Popular |
Latest News |
Welcome To Boss Tambang
Beranda » Heavy Equipment » Produksi Alat Mekanis
Results 1 - 5 of 5
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI BACKHOE a. Faktor keadaan pekerjaan • Keadaan dan jenis tanah • Tipe dan ukuran saluran (jika menggali saluran) • Jarak pembuangan • Kemampuan operator • Job management/pengaturan operasional • Dan lain-lain b. Faktor keadaan mesin • Attachment yang cocok untuk pekerjaan yang bersangkutan • Kapasitas bucket • Waktu siklus yang banyak dipengaruhi oleh kecepatan travel dan system hidrolis • Kapasitas angkutan 3. Pengaruh dalamnya pemotongan dan sudut swing Dalam pengoperasiannya, makin dalam pemotongan (cutting) yang diukur dari permukaan dimana excavator sedang beroperasi, makin sulit pula mengisi bucket secara optimal dengan hanya sekali gerakan. Dengan demikian untuk mengisi bucket secara optimal diperlukan beberapa kali gerakan, tentu saja gerakan ekstra ini menambah waktu siklus. Dalam hal ini operator mempunyai beberapa pilihan yaitu : a. Mengisi bucket sampai penuh tentu saja sebagai konsekuensi adalah bertambahnya waktu siklus b. Membawa seadanya material sebagai hasil dari satu kali gerakan tadi Dengan adanya hal tersebut produktifitas alat akan berkurang, sehingga efek ini harus kita perhitungkan. Sebagai contoh jika kedalaman pemotongan 8 ft sedangkan kedalam optimum adalah 10 ft maka prosentase akibat kedalaman tersebut adalah :
Perlu diketahui bahwa kedalaman optimumadalah suatu kedalaman dimana pada tinggi tersebut waktu bucket (dipper) mencapai titik tertinggi telah penuh tanpa memberikan beban tambahan terhadap mesin. Selain faktor diatas, sudut swing yakni besar sudut-sudut yang dibentuk antara posisi dripper (bucket) waktu mengisi dan waktu membuang beban akan berpengaruh terhadap waktu siklus, makin besar sudut swing makin besar pula waktu siklus, (lihat tabel). Tabel pengaruh dari faktor swing dan kedalaman galian : ![]() Tabel untuk mengetahui kedalaman optimum (ft) ![]() Tabel kondisi kerja ![]() Tabel faktor pengisian bucket ![]() Contoh perhitungan : Tentukan produksi backhoe dengan kapasitas bucket 1 ¾ cuyd menggali tanah biasa, swell 43%, dalam pemotongan 6 ft, sudut swing 900, kondisi pekerjaan dan tata laksana sedang. Jawab : Ukuran bucket 1,75 cuyd dalam keadaan munjung lebih kurang 2 cuyd, swell 43%. ![]() Cycle time (waktu siklus) : Pengisian bucket = 7 detik Mengangkat beban dan swing = 10 detik Dumping (pembuangan) = 5 detik Swing kembali = 5 detik Waktu tetap percepatan, dll = 4 detik Total = 31 detik = 0,5 menit ![]() Produksi teoritis = 1,39 BCY/trip x 120 trip/jam Produksi teoritis = 166,8 BCY Faktor koreksi : Effisiensi kerja = 50 min/jam = 0,84 Kondisi kerja dan tata laksana sedang 0,65 Faktor swing dan kedalaman galian, tanah biasa 9,7 ft ![]() Swing 90% = 0,91 Faktor pengisian = 0,85 Faktor koreksi total = Fk : 0,84 x 0,65 x 0,91 x 0,85 Faktor koreksi total = 0,42 Produksi/jam = 166,8 BCY/jam x 0,42 = 70,06 BCY/jam Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI TRUCK Dalam pekerjaan konstruksi terutama yang berhubungan dengan masalah penggusuran tanah yang relative jauh jarak angkutnya. Dikenal ada 3 macam yaitu : a. Side dump truck (penumpahan kesamping) b. Rear dump truck (penumpahan kebelakang) c. Rear and side dump truck (penumpahan kebelakang dan kesamping) Syarat penting agar truck dapat bekerja dengan efektif adalah jalan kerja yang keras dan rata, tetapi ada kalanya truck didesain agar mempunyai cross country ability yaitu suatu kemampuan berjalan diluar jalan biasa. Dalam pemilihan truck, kapasitas yang dipilih harus seimbang dengan alat muatnya. Jika perbandinganya kurang proporsional maka ada kemungkinan alat pemuat ini banyak menunggu atau sebaliknya. Untuk menyatakan keserasian (synchronization) kerja antara alat muat dan alat angkut dapat juga dengan cara menghitung faktor keserasian alat muat dan angkut (match factor) yaitu : ![]() Dimana : Na = jumlah alat angkut, buah Nm = jumlah alat muat, buah Ctm = waktu edar (cycle time) alat muat Cta = waktu edar (cycle time) alat angkut Bila dari hasil perhitungan ternyata : a. Faktor keserasian < 1, maka alat muat akan sering menganggur atau berhenti b. Faktor keserasian = 1, maka kedua alat tersebut sudah serasi (shyncron) artinya keduanya akan sama-sama sibuknya atau tak perlu ada yang menunggu. c. Faktor keserasian > 1, maka alat angkut yang akan sering menganggur atau berhenti Beberapa keuntungan dan kerugian pemilihan antara truck kecil dan besar : 1. Truck kecil Keuntungan : • Lebih lincah dalam beroperasi • Lebih mudah mengoperasikannya • Lebih fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat • Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih sederhana • Penyesuaian terhadap kemampuan loader lebih mudah • Jika salah satu truck dalam satu unit angkutan tidak bekerja, tidak akan terasa terhadap produksi Kerugian : • Waktu hilang lebih banyak, akibat banyaknya truck yang beroperasi terutama waktu muat • Excavator lebih sukar untuk memuatnya karena kecilnya bak • Lebih banyak sopir yang diperlukan • Biaya pemeliharaan lebih besar karena lebih banyak truck begitu pula tenaga pemeliharaan 2. Truck besar Keuntungan : • Untuk kapasitas yang sama dengan truck kecil jumlah unit truck besar lebih sedikit • Sopir atau crew yang digunakan lebih sedikit • Cocok untuk angkutan jarak jauh • Pemuatan dari loader lebih mudah sehingga waktu yang hilang lebih sedikit Kerugian : • Jalan kerja harus diperhatikan karena berat truck, kerusakan jalan relative lebih cepat • Pengoperasian lebih sulit karena ukurannya lebih besar • Produksi akan sangat berkurang jika salah satu truck tidak jalan • Pemeliharaan lebih sulit dilaksanakan Perhitungan Produksi Truck : Sebuah truck dengan spesifikasi berikut : Berat kosong : 37.000 lb Kapasitas muatan : 40.000 lb Berat total kendaraan : 77.000 lb = 34.900 kg Dengan pembagian beban pada roda adalah sebagai berikut : Poros depan : 12.000 lb Poros kerja : 32.500 lb Poros belakang : 32.500 lb 1 lb = 0,4536 kg 1 mile = 1,609 km Digunakan power shovel 3 cuyd dengan produksi 312 cuyd/jam Memindahkan tanah berat 2.700 lb/bcy, swell 25%, jarak angkut 1 mile, grade rata-rata 2,5% terhadap horizontal Tahanan gelinding 70 lb/ton Tahanan kelandaian 20 lb/ton/%grade Koefesien traksi 0,6 Daftar Rimpull : ![]() Tahanan gelinding = 60 lb/ton Tahanan kelandaian = 50 lb/ton Tahanan total = 110 lb/ton Rimpull yang diperlukan = 110 lb/ton x 34,9 ton = 3.839 lb Pada waktu mengangkut beban kecepatan maksimum truck bias mencapai 11,9 mph Tahanan gelinding = 60 lb/ton Tahanan kelandaian = 50 lb/ton Tahanan total = 10 lb/ton (dikurangi karena pada waktu pulang turun) Berat kosong truck : 37.000 lb x 0,4536 kg/lb = 16.780 kg Rimpull yang diperlukan 10 lb/ton x 16,78 ton = 167,8 lb Pada waktu kosong kecepatan maksimum truck bias mencapai 32,7 mph. Waktu siklus : Loading = 15 cuyd / 312 cuyd/jam = 0,0482 jam Mengangkut = 1 mile /11,9 mph = 0,084 jam Kembali = 1 mile / 32,7 mph = 0,0306 jam Waktu tetap (percepatan dan lain-lain) 2 menit = 0,0330 jam Waktu membuang dan mengatur posisi 1 menit = 0,0165 jam Total waktu siklus = 0,2123 jam Jumlah trip / jam = 60 / 12,8 = 4,68 trip = 4 trip Produksi 1 truck per jam = 4 trip/jam x 15 cuyd/trip = 60 cuyd/jam (bank) Faktor koreksi : Waktu kerja 50 menit/jam 0,83 = 0,83 x 0,75 = 0,6225 (0,62) Tata laksana tata kerja baik : 0,75 Total produksi = 0,62 x 60 bcy/jam = 37,2 bcy/jam Dilayani dengan power shovel dengan produksi 312 bcy/jam Truck yang dibutuhkan : 312 bcy/jam / 37,2 bcy/jam = 9 buah truck Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
Disini produksi bulldozer yang digunakan untuk mendorong tanah dengan gerakan-gerakan yang teratur misalnya penggalian selokan, pembuatan jalan raya, penimbunan kembali (back filling) dan penumpukan atau penimbunan (stock filling). Contohnya : Sebuah bulldozer denga kekuatan mesin 180 HP memiliki bilah (blade) berukuran 9,5 ft x 3,0 ft (panjang x tinggi). Kapasitas bilah (blade) dengan kemiringan tanah didepannya 1 : 1 adalah 1,58 cuyd, volume lepas (loose volume = LCM). Material yang digali adalah tanah liat berpasir dengan S.F = 80%, jarak dorong = 100 ft pulang pergi dengan lapangan kerja mendatar, effisiensi kerja = 83%. Kecepatan maksimum pada gigi-1 maju = 1,5 mph dan gigi mundur 3,5 mph. Produksi per jam : Waktu tetap (memindah gigi berhenti) = 0,320 menit Mendorong muatan 100 ft pada kecepatan 1,5 mph : ![]() Kembali kebelakang, 100 ft pada kecepatan 3,5 mph : ![]() Jumlah waktu daur (cycle time) = 1,405 menit Jumlah lintasan (trip) tiap jam : ![]() Kapasitas bilah = 1,58 x 80% = 1,3 cuyd “bank measured” (bank cu yd = BCM) Produksi yang diperkirakan = 1,3 x 35 = 45,5 cuyd (bank measured)/jam. Bila ada 500 BCM tanah yang harus dipindahkan tiap jam oleh alat tersebut, maka diperlukan : ![]() Atau dengan rumus : ![]() Dan dibutuhkan : ![]() Produksi bulldozer dapat pula dihitung dengan rumus sebagai berikut : a. P = PMT x FK b. PMT = KB x T ![]() Maka rumus-rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi : ![]() Dimana : P = Produksi bulldozer, m3/jam PMT = Produksi maksimum teoritis dengan effisiensi 100%, m3/jam FK = Faktor koreksi KB = Kapasitas bilah (blade capacity), m3 T = Lintasan perjam Ct = Waktu daur (cycle time), menit J = Jarak kerja, m F = Kecepatan maju (forward velocity), m/menit R = Kecepatan mundur (reverse velocity), m/menit Z = Waktu tetap (fixed time), menit Contohnya : Sebuah bulldozer Komatsu D 355 A yang dilengkapi dengan alat garu dipergunakan untuk tugas penggaruan sekaligus juga untuk kegiatan penggusuran dengan jarak garu dan gusur rata-rata 30 m. Material yang digaru dan digusur adalah tanah yang kompak dan kering. Data teknis lainnya adalah : a. Faktor pengembangan 0,80 b. Ukuran bilah 4,32 m (panjang) x 1,68 (tinggi) c. Faktor bilah = 0,90 d. Kecepatan maju pada gigi 3 = 4,78 km/jam e. Kecepatan mundur pada gigi 2 = 6,54 km/jam f. Waktu tetap (fixed time) = 0,05 menit g. Effisiensi waktu = 0,83 h. Effisiensi kerja = 0,75 i. Effisiensi operator = 0,85 Maka : KB = panjang x (tinggi)2 x faktor bilah KB = 4,32 x (1,68)2 x 0,90 KB = 10,90 LCM (loose cubic meter) KB = 10,90 x 0,80 = 8,72 BCM FK = Effisiensi waktu x effisiensi kerja x effisiensi operator FK = 0,83 x 0,75 x 0,85 FK = 0,53 J = 30 m F = 4,78 km/jam = 79,67 m/menit R = 6,54 km/jam = 109,00 m/menit Z = 0,05 menit Jadi produksi penggusuran bulldozer Komatsu D 355 A ini adalah : ![]() Bila bulldozer melakukan pembabatan (clearing), maka pepohonan yang harus dirobohkan mempunyai ukuran yang bermacam-macam, oleh karena itu untuk memperkirakan waktu yang diperlukan oleh bulldozer untuk merobohkan pepohonan dipergunakan persamaan sebagai berikut : T = B + M1N1 + M2N2 + M3N3 + M4N4 + DF Dimana : T = waktu yang diperlukan untuk merobohkan pepohonan untuk lapangan kerja seluas 1 acre (=0,047 km2), menit 1 mile2 = 640 acre = 295 Ha 1 acre = 235 x 10.000/640 m2 = 4064 m2 B = waktu untuk menjelajah lapangan seluas 1 acre tanpa merobohkan pepohonan, menit M = waktu untuk merobohkan pepohonan yang memiliki diameter tertentu, menit N = jumlah pohon tiap acre untuk selang (interval) diameter tertentu D = jumlah diameter semua pohon yang mempunyai diameter lebih besar dari 6 ft, tiap acre, ft F = waktu untuk merobohkan per ft, diameter pepohonan yang mempunyai diameter lebih dari 6 ft pada lapangan yang datar Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
PERKIRAAN PRODUKSI LOADER a. Loader dengan penggeraknya crawler tractor atau disebut track cavator b. Loader dengan penggeraknya crawler tractor atau disebut wheel tractor Loader didapat dengan menambahkan bucket container yang dipasang dibagian depan. Loader dibuat kebanyakan dengan kendali hidrolis yang dilengkapi dengan tangan-tangan (arms) yang kaku untuk mengoperasikan bucketnya. Ukuran dari bucket bervariasi antara ¼ cuyd sampai dengan 25 cuyd kapasitas munjung terbesar. Yang biasa dipakai dan tersedia banyak adalah loader dengan ukuran bucket sampai dengan 5 cuyd. Bucket loader direncanakan untuk membongkar muatan yang mempunyai ketinggian 8 sampai 15 ft dengan ketinggian tersebut cukup untuk membongkar muatan keatas dump truck. Penggunaan loader pada umumnya untuk memuat material dan membawa serta membongkar, juga digunakan untuk menggali pondasi basement suatu bangunan dengan catatan ruang geraknya memungkinkan untuk pelaksanaan pekarjaan. Penggunaan yang lain juga memuat material yang telah diledakan misalnya untuk pembuatan terowongan dan juga pekerjaan quarry dan pekerjaan terowongan. Produktifitas loader dinyatakan dalam cuyd atau m3 per jam dan dapat dilakukan perhitungan secara teoritis yaitu : a. Waktu siklus Waktu yang ada pada perhitungan produksi loader terdiri dari beberapa komponen waktu antara lain: • Raise time yaitu waktu yang diperlukan untuk mengangkat bucket dari bawah kesuatu ketinggian yang diinginkan (detik). • Lower time yaitu waktu yang diperlukan untuk menurunkan bucket yang telah kosong (detik). • Dump time yaitu waktu yang diperlukan untuk membongkar muatan. Point diatas disebut fixed time yang diperkirakan besarnya antara 15 sampai 24 detik (0,25 – 0,40 menit) Waktu tetap (memuat, membongkar dan manuver) masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, oleh sebab itu waktu masih terus ditambah atau dikurangi sesuai dengan jenis pelaksanaan pekerjaanya. ![]() • Variable time yaitu untuk mengangkut dan mengatur posisi loader. Yaitu jumlah material dalam % yang dapat diangkat oleh bucket setiap trip untuk berbagai jenis material. ![]() Contoh penggunaan : Material 12 mm dengan bucket 4 cuyd Fill factor : 90%, Jadi per trip bucket mengangkut sebesar : 0,9 x 4 cuyd = 3,6 LCM per trip Perhitungan : Sebuah loader dengan kapasitas bucket 5 cuyd mengerjakan gravel dengan berat 1.660 kg/m3 dengan ukuran 9 mm, jarak maneuver d1 = d2 = 15 ft, operasi konstan dengan truck sewa dengan kecepatan operasi : Maju : 260 fpm, mundur : 440 fpm Bucket 5 cuyd kira-kira memuat 6 LCY Waktu siklus : Fixed time = 0,40 menit Material 9 mm = - 0,20 menit Truck sewa = + 0,40 menit Operasi konstan = - 0,20 menit Maju 2 x 15/260 = + 0,11 menit Mundur 2 x 15/440 = + 0,07 menit Total waktu = 0,58 menit Trip/jam = 60 / 0,58 = 103,44 = 620,64 cuyd/jam Faktor koreksi : Bucket fill factor = 0,85 Effisiensi kerja siang = 0,83 Tata laksana-kondisi kerja baik = 0,75 Jadi produksi riil = 0,85 x 0,83 x 0,75 x 620,64 cuyd/jam = 0,53 x 620,64 cuyd/jam = 328,94 cuyd/jam Sumber : (Alat Berat & Penggunaannya, Ir. Rochmanhadi) |
|
Heavy Equipment/Produksi Alat Mekanis
Author:Administrator
Formula : A = S x (Le - Lo) x 1000 x E A = hourly operating area (m²/h) S = Operating Speed (km/h) Le = Effective Blade length (m) Lo = Width of overlap (m) E = Job efficiency Le = Effective Blade Length = Blade Length x Sin (angle) The width of overlap is generally 0.6 m. This overlaps accounts for the need to keep the tires out of windrow on the return pass Example : A 140H motor grader width a 3.66 m moldboard is performing road maintenance, average speed is 13 km/h with carry angle 60 degrees. Job efficiency is 0.90. Solution : Effective blade = 3.66 x sin 60 = 3.17 m Production : = 13 km/h x (3.17 - 0.6 m) x 1000 x 0.90 = 30 069 m²/hr |
Powered by AlphaContent 4.0.13 © 2005-2010 - All rights reserved




















