. Ketinggian letak suatu daerah ternyata berpengaruh terhadap hasil kerja mesin-mesin karena mesin-mesin tersebut bekerjanya dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur udara luar. Semakin rendah tekanan udaranya maka semakin sedikit jumlah oksigennya. Dari pengalaman ternyata untuk mesin 4 tak (four cycle engines) maka kemerosotan tenaga karena berkurangnya tekanan, rata-rata adalah ± 3% dari HP diatas permukaan air laut untuk setiap kenaikan tinggi 1.000 ft kecuali 1.000 ft yang pertama. Sedangkan untuk mesin 2 tak ternyata kemerosotan lebih kecil yaitu sebesar ± 1% dari HP diatas permukaan air laut untuk setiap kenaikan tinggi 1.000 ft kecuali 1.000 ft yang pertama. Contoh : Sebuah mesin 4 tak dan 2 tak dengan tenaga 100 HP diatas permukaan air laut pada ketinggian 10.000 ft hanya akan memiliki HP sebesar :
Dimana : Hc = HP yang harus dikoreksi dari pengaruh ketinggian yaitu pada ketinggian 0 ft Ho = HP yang dicatat pada ketinggian tertentu Ps = Tekanan barometer baku (standart), 29,92 inciHg Po = Tekanan barometer pada ketinggian tertentu, inciHg Ts = Temperatur absolute pada keadaan baku (standart), (4600 + 600 F) = 5200 F (=2730 C) To = Temperatur absolute pada ketinggian tertentu dalam 0 F atau (460 + Temp) 8. Efisiensi Operator (Operator Efficiency) Merupakan faktor manusia yang menggerakkan alat-alat yang sangat sukar untuk ditentukan effisiensinya secara tepat karena selalu berubah-ubah dari hari ke hari bahkan dari jam ke jam tergantung dari keadaan cuaca, keadaan alat yang dikemudikan, suasana kerja, dll. Kadang-kadang suatu perangsang dalam bentuk upah tambahan (insentive) dapat mempertinggi effisiensi operator. Sebenarnya effisiensi operator tidak hanya disebabkan karena kemalasan pekerjaan itu tetapi juga karena kelambatan-kelambatan dan hambatan-hambatan yang tak mungkin dihindari seperti melumasi kendaraan, mengganti yang aus, membersihkan bagian-bagian penting sesudah sekian jam dipakai, memindahkan ketempat lain, tidak adanya keseimbangan antara alat muat dan alat angkut, menunggu peledakan disuatu daerah yang akan dilalui, perbaikan jalan, dll. Karena hal-hal tersebut diatas selama satu jam jarang ada operator betul-betul dapat bekerja selama 60 menit. Berdasarkan pengalaman maka bila operator dapat bekerja selama 50 menit dalam satu jam, ini berarti effisiensinya adalah 83 %, maka hal ini dianggap baik sekali jika alatnya berban karet. Sehubungan dengan effisiensi operator diatas maka perlu juga diingat keadaan alat mekanisnya karena hal tersebut mempengaruhi effisiensinya. Operator Efficiency
Beberapa pengertian yang dapat menunjukan keadaan alat mekanis dan effektifitas penggunaannya antara lain : a. Availability Index atau Mechanical Availability Merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis yang sesungguhnya dari alat yang sedang dipergunakan.
Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang sedang dipergunakan.
S = Standby hours Jumlah jam suatu alat yang tidak dapat dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap beroperasi W+R+S = Schedule hours Jumlah seluruh jam jalan dimana alat dijadwalkan untuk beroperasi Physical Availability pada umumnya selalu lebih besar daripada Availability Index. Tingkat effisiensi dari sebuah alat mekanis naik jika angka Physical Availability mendekati angka Availability Index c. Use of Availability Menunjukan berapa persen waktu yang dipergunakan oleh suatu alat untuk beroperasi pada saat alat tersebut dapat dipergunakan (Availability).
Angka Use of Availability biasanya dapat memperlihatkan seberapa efektif suatu alat yang tidak sedang rusak dapat dimanfaatkan. Hal ini dapat menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan (management) peralatan yang dipergunakan. d. Effective Utilization Menunjukan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kerja produktif. Effective Utilization sebenarnya sama dengan pengertian effisiensi kerja.
Terlihat bahwa operasi alat pada contoh kedua lebih effisien daripada operasi alat pada contoh pertama.
Material dialam diketemukan dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan baik, sehingga hanya sedikit bagian-bagian yang kosong atau ruangan-ruangan yang terisi udara (voids) diantara butir-butirnya, lebih-lebih kalau butir-butir itu halus sekali. Akan tetapi bila material tersebut digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi pengembangan atau pemuaian volume (swell). Jadi 1,00 cu yd tanah liat dialam bila telah digali dapat memiliki volume kira-kira 1,25 cu yd. ini berarti terjadi penambahan volume sebesar 25% dan dikatakan material tersebut mempunyai faktor pengembangan (swell factor) sebesar 0,80 atau 80%. Sebaliknya bila bank yard ini dipindahkan lalu dipadatkan ditempat lain dengan alat gilas (roller) mungkin volumenya berkurang, karena betul-betul padat sehingga menjadi berkurang dari 1,00 cu yd. tanah sesudah dipadatkan hanya memiliki volume 0,90 cu yd, ini berarti susut 10%, dan dikatakan shrinkage factor nya 10 %. Contoh : Sebuah power scraper yang memiliki kapasitas munjung 15 cu yd akan mengangkut tanah liat basah dengan factor pengembangan 80%, maka alat itu sebenarnya hanya mengangkut 80% x 15 cu yd = 12 cu pay yard atau bank cu yd atau insitu cu yd. Beberapa persamaan faktor -faktor diatas :
Kalau angka untuk shrinkage factor tidak ada biasanya dianggap sama dengan percent swell. Beberapa istilah penting yang berkaitan dengan kemampuan penggalian yaitu : a. Faktor Bilah (blade factor), yaitu perbandingan antara volume material yang mampu ditampung oleh bilah terhadap kemampuan tampung bilah secara teoritis. b. Faktor Mangkuk (bucket factor), yaitu perbandingan antara volume material yang dapat ditampung oleh mangkuk terhadap kemampuan tampung mangkuk secara teoritis. c. Faktor Muatan (payload factor), yaitu perbandingan antara volume material yang dapat ditampung oleh bak alat angkut terhadap kemampuan bak alat angkut menurut spesialisasi teknisnya. 10. Berat material (Weight of Material) Berat material yang akan diangkut oleh alat-alat angkut dapat mempengaruhi : a. Kecepatan kendaraan dengan HP mesin yang dimilikinya. b. Membatasi kemampuan kendaraan untuk mengatasi tahanan kemiringan dan tahanan gulir dari jalur jalan yang dilaluinya. c. Membatasi volume material yang dapat diangkut. Oleh sebab itu berat jenis material harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap kapasitas alat muat maupun alat angkut. Bobot Isi dan Faktor Pengembangan dari Berbagai Material
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Heavy Equipment/Heavy Equipment
Author:Administrator
Kegiatan penambangan tersebut dilakukan dengan menggunakan alat-alat mekanis atau alat-alat berat. Adapun pengelompokannya sebagai berikut : A.1 Traktor sebagai Prime Mover Untuk alat besar dengan penggeraknya traktor dibedakan menurut : 1. Traktor (sebagai Prime Mover atau penggerak utama) a. Traktor roda kelabang (crawler) b. Traktor roda ban (wheel) A.2 Bulldozer terutama sebagai alat penggusur 1. Dibedakan menurut blade : a. Straight bulldozer (dengan blade lurus) b. Angling bulldozer (dengan blade miring) c. Universal bulldozer (dengan blade universal) d. Cushion bulldozer (dengan blade cushion) 2. Dibedakan menurut tracknya : a. Bulldozer dengan roda kelabang b. Wheel dozer dengan roda ban karet a. Hinge (Bajak kaku tunggal) b. Parallelogram c. Adjustable parallelogram (dapat distel) *) Single shank (bajak tunggal) *) Multi shank (bajak banyak) 4. Scrapper (terutama sebagai alat pengelupas) a. Standart scrapper (scrapper bermesin) b. Towed scrapper (scrapper yang ditarik) 5. Motor Graders (terutama sebagai alat untuk grading/pembentuk permukaan) 6. Loader (terutama sebagai alat pemuat) a. Wheel loaders (loader dengan roda ban karet) b. Track loaders (loader dengan roda kelabang) A.2. Excavator Sebagai Prime Mover 1. Backhoe (excavator pengeduk dengan arah kebelakang) a. Backhoe dengan sistem kontrol hidrolis b. Backhoe dengan sistem kontrol kabel sling 2. Clamshell (excavator pengeduk - japit) 3. Shovel (excavator pengeduk dengan arah kedepan) a. Dengan sistem kontrol hidrolis b. Dengan sistem kontrol kabel sling 4. Skidder (excavator untuk balok-balok kayu) 5. Dragline (excavator pengeduk - tarik) 6. Crane/pipelayers (keran pengangkat, alat pasang pipa) A.3. Alat Selain Excavator dan Tractor 1. Truck a. Side dumping (pembuangan kesamping) b. Back dumping (pembuangan kebelakang) 2. Dump Wagon a. Rear dump (pembuangan kebelakang) b. Bottom dump (pembuangan kebawah) c. Side dump (pembuangan kesamping) 3. Trailler (kendaraan pengangkut alat-alat berat dan barang-barang berat) 4. Alat Pemadat a. Three Wheel Roller (penggilas beroda tiga) b. Tandem roller (penggilas tipe tandem) c. Meshgrid & segment roller (penggilas tipe lempengan & anyaman) d. Pneumatic tired roller ( penggilas beroda ban) e. Towed roller *) Sheep foot roller (penggilas tipe kaki kambing) *) Pneumatic roller (penggilas beroda ban) 5. Alat pneumatis yang bekerja dengan tenaga tekanan angin 6. Compressor, alat pemampat udara 7. Stone crusher (pemecah batu) a. Jaw crusher (pemecah dengan sistem rahang) b. Roll crusher (pemecah dengan sistem roll) c. Impact crusher (pemecah dengan sistem pukulan) d. Gyratory crusher (pemecah dengan sistem kisaran) 8. Alat pengolah aspal a. Asphalt mixing plant (pencampur aspal) b. Asphalt distributor (penyemprot aspal) c. Asphalt finisher (penghampar aspal dan aggregat) 9. Dredger (kapal keruk) B. PENGELOMPOKAN MENURUT FUNGSINYA B.1. Tractor B.2. Alat pembersih lapangan a. Bulldozer (mesin-mesin penggusur) b. Ripper (mesin-mesin pembajak) B.3. Alat pengangkat dan pemuat a. Backhoe (mesin-mesin pengeduk belakang) b. Power shovel (mesin-mesin pengeduk depan) c. Dragline (mesin-mesin pengeduk tarik) d. Clamshell (mesin-mesin pengeruk japit) e. Loaders (mesin-mesin pemuat) B.4. Alat Penggali dan Pengangkut a. Scrapper (mesin-mesin pengelupas) b. Truck (alat angkut) B.5. Alat Pembentuk Permukaan a. Motor grader (mesin-mesin perata) B.6. Alat Pemadat a. Roller (mesin gilas) B.7. Dan lain-lain (sumber: Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Heavy Equipment
Author:Administrator
PENJADWALAN PRODUKSI Menentukan bagaimana produksi dicapai dalam kurun waktu yang telah ditentukan, sehingga semua element yang terkait dengan produksi tersebut harus di detailkan. Penjadwalan biasanya disajikan dalam bentuk tabulasi seperti contoh di bawah ini. Tabulasi meliputi antara lain : a. Volume produksi : komoditi dan waste b. Volume drilling & blasting c. Jam Kerja alat d. Jarak angkut Contoh Tabulasi Penjadwalan Produksi ![]() PENJADWALAN JAM KERJA (ROSTER) a. Jam Kerja Jam kerja sangat menentukan jumlah dan ukuran alat yang akan digunakan. Jam kerja ini dipengaruhi oleh pola shift kerja, kondisi alam, metodologi pergantian shift dan pola maintenance alat. Dibawah contoh perhitungan jam kerja. Perhitungan Hari Kerja
Perhitungan Jam Kerja
Contoh Tabulasi Penjadualan Jam Kerja b. Physical Availability (PA)
dimana : PA = Physical availability
PEMILIHAN ALAT
b. Pemboran Produksi
ALAT TRANSPORT HAUL ROAD MAINTENANCE
Spesifikasi Alat Muat |
|
Heavy Equipment/Heavy Equipment
Author:Administrator
Basic Calculation
Basic Cycle Time of Hauler Basic Cycle Time of Wheel Loader a. Loading the Bucket b. Moving to the Hauler c. Dumping the Bucket d. Returning to the Pile Basic Cycle time of Hydraulic Excavator/Front Shovel a. Loading the Bucket b. Swing Loaded c. Dumping the Bucket d. Swing empty Track Type Tractor Perhitungan produksi menggunakan kurva produksi Kurva produksi ini harus dikoreksi terlebih dahulu Kurva Produksi TTT KONDISI PEMBUATAN KURVA PRODUKSI - S/SU/U Blade 1. 100% Efisiensi (60 menit/jam - pada siklus datar) 2. TTT dengan transmisi Power Shift yang memiliki waktu tetap 0.05 menit 3. TTT melakukan penggalian/pemotongan tanah sepanjang 15 m, lalu blade mendorong beban/tanah untuk kemudian dibuang ke bawah tebing (waktu membuang - 0 detik) 4. Density material 1370 kg/LCM 5. Faktor Koefisien Traksi: TTT - 0.5 atau lebih besar 6. Menggunakan Blade yang dikontrol secara hidrolik 7. a. Penggalian/pemotongan tanah menggunakan gigi 1 maju. b. Pengangkutan/pendorongan menggunakan gigi 2 maju c. Mundur/kembali menggunakan gigi 2 mundur Correction Factor Estimating Dozer Production Example : Determine average hourly production of a D8R/SU moving hard packed clay an average distance of 45 m down a 15 % grade, using a slot dozing technique. Estimated material weight is 1600 kg/LCM. Operator is average. Job efficiency is estimated at 50 min/hr. Answer : Uncorrected Max Production = 458 LCM/hr Correction Factor = Hard packed clay is “hard to cut” material………... = 0.80 Grade Correction (from graph)………………………. = 1.30 Slot Dozing ………………………………………………… = 1.20 Average Operator ………………………………………. = 0.75 Job efficiency (50 min/hr) …………………………… = 0.83 Weigh correction ………………................ 370/1600) = 0.87 Production : = Maximum Production x Correction Factor = 458 LCM/hr x (0.80 x 1.30 x 1.20 x 0.75 x 0.83 x 0.87) = 309.6 LCM/hr Contoh Perhitungan Produktifitas Unit : Tentukan jumlah alat angkut 773E dan alat muat 385BL yang dibutuhkan pada permukaan medan kerja untuk overburden removal dgn target produksi 1,8 juta ton BB/thn suatu tambang, dengan data-data lapangan sebagai berikut : Waktu kerja produktif = 5400 jam/thn (50 menit/jam) Karakteristik Material a. Overburden : Sandstone, Topsoil, Mudstone Bank density : 2.5 ton/BCM Loose density : 1.5 ton/LCM % Swell : 30 % b. Batubara Bank density : 1.3 ton/BCM Loose density : 0.9 ton/LCM Haul Road Profile : ![]() Working Conditions : Average Bucket Fill Factor = 100 % Machine Availability : Loaders and haulers : 90 % Support Equipment : 95 % Alat Muat 385BL Bucket capacity = 5 m3 (HDB) Cycle time (dari grafik)= 0.4 menit
Produktifitas alat muat : = bucket fill factor x kapasitas bucket x jumlah cycle = 100 % x 5 m3 x 112 cycle = 560 m3 Alat Angkut 773E Kapasitas dump body (heap) = 35.3 m3
Volume yang diangkut oleh 773E per cycle = = Jumlah phase x bucket capacity x bucket fill factor = 7 phase x 5 m3 x 100 % = 35 m3 Cycle Time 773E Loading time(7 phase oleh 385BL) = 7 x 0.4 = 2.8 menit Maneuver di loading point (0.6-0.8 menit) = 0.7 menit Travel loaded (dari grafik) = 8.0 menit Maneuver & dump time (1.0 - 1.2 menit) = 1.1 menit Travel empty (dari grafik) = 5.0 menit Total = 17.6 menit
Produktifitas 773E per jam = jumlah cycle x volume yang diangkut 773E = 2.55 x 35 LCM = 89.5 LCM/jam = 62.65 BCM/jam Target Produksi Batubara = 1.8 juta ton per tahun OB removal (SR 7 : 1) = 7 x 1.8 juta ton OB removal (SR 7 : 1) = 12.6 juta m3
|
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
Formula : A = S x (Le - Lo) x 1000 x E A = hourly operating area (m²/h) S = Operating Speed (km/h) Le = Effective Blade length (m) Lo = Width of overlap (m) E = Job efficiency Le = Effective Blade Length = Blade Length x Sin (angle) The width of overlap is generally 0.6 m. This overlaps accounts for the need to keep the tires out of windrow on the return pass Example : A 140H motor grader width a 3.66 m moldboard is performing road maintenance, average speed is 13 km/h with carry angle 60 degrees. Job efficiency is 0.90. Solution : Effective blade = 3.66 x sin 60 = 3.17 m Production : = 13 km/h x (3.17 - 0.6 m) x 1000 x 0.90 = 30 069 m²/hr |
Powered by AlphaContent 4.0.13 © 2005-2010 - All rights reserved





























LOADING SHOVEL
BACK HOE
ALAT MUAT WHEEL LOADER
ALAT ANGKUT DUMP TRUCK
TRAILER
CONVEYOR
GRADER
COMPACTOR
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT
c. Contoh Perhitungan Produksi & Kapasitas BULDOZER
c. Contoh Perhitungan Produksi & Kapasitas Pemboran 

d. Contoh Perhitungan Produksi & Kapasitas Alat Muat
Perhitungan Cycle Shovel
f. Contoh Perhitungan Produksi & Kapasitas Grader
f. Contoh Perhitungan Produksi & Kapasitas Compactor
