Popular |
Latest News |
Welcome To Boss Tambang
Results 1 - 10 of 10
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
2. Aturan-Aturan Pemodelan Hasil suatu model komputer akan tergantung dari aturan-aturan yang dibelakukan pada saat pembuatan model. Aturan-aturan ini didefinisikan dalam suatu fasilitas Stratmodel yang disebut Schema. Schema adalah suatu set aturan-aturan yang digunakan Stramodel untuk membuat dan memeriksa suatu model. Definisi aturan dalam schema dapat dirubah setiap saat atau dibuat dalam berbagai rancangan yang berbeda-beda. Dengan demikian schema memberikan keleluasaan kepada anda untuk membuat lebih dari satu macam rancangan model sesuai kebutuhan. Aturan-aturan yang didefinisikan dalam schema digunakan bukan hanya pada saat pembuatan model stratigrafi saja, tetapi juga pada saat semua pemeriksaan yang dilakukan terhadap model tersebut. Aturan-aturan yang ditentukan dalam schema tersebut akan disimpan dalam direktori <project>\specs. Terdapat 9 (sembilan) bagian aturan yang berbeda yang harus didefinisikan dalam schema. Setiap bagian mengatur suatu kumpulan dari parameter-parameter pemodelan dan stratigrafi yang secara singkat diterangkan sebagai berikut: 1. Model Parameters Parameter-parameter dasar pemodelan seperti output model file, topografi yang digunakan, pilihan proses pemodelan dan sebagainya. 2. Modelling Defaults Default interpolator-interpolator yang digunakan dan nilai-nilai default minimumum dan maksimum ketebalan unit-unit yang dimodel. 3. Lithology Codes Daftar kode-kode lithology yang akan digunakan untuk identifikasi unit resources pada pemodelan. Unit dengan kode diluar yang terdaftar akan diidentifikasi sebagai waste atau parting. 4. Elemental Unit Unit-unit dasar dalam model stratigrafi. Unit-unit elemental bisa berupa single seams, seam splits atau surface (horizon). Unit-unit elemental dapat digabungkan untuk membentuk unit compound. 5. Compound Unit Unit compound analog dengan parent unit. Unit compound terdiri dari unit bagian atas (upper) dan bagian bawah (lower). Unit upper dan lower bisa sebagai unit compound itu sendiri atau gabungan dari unit elemental atau gabungan unit compound. 6. Survey (data points) Survey data dalam bentuk point string, line string atau poligon dalam design file dapat digunakan pada saat modeling. Data tersebut dapat digunakan sebagai roof, floor atau thickness, split line atau elevasi surface. 7. Conformable Sequence Suatu conformable sequence adalah suatu paket stratigafi yang terdiri dari kumpulan interval dan surface yang mempunyai parameter-parameter umum yang sama, misalnya seam batubara yang mempunyai karakteristik stratigrafi dan struktur yang sama. Di dalam suatu model, mungkin terdapat beberapa conformable sequence yang dipisahkan oleh suatu ketidakselarasan. Setiap conformable sequence tersebut dimodel masing-masing secara terpisah satu dengan conformable lainnya. Setiap unit di dalam suatu conformable sequence akan saling berkaitan dengan unit lainnya didalam sequence tersebut dan tidak akan memotong batas atas dan bawah dari conformable sequence. 8. Limit (Polygon) Didalam suatu daerah deposit, suatu unit mungkin menghilang diakibatkan oleh pinchout (membaji), washed out (tererosi) atau truncated (misalnya terpotong oleh suatu intrusi). Pada kasus pinchout, batas dari pinchout tersebut dapat dimodel langsung dari data drill hole. Jika suatu drill hole tidak mempunyai unit/interval dimaksud, maka interval tersebut akan dianggap mempunyai ketebalan negative pada drill hole tersebut, kemudian akan diinterpretasikan suatu batas daerah dimana initerval akan mempunyai nilai nol. Pada kasus washed out dan truncated unit tidak berakir pada ketebalan nol, tapi menghilang pada batas ketebalan terakhir akibat tererosi atau terpotong. Limit Polygon dapat digunakan untuk menangani kasus washout dan truncated dimana suatu polygon dapat didefinisikan sebagai batas daerah dimana suatu unit tererosi atau terpotong. Limit polygon dapat didefinisikan sperti berikut: • Inclusive - hanya memodel unit yang ada didalam polygon. • Exclusive – hanya memodel unit yang ada diluar polygon. 9. Faults Di dalam suatu project mungkin terdapat berbagai patahan yang mempengaruhi suatu unit atau conformable sequence tertentu. Definis patahan yang dibuat terlebih dulu, dapat diatur untuk diberlakukan terhadap satu atau lebih unit atau satu atau lebih conformable sequence. Untuk mendefinisikan aturan-aturan tersebut di atas dapat dilakukan dengan cara membuat schema seperti diterangkan berikut. 2.1 Membuat Sebuah Schema Schema dapat dibuat melalui: Menu: SCHEMAS>CREATE Tab - Model Panel Schema • Name. Ketikkan nama yang singkat dan mudah untuk diingat misalnya MJP0406. Hingga maksimum 16 karakter dapat diinput pada field ini. Panel Model Files Sebagian besar pemodelan dalam Stratmodel dilakukan dalam table file. Stratmodel menggunakan table ini untuk meninterpolasi nilai-nilai untuk setiap unit stratigrafi yang didefinisikan dalam schema kedalam setiap drill hole yang dimasukkan untuk pemodelan. Table yang dihasilkan kemudian ditransfer ke dalam suatu grid file untuk keperluan output grafis dan untuk digunakan oleh module minescape yang lain. • Table file. Nama output table file (harus diisi hingga maksimum 16 karakter). Table ini disebut table Stramodel. Penentuan format yang benar, fungsi dan kegunaan dari table Stratmodel diuraikan dalam Bab 6, Membuat Model. • Grid file. Nama output grid file (harus diisi hingga maksimum 16 karakter). Grid file ini disebut grid Stratmodel dan dibuat dari table stratmodel. Panel Modelling Controls • Topography. Nama surface topografi yang akan dipakai sebagai batas permukaan paling atas dalam model. Tidak akan ada surface atau interval yang dimodel diatas atau melebihi surface topografi (jika surface topografi hilang, model stratigrafi juga akan hilang). Umumnya surface topografi telah dimodel terlebih dahulu di dalam Minescape (sebagai triangle atau grid). Bila model topografi tidak ada, maka drill hole collar (elevasi titik bor) dapat digunakan dengan tidak mengisi field tersebut. Drill hole collar kemudian dapat didefinisikan sebagai sebuah table surface yang mengacu ke kolom dalam table Stratmodel dimana data collar disimpan. Jangan memberi nama surface tersebut dengan collar karena ini akan menyebabkan kekeliruan nama-nama dalam pemeriksaan database. Catatan : Sebelum menentukan drill hole collar, Table Model harus dibuat terlebih dahulu untuk digunakan sebagai surface topografi. Warning Pilihan ini tidak dapat digunakan dalam sebuah faulted project dimana table Stratmodel dapat berisi lebih dari satu drill hole record untuk hole di daerah patahan. Surface tidak boleh berisi nilai yang kosong (-) dalam area yang akan dimodel. • Model options. Bagian ini akan menentukan surface-surface dan thickness yang akan dimasukkan sebagai kolom-kolom dalam table Stratmodel. Kolom-kolom surface dan thickness dalam table Stratmodel akan menentukan hubungan antara unit-unit yang dimodel. Terdapat tujuh pilihan jenis model untuk digunakan dalam Stratmodel. Seperti diperlihatkan pada Table 2-1, pilihan model yang berbeda menentukan kolom-kolom yang berbeda pula dalam table Stratmodel. − All = Pilihan ini akan memodel semua interval dan surface yang mungkin untuk Stratmodel. Pilihan ini memodel kolom-kolom inteburden menggunakan trend surfaces oleh karenanya Jika trend surface digunakan (lihat catatan di bawah), maka pilihan All tidak direkomendasikan karena banyaknya kolom-kolom yang akan dibuat untuk pilihan ini. Batas 1000 kolom mungkin akan tercapai jika memodel lebih dari 80 unit yang didefinisikan dalam schema. Catatan : Trend surface dimaksud di atas adalah penggunaan trend surface dari stratmodel atau surface yang berasal dari unit yang ada dalam schema, misalnya floor dari salah satu unit (S400_floor). Pilihan All dapat digunakan jika trend surface yang digunakan adalah surface dari Minescape atau surface yang dimodel dalam Minescape (diluar Stratmodel) sebagai grid atau triangle. − No burden = Pilihan ini memodel ketebalan unit dan semua unit surface, tapi tidak mengikutsertakan interburden dalam model. Pilihan ini dianjurkan dibandingkan pilihan All jika trend surface dari Stratmodel didefinisikan dalam schema. − No roofs/No floors = Pilihan ini memodel ketebalan dan interburden unit dan salah satu unit surface untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Surface lainnya dimasukkan dalam table Stratmodel sebagai suatu kolom tapi nilai dari surface dihitung dari ketebalan unit dan surface yang dimodel. Jika pilihan Noroofs dipilih, maka nilai roof dihitung dari nilai floor hasil interpolasi ditambah ketebalkan unit. Sebaliknya, jika pilihan Nofloors dipilih, maka nilai-nilai floor dihitung dari nilai-nilai roof hasil interpolasi dikurangi ketebalan unit. Jika trend surface Stramodel digunakan, maka pilihan No roofs atau No floors tidak dianjurkan mengingat pilihan-pilihan tersebut juga memodel interburden seperti pilihan All. Tips : Pilihan Noroofs atau Nofloors dianjurkan daripada menggunakan pilihan All. Hasil modelling yang lebih baik akan tercapai karena Stratmodel tidak perlu memecahkan konflik yang sering muncul antara surface dan thickness. − Roof + thick/Floor + thick. Pilihan ini memodel surface yang dipilih dan ketebalan unit untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Jumlah kolom yang lebih sedkit dibuat dalam suatu table Stratmodel dan mungkin akan lebih sesuai digunakan untuk memodel unit-unit yang banyak. Penggunaan trend surface untuk mengatur unit-unit yang dimodel secara conformable adalah diharuskan pada saat menggunakan pilihan roof+thick dan floor+thick. Catatan: Jika trend surface Stratmodel digunakan dalam pilihan pemodelan ini, maka jumlah kolom dalam table Stratmodel akan sama dengan pilihan model All tanpa trend surface stratmodel. − Surfaces = Pilihan ini hanya memodel unit surface untuk setiap unit yang didefinisikan dalam schema. Tidak ada thickness yang langsung dimodel. Jika pilihan Surfaces dipilih, maka suatu trend surface stratmodel harus didefinisikan dalam schema. Pilihan Surfaces tidak akan menghasilkan pemodelan yang baik dan tidak dianjurkan untuk batubara. Ketika menentukan sebuah pilihan model untuk schema, harus diingat bahwa pilihan-pilhan All, Noroofs dan Nofloors akan membuat kolom-kolom interburden dalam table yang mencerminkan keselarasan dari unit-unit yang berdekatan. Penggunaan Trend surface Stratmodel untuk conformable sequence juga akan membuat suatu kolom interburden dalam table Stratmodel. Oleh karena itu penggunaan trend surface stratmodel pada pilihan-pilihan model tersebut tidak akan bekerja dengan baik dan menimbulkan konflik. Masalah dapat muncul pada saat kolom-kolom interburden hasil pilihan model dan kolom-kolom interburden hasil trend saling mempengaruhi keselarasan unit-unit yang dimodel. Pada setiap drill hole atau grid node yang dimodel, Stratmodel harus dapat menghasilkan satu kolom stratigrafi yang lengkap. Dengan mempunyai beberapa kolom burden, maka potensi adanya solusi lebih dari satu dalam pembuatan kolom stratigrafi yang lengkap. Stratmodel harus dapat memecahkan masalah tapi pada hal tertentu (khususnya dalam grid Stratmodel) pemecahan terhadap kolom stratigrafi berubah dengan kasar dan hasil yang tidak dinginkan muncul. Tips: Hindari pilihan model All, Noroofs dan Nofloors jika suatu trend surface stramodel didefinisikan. Table 2-1 menampilkan kolom-kolom surface dan thicknes yang dibuat dalam suatu table Stratmodel untuk setiap pilihan model dan rekomendasi penggunaan trend surface Stramodel. Table tersebut juga memperlihatkan jumlah kolom-kolom yang dibuat untuk sebuah schema dengan 10 unit interval dengan atau tanpa sebuah trend surface. Jumlah dari kolom-kolom memperlihatkan perbedaan relatif antara pilihan-pilihan model. ![]() • Parting = Field ini dimaksudkan untuk mendefinisikan apakah parting ikut dimodel atau tidak. Jika parting ikut dimodel, maka check boxnya harus dipilih. Yang dimaksud parting disini adalah material waste yang didefinisikan didalam sebuah interval (misalnya dirt bands dalam seam batubara). Jika parting dipilih, maka lithology codes yang berkaitan dengan interval resources (batubara) dalam data drill hole harus didefinisikan. Kolom-kolom untuk parting akan dibuat dalam table Stratmodel. Stratmodel menyimpan parting sebagai suatu decimal fraction dari ketebalan total interval. Jika parting tidak dipilih, maka keseluruhan ketebalan interval yang diambil dari data drill hole akan dimodel dan tidak ada kolom-kolom parting yang dibuat dalam table Stratmodel. Karena parting disimpan dalam Stratmodel sebagai decimal fraction dari total ketebalan unit, maka tidak mungkin untuk mengatur posisi stratigrafi dari parting tersebut dalam unitnya. Ketebalan parting ditentukan pada saat model diperiksa. Decimal fraction dari parting diberlakukan terhadap ketebalan unit. Untuk mengatur posisi stratigrafi dari parting dalam unit, material parting harus dipisahkan dan dikorelasikan dalam data drill hole dan dimodel sebagai unit tersendiri. Tips : Jika parting dipilih untuk modeling, parting tersebut mungkin diabaikan untuk unit tertentu jika ketebalan maksimum parting untuk unit tersebut diset 0 (lihat form Elemental Unit). • Inclined = Menyertakan pemboran miring dalam model. Jika check box inclined dipilih kolom untuk easting dan northing akan dibuat untuk setiap surface dalam table Stratmodel. Data drill hole yang akan digunakan harus dimasukkan menggunakan format data untuk pemboran miring (inclined hole). Jika check box inclined tidak dipilih, maka tidak akan ada kolom tambahan yang dibuat dalam table Stratmodel. Penggunaan pilihan ini hanya dianjurkan jika semua datanya inclined. Field minimum hole separation dapat digunakan untuk memasukkan data inclined yang dibuat sebagai data pemboran vertikal yang dibagi-bagi. • Minimum separation. Digunakan untuk memasukkan data inclined kedalam table Stratmodel sebagai suatu kumpulan data vertikal. Mengingat akan banyaknya kolom-kolom yang dibuat untuk model inclined dalam table Stratmodel, maka data inclined dapat dimasukan sebagai beberapa data vertikal. Dalam data inclined koordinat untuk setiap surface akan berbeda kearah bawah dalam drill hole. Minimum hole separation juga digunakan dalam suatu model yang berisi patahan dengan tujuan untuk memisahkan data drill hole yang terkena patahan kedalam dua atau lebih bagian data drill hole. Jika jarak vektor antara koordinat collar dan koordinat surface melebihi/mencapai jarak minimum pemisahan data drill hole (minimum hole separation), maka drill hole tersebut akan dipisahkan pada titik dimana jarak minimum tersebut telah dicapai. Satu drill hole vertikal akan dibuat dari posisi collar kebawah hingga titik jarak minimum yang telah dicapai, kemudian drill hole vertikal lainnya akan dibuat mulai dari titik pemisah kebawah hingga jarak antara koordinat surface juga mencapai jarak minimum hole separation. • Interval weighting. Perbandingan jumlah relatif weighting dalam memodel interval terhadap surface. Semakin banyak jumlah nilai yang dimasukkan, maka akan semakin besar nilai perbandingan interval terhadap surface pada saat proses pembuatan model. Nilai perbandingan ini juga berlaku untuk interval resource (misalnya seam batubara) dengan interval burden. Nilai yang lebih besar untuk interval dibanding burden, akan menyebabkan interval lebih banyak mempunyai pengaruh terhadap model yang dibuat daripada burden. Nilai default untuk field ini adalah 100, berarti interval mempunyai besar relatif weighting 100 kali dibandingkan surface. Faktor weighting interval dan burden membantu penentuan pada saat memecahkan konflik surface/thickness dalam sebuah model. Karena thickness dari interval lebih mudah untuk diukur dalam data drill hole dibanding surface, maka faktor weighting interval dan burden cenderung ke thickness. Sehingga thickness khususnya unit thickness akan mendominasi surface pada saat menentukan mana yang prioritas. Faktor weighting interval diberlakukan terhadap thickness unit pada saat menyelesaikan konflik surface/thickness. Umumnya membawa weight yang tertinggi pada saat menentukan prioritas relatif terhadap nilai roof, floor dan interburden. Weighting yang lebih tinggi diberlakukan terhadap interval sebagai unit thickness umumnya pengukuran yang paling dipercaya yang dibuat dalam data drill hole. Sebagai tambahan unit thickness yang dimodel umumnya lebih penting dari pada struktur dari unit dalam pengertian relatif. Misalnya, mengadjust ketebalan dari batubara 3 meter sebanya 0.5 meter akan mempengaruhi volume dari seam secara nyata. Akan tetapi adjusting terhadap roof dan floor struktur untuk seam yang sama sebesar 0.5 meter biasanya akan diabaikan sepanjang deposit. Oleh karena itu thickness mengambil prioritas dari pada surface dalam kebanyakan hal. Tips : Nilai default untuk field ini adalah 100. Deposit dengan unit modeling yang banyak dan relatif dengan sedikit drill hole seringkali membutuhkan faktor interval weighting yang lebih besar. Mengatur faktor interval weighting sebesar 1000 sering diperlukan sehingga thickness mempunyai prioritas terhadap surface meliputi seluruh daerah yang dimodel. • Burden weighting. Faktor burden weighting digunakan untuk menentukan prioritas dari thickness interburden dalam hubungannya terhadap surface dan unit thickness dalam Stratmodel. Faktor burden weighting diberlakukan mirip seperti pada faktor interval weighting. Pengaruh dari burden wieghting lebih jelas terlihat daripada pengaruh dari faktor interval weighting. Interburden thickness mengontrol relativity dari conformable adjacent unit-unit yang dimodel. Bila burden weight bertambah, maka interburden thickness akan mulai mempengaruhi struktur dari unit-unit model. Perlipatan dan bends dalam struktur mulai membentuk perlipatan concentrics dan bends di semua unit-unit yang didefinisikan dalam model. Burden wighting yang tinggi akan berguna dalam mengatur unit-unit model dengan data yang sedikit. Sebaliknya, burden weight yang tinggi dapat menyebabkan unit-unit yang dimodel menutupi conformable. Catatan: Kolom-kolom yang dibuat dalam table Stratmodel jika trend surface didefinisikan dalam sebuah schema akan dimodel sebagai kolom-kolom interburden. Oleh karena itu nilai yang didefinisikan untuk burden weighting akan mempengaruhi ketebalan dari trend surface. Tips: Burden weight dan interval weight saling berkaitan. Untuk memastikan bahwa faktor burden weighting tidak mempengaruhi unit thickness, perbandingan 20 banding 1 harus diatur untuk interval weighting relatif terhadap burden weighting. Panel Interpolation Controls • Display missing interval. Pilihan ini dapat dipilih jika ingin menampilkan roof dan floor seam dimana interval menghilang atau pinchout. • Display all compound interval as element. Pilihan in dapat dipilih jika ingin menampilkan compound interval sebagai elemental unit. Tab - Default Nilai default dapat ditentukan untuk interpolator dan ketebalan unit. Nilai default yang ditentukan hanya akan digunakan jika field-field tertentu dibiarkan kosong dalam schema. Panel Interpolation Default • Interpolator. Nama default Interpolator yang akan digunakan pada saat memodel Thickness, Surface dan Trend surface. Terdapat empat interpolator yang dapat digunakan dalam Stratmodel: Inverse = Inverse Distance Planar = Triangulasi dengan extrapolation Height = Mincom interpolator, Inverse distance dan Trend FEM = Finite Element Method. Tips: Interpolator mungkin didefinisikan dalam Tab Modeling Default dan dalam Tab Conformable Sequence. Umumnya, hanya satu set interpolator didefinisikan dalam schema. Oleh karena itu, agar tidak membingungkan dianjurkan untuk mendefinisikan interpolator hanya pada Tab Modeling Default saja. Interpolator dipilih dengan memilih satu jenis interpolator dan menentukan suatu power atau order untuk mengontrol interpolator alogaritma. Pengaturan interpolator yang dianjurkan adalah seperti diperlihatkan pada table berikut. • Inverse Distance Power/Surface Polynomial Order. Index yang disarankan bagi masing-masing keperluan adalah sebagai berikut: Thickness Jika Inverse atau Height digunakan sebagai interpolator, nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap inverse distance Power. Jika interpolatornya Planar atau FEM nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap surface polynomial Order. Semakin besar power, akan semakin kecil pengaruh dari jarak. Nilai order 0 untuk planar menyebabkan interpolator akan cenderung untuk mengekstrapolasi kearah bidang horisontal. Sedangkan nilai order 1 menyebabkan interpolator planar cenderung mengekstrapolasi kearah bidang kemiringan terakhir yang terdapat dalam data. − Order yang dianjurkan untuk interpolator Planar adalah 0 atau 1. − Power yang dianjurkan untuk interpolator Height adalah 1. − Power yang dianjurkan untuk interpolator Inverse distance adalah 2 atau 3. − Order yang dianjurkan untuk interpolator FEM adalah 0. Surface Jika Inverse atau Height digunakan sebagai interpolator, nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap inverse distance Power. Jika interpolatornya Planar atau FEM nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap surface polynomial Order. Semakin besar power, akan semakin kecil pengaruh dari jarak. Nilai order 0 untuk planar menyebabkan interpolator akan cenderung untuk mengekstrapolasi kearah bidang horisontal. Sedangkan nilai 1 menyebabkan interpolator planar cenderung mengekstrapolasi kearah bidang kemiringan terakhir yang terdapat dalam data. − Order yang dianjurkan untuk interpolator Planar adalah 2 atau 3. − Order yang dianjurkan untuk interpolator FEM adalah 1. − Power yang dianjurkan untuk interpolator Height adalah 4. − Power yang dianjurkan untuk interpolator Inverse distance adalah 2 atau 3. Interpolator ini tidak dianjurkan untuk surface. Trend Jika Inverse atau Height digunakan sebagai interpolator, nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap inverse distance Power. Jika interpolatornya Planar atau FEM nilai yang dimasukkan akan berpengaruh terhadap surface polynomial Order. Semakin besar power, akan semakin kecil pengaruh dari jarak. Nilai order 0 untuk planar menyebabkan interpolator akan cenderung untuk mengekstrapolasi kearah bidang horisontal. Sedangkan nilai 1 menyebabkan interpolator planar cenderung mengekstrapolasi kearah bidang kemiringan terakhir yang terdapat dalam data. − Powerr yang dianjurkan untuk interpolator Height adalah 1. − Power yang dianjurkan untuk interpolator Inverse Distance adalah 2 atau 3. − Order yang dianjurkan untuk interpolator Planar adalah 0 atau 1. − Order yang dianjurkan untuk interpolator FEM adalah 0 atau 1. • Search Radius. Jarak jangkauan pembacaan data pada saat pemeriksaan model. Search radius menentukan daerah sekitar drill hole yang akan digunakan oleh interpolator untuk memilih dan menolak data yang akan digunakan dalam pemodelan. Search radius yang didefinisikan dalam sebuah schema tidak akan mempengaruhi nilai-nilai data pada saat diinterpolasi dalam Stratmodel. Search radius hanya berlaku pada saat table Stratmodel diinterogasi oleh modul Minescape (misalnya membuat output kontur). Search radius tidak digunakan untuk menentukan nilai-nilai data karena Stratmodel harus dapat menggunakan titik-titik diseluruh daerah project pada saat menentukan interpretasi nilai data. Semua interpolator Stratmodel membutuhkan paling sedikit tiga titik data untuk dapat menginterpolasi data. Oleh karena itu, Stratmodel harus dapat mencari keseluruh daerah project pada saat mengumpulkan titik-titik data untuk interpolasi untuk memastikan bahwa setiap unit modeling yang didefinisikan dalam schema akan dimodel. Panel Defaults • Extrapolation Distance. Menentukan sampai sejauh mana data akan diextrapolasi dari data terakhir yang ada. Data yang dimodel akan dipotong pada jarak ekstrapolasi. Ekstrapolation distance hanya akan digunakan selama pemeriksaan model dan tidak berpengaruh pada saat interpolasi data dalam pemodelan. • Minimum interval thickness. Nilai minimum ketebalan suatu interval yang dapat dimodel. Interval yang mempunyai ketebalan kurang dari nilai minimum yang didefinisikan tidak akan disertakan dalam pemeriksaan model. Minimum interval thickness hanya berlaku selama pemeriksaan model. Tips: Mengingat minimum interval thickness hanya berlaku pada saat model diperiksa, maka nilainya dapat dimodifikasi dan diberlakukan terhadap model stratigrafi tanpa harus membuat kembali modelnya. • Max Interval Thickness. Nilai maksimum dari ketebalan interval yang dapat dimodel. Jika interval berupa compound, maka ketebalan maksimum akan berupa TOTAL ketebalan interval dan splitnya. Jika ketebalan cenderung lebih besar dari nilai yang didefinisikan, maka akan dibatasi hingga nilai maksimum. Untuk interpolator Inverse dan Planar, nilai yang diinterpolasikan mungkin tidak akan mencapai nilai data yang terbesar dari interval. Akan tetapi pada interpolator Planar, nilai yang diekstrapolasi dapat mencapai nilai data. • Minimum parting thickness. Nilai minimum ketebalan parting yang dapat dimodel. Jika ketebalan parting kurang dari nilai minimum yang didefinisikan, maka parting akan dimodel sebagai interval resource (misalnya batubara). Jika terdapat lebih dari satu parting dalam sebuah interval, maka nilai minimum ketebalan akan diberlakukan untuk setiap intersection parting secara individual. Sebagai contoh, jika nilai minimum adalah 0.3 (meter) dan terdapat dua buah parting dengan ketebalan 0.1 dan 0.5, maka parting yang pertama (0.1) akan dimodel sebagai resource dan yang kedua tetap sebagai parting, sehingga total ketebalan parting yang dimodel hanya 0.5. • Maksimum parting thickness. Nilai maksimum ketebalan parting yang dapat dimodel. Sama dengan interval di atas, parting akan dibatasi hingga ketebalan maksimum yang didefinisikan dalam schema. Jika maksimum parting di set 0, maka parting tidak akan dimodel. • Minimum Separation. Jarak minimum antar dua split interval (elemental unit) untuk memisahkannya dari parent intervalnya (compound unit). Jika jarak tersebut kurang dari minimum yang ditentukan, maka kedua interval split tersebut akan dimodel sebagai parent interval. Untuk data drill hole yang mempunyai dua split didefinisikan sebagai Contigous tapi diberi nama split bukan parent unit. Jika jarak minimum diberi nila 0 atau lebih, maka interval tidak akan pernah split atau tetap dianggap parent interval, oleh karena itu jarak minimum harus dibuat sebagai nilai negatif agar kedua interval tersebut menjadi split. Tips : Minimum split separation hanya berlaku pada saat model stratigrafi diperiksa. Oleh karena itu, nilai yang didefinisikan dapat diubah dan digunakan tanpa harus membuat kembali model stratigrafi. Tab - Lithology Jika parting akan dimodel, kode litologi harus dibuat dalam form ini untuk membedakan interval resource dengan parting. Kode lithology yang didefinisikan dalam schema akan dimodel sebagai resources (batubara), sedangkan kode lainnya yang ada dalam interval akan dianggap sebagai waste. Kode litologi yang sama juga harus dibuat dalam data ASCII drill hole yang akan dimasukkan kedalam project. Pembuatan data secara terinci yang memasukkan interval dan parting akan sangat berguna pada saat mengkompositkan parting terhadap interval resource maupun terhadap interval waste. Kode litologi tersebut dapat dibuat oleh anda hingga maksimum 4 karakter dan hingga maksimum 20 macam kode litologi dapat didefinisikan pada form diatas. Jika anda memasukkan data drill hole hasil import dari Miner2, maka kode litologi untuk resource adalah CO. Parameter kode litologi adalah optional atau hanya diisi jika parting ikut dimodel. Jika parting tidak dimodel (maksimum dan minimum parting diisi 0 dalam modeling default pada layar sebelumnya), maka tab ini tidak akan aktif. Tab - Elements ![]() Elemental unit adalah unsur dasar dari suatu model stratigrafi. Elemental unit dapat berupa interval (seam tunggal atau seam spliting) dan surface (trend surface, limit of oxidation dsb.). Jumlah maksimum dari unit yang dapat dimasukkan adalah 420 Surface total. Hal tersebut berarti lebih dari 200 Interval dapat dimasukkan, karena satu Interval terdiri dari 2 buah Surface ( Roof dan Floor ). Jadi bila 200 buah Interval dimasukkan, maka hanya tersisa 20 Surface lagi yang dapat dimodel. Surface dapat berasal dari Minescape surface, maka jika demikian definisi surface Minescape akan digunakan bukan data drill hole atau survey. Expression surface tidak dapat digunakan dalam definisi elemental unit. Panel - Elemental unit • Name. Nama dari elemental unit yang akan dimodel. Semua elemental unit apakah itu surface atau interval harus didefinisikan sesuai dengan urutan startigrafi dari atas ke bawah. Hingga maksimum 16 karakter dapat dibuat untuk nama elemental unit. Tips : Walaupun nama dalam Minescape dapat didefinisikan hingga 16 karakter, tapi pada prakteknya nama unit Stratmodel harus dibuat lebih pendek sehubungan dengan masalah pada penamaan kolom-kolom table Stratmodel. Maksimum nama yang diperbolehkan bermacam-macam tergantung dari model option yang dipilih dan jumlah dari seam/unit. Untuk amannya nama unit harus dibatasi hingga 4 karakter. Surface grid Minescape yang didefinisikan dalam schema dapat dibuat namanya hingga 16 karakter. • Type. Elemental unit dapat berupa Surface atau Interval. Jika interval, maka akan dimodel sebagai roof, floor dan thickness. Jika surface, maka hanya dimodel satu surface tunggal saja tanpa thickness. Terdapat empat pilihan untuk menentukan bagaimana Surface atau Interval tersebut akan dimodel. Pilihan-pilihan dibawah ini akan mengatur kapan dan hingga tingkat apa unit lain dalam conformable sequences mempengaruhi pemodelan dari unit yang didefisikan. Contigous Bentuk susunan lapisan dimana floor dari lapisan yang berada diatas merupakan roof dari lapisan yang ada dibawahnya. Jadi lapisan contigous tidak mempunyai jarak interval antara lapisan atas dan bawah atau tidak mempunyai interbuden diantaranya. Data untuk floor dari lapisan contigous yang paling bawah tidak dibuat dalam kolom output table. Oleh karena itu dalam schema unit yang paling bawah tidak boleh didefinisikan sebagai contigous, mengingat tidak adanya data yang digunakan sebagai floor dari unit schema. Jika suatu unit akan dimodel sebagai contigous, maka data yang dimasukkan harus juga contigous, karena jika tidak maka akan muncul error. Contigous flag akan ditunjukkan pada bagian atas dari dua interval contigous. Jika data yang dimasukkan berupa contigous dan dimodel sebagai conformable, maka akan menyebabkan munculnya nilai interburden diantara kedua lapisan contigous tersebut. Conformable Bentuk susunan lapisan selaras yang mempunyai kesamaan stuktur umum. Unit yang dimodel akan mengacu pada data, tapi pada daerah dimana hanya sedikit atau tidak ada data sama sekali untuk unit tersebut, maka struktur dari unit tersebut akan mengacu atau mengikuti kecenderungan (trend) stuktur dari unit disekitarnya. Antara unit bagian atas dengan unit bagian bawah dipisahkan oleh interburden. Unit-unit conformable mungkin dapat saling bersentuhan, tapi tidak akan saling memotong. Umumnya dalam schema unit-unit didefinisikan sebagai conformable sequence, kecuali kondisi geologi yang ada mengharuskan dimodel dengan cara lain. Non conformable Unit dimodel tanpa adanya pengaruh dari unit lain yang berdekatan. Ketebalan antara unit bagian atas dengan yang dibawahnya tidak dimodel. Ini umumnya digunakan jika terdapat dua interval yang menerus dan dipisahkan oleh suatu interval yang tidak menerus, sehingga interval bagian atas adalah non-conformable terhadap interval yang tidak menerus. Transgresive Bentuk model yang tidak mempunyai kaitan dengan unit yang selaras. Unit tersebut dapat memotong urutan lapisan unit lain dalam lapisan yang selaras. Contoh dari bentuk model tersebut adalah muka air tanah atau batas zona pelapukan. • Unit relationship. Diisi bila bentuk model endapan merupakan gabungan dari conformable dan non conformable atau transgresive (misalnya jika memodel lapisan batubara dan interburden yang tidak menerus). Suatu interval dapat ditentukan sebagai conformable terhadap unit lain yang tidak berdekatan dengan interval tersebut pada urutan interval dibawahnya dalam drill hole. Field ini hanya berlaku jika suatu non-conformable unit telah didefinisikan antara unit yang diinginkan conformable. Tips: Unit yang didefinisikan dalam field ini harus berada dibawah unit yang digunakan. Unit-unit ini mungkin akan lebih mudah jika didefinisikan setelah semua nama unit telah dimasukkan. • Continuity. Jika diisi Continuous, berarti interval akan dimodel secara menerus walaupun tidak ada data yang tercantum dalam drill hole. Jika diisi Pinch, berarti interval akan dipenggal dalam model bila tidak ada data yang tercantum pada kedalaman yang seharusnya dalam drill hole. Jika diisi Zero, berarti missing interval akan dimodel dengan ketebalan nol (0). Panel - Advance Setting • Extrapolation distance, Minimum dan Maximum thickness Interval, Minimum dan Maximum Parting. Default bagi nilai masing-masing parameter tersebut sebetulnya telah kita definisikan pada layar Model parameters, jadi tidak perlu diisi, kecuali jika definisi khusus diperlukan bagi masing-masing unit atau unit tertentu. Jadi untuk setiap field diatas yang dikosongkan akan digunakan nilai defaultnya. Tab - Compound Compound Units didefinisikan untuk membuat model parent seam yang terdiri dari gabungan antara unit bagian atas dan unit bagian bawah.Unit bagian atas dan bawah tersebut bisa berupa Elemental unit atau Compound unit yang telah dibuat sebelumnya. Compound unit yang rumit dapat dibuat untuk interval yang mempunyai split lebih dari dua buah lapisan. Ini dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan elemental unit dan compound unit atau compound unit dengan compound unit untuk membuat compound unit lainnya. Kadang diperlukan pula kombinasi antara elemental unit dan compound unit yang tidak ada didalam data drill hole. Unit-unit yang tidak ada dalam data tersebut dapat dibuat, karena schema selalu mengartikan kembali compound unit kedalam elemental unit selama pembuatan model. Nilai untuk elemental unit tersebut dihitung dari parent unit dalam data menggunakan nilai data yang ada disekitarnya. Panel - Compound intervals • Name. Adalah nama interval yang harus dimasukkan sebagai Compound unit. • Upper. Unit bagian atas dari Compound unit tersebut. • Lower. Unit bagian bawah dari Compound interval tersebut. • Continuity. Jika diisi Continuous, berarti interval akan dimodel secara menerus walaupun tidak ada data yang tercantum dalam drill hole. Jika diisi Pinch, berarti interval akan dipenggal dalam model bila tidak ada data yang tercantum pada kedalaman yang seharusnya dalam drill hole. Jika diisi Zero, berarti missing interval akan dimodel dengan ketebalan nol (0) • Minimum separation. Jarak minimum antar dua split interval (elemental unit) untuk memisahkannya dari parent intervalnya (compound unit). Jika jarak tersebut kurang dari minimum yang ditentukan, maka kedua interval split tersebut akan dimodel sebagai parent interval. Jika field ini dikosongkan, maka nilai default yang didefinisikan pada layar Modeling default akan digunakan. Panel - Advance Setting • Extrapolation distance, Minimum dan Maximum thickness, Minimum dan Maximum parting. Default bagi nilai masing-masing parameter tersebut sebetulnya telah kita definisikan pada layar Model parameters, jadi tidak perlu diisi, kecuali jika definisi khusus diperlukan bagi masing-masing unit atau unit tertentu. Jadi untuk setiap field diatas yang dikosongkan akan digunakan nilai defaultnya. Tab - Survey ![]() Survey data dalam bentuk point string, line string atau poligon dalam design file dapat digunakan pada saat modeling. Data tersebut dapat digunakan sebagai roof, floor atau thickness, split line atau elevasi surface. Line string dibaca pada saat pembuatan model, jika terdapat Text dalam elemen tersebut, maka akan diabaikan. Hingga 150 buah layer berbeda yang berisi data survey dapat digunakan dalam pembuatan model. Data untuk setiap interval atau surface harus disimpan dalam satu design file dan hanya mempunyai satu masukkan pada layar. Jika data disimpan dalam layer yang berbeda-beda, maka harus dimasukkan dengan dipisahkan oleh koma untuk setiap nama layer. Survey data akan digunakan untuk menginterpolasi nilai yang hilang (missing value) selama pembuatan model dari table dan grid. Data tersebut tidak dimasukan keadalam table atau grid file, untuk menghindari agar data didalamnya tidak menjadi sangat besar. Jumlah maksimum dari titik drill hole dan data survey adalah 16.000 titik Panel - Survey Data • Unit name. Nama interval atau surface untuk survey data yang akan digunakan. Nama yang dimasukkan harus sebuah unit elemental atau compound yang didefinisikan pada schema. • Data type. Jenis surface dimana data akan diberlakukan. Data surface dapat diberlakukan terhadap suatu surface, roof dari interval, floor dari interval, garis batas split atau thickness. • Design file. Nama design file dimana data survey yang akan dimodel disimpan. • Search layer. Daftar nama layer yang berisi data survey yang akan dimodel. Hanya data untuk satu macam surface yang ada dalam layer tersebut. Jika layer lebih dari satu anda dapat memasukkannya dengan cara mengetikan nama masing-masing layer dengan dipisahkan oleh koma (LayerA1, LayerA2 dan seterusnya) atau menggunakan nama template (LayerA+). Tab - Conformable Conformable sequence adalah suatu paket stratigrafi yang terdiri dari unit-unit yang mempunyai kemiripan karakteristik secara stratigrafi dan struktural. Sebuah conformable sequence ditentukan dengan surface bagian atas dan bagian bawah yang membatasi kumpulan suatu unit baik elemental maupun compound. Hingga maksimum sepuluh (10) Conformable sequences dapat dibuat dalam sebuah schema, tapi umumnya pada endapan batubara hanya diperlukan dua atau tiga sequences saja. Unit-unit dalam conformable sequence yang berbeda tidak mempunyai hubungan satu sama lainnya, kecuali untuk surface yang membatasi conformable sequence. Paling sedikit harus terdapat satu conformable sequence untuk dapat membuat model stratigrafi. Bagian atas dari conformable sequence pertama adalah surface yang telah didefinisikan sebelumnya, yaitu surface topografi. Batas surface bagian bawah dapat didefinisikan oleh anda, yaitu oleh salah satu surface atau surface dari interval (roof atau floor) yang telah didefinisikan dalam schema. Jika conformable lain didefinisikan, maka batas bagian bawah dari conformable sequence sebelumnya adalah merupakan batas bagian atas conformable sequence selanjutnya. Panel - Conformable sequences • Name. Nama dari conformable sequences yang dapat dibuat, hingga maximum 16 karakter. • Trend Surface. Adalah Surface yang dapat dipilih sebagai kontrol struktur umum dari unit-unit dalam conformable sequence. Trend surface haruslah surface tunggal (bukan expresion surface) misalnya Horizon, Roof, Floor dan juga dapat berupa surface Minescape lainnya dari berbagai jenis seperti Grid, Table, Design file dan sebagainya. Semua surface tersebut harus telah dimasukan dalam definisi schema sebelumnya. Trend surface akan dimodel sebagai suatu surface dan semua unit-unit lain yang ada dalam conformable sequence yang sama akan dimodel mengikuti bentuk struktur dari trend surface tersebut. • Lowest Interval. Batas bagian bawah dari conformable sequences yang didefinisikan oleh suatu unit. Unit tersebut harus sudah didefinisikan didalam schema dan dapat berupa surface atau surface dari interval (roof atau floor). • Thickness interpolator • Surface interpolator • Trend Interpolator • Jenis Interpolator, Inverse Power dan Search Radius yang akan digunakan dalam interpolasi model dapat anda masukan untuk masing-masing jenis unit. Field ini berfungsi sama dengan field interpolator pada layar modeling default hanya disini anda dapat menentukan interpolator yang berbeda untuk setiap interval. Jika field ini dikosongkan, maka akan digunakan default Interpolator yang telah didefinisikan dalam layar Modeling default. Tab - Limits ![]() Poligon limit digunakan untuk mengontrol suatu daerah dimana suatu unit dapat ada atau tidak didalamnya. Umumnya dipakai untuk membuat model daerah Wash-out atau daerah lainnya dimana suatu unit dianggap tidak ada. Poligon yang akan digunakan sebagai limit harus dibuat terlebih dahulu dalam suatu design file. Jumlah poligon limit yang dapat dimasukkan kedalam model adalah 256 buah. Semua poligon yang dimasukkan tersebut harus berada dalam satu design file yang sama. Panel - Limit for Surfaces or Intervals • Design file. Nama design file dimana elemen poligon limit disimpan. • Kolom Name. Nama dari unit (surface atau interal) yang akan dipengaruhi oleh poligon limit. • Kolom Domain ID. Nomor ID dari elemen poligon limit. Anda dapat mempergunakan tombol mouse kanan kemudian pilih pick. • Kolom Inclusive?. Jika diisi Yes, maka surface atau interval yang terpengaruh akan dimodel untuk ada didalam poligon limit. Jika diisi No, surface atau interval akan dihilangkan dari model didalam poligon limit. Tab - Faults Fault atau patahan dapat disertakan dalam model dan akan mempengaruhi bentuk struktur dari suatu conformable sequence. Patahan yang yang akan dimasukkan dalam model haruslah dibuat terlebih dahulu didalam surface database (lihat bagian 5-1 bagaimana Membuat Patahan) sebelum didefinisikan dalam schema. Mengingat patahan diberlakukan terhadap conformable sequence, maka nama patahan serta conformable sequence yang dipengaruhi harus didefinisikan. Jumlah maksimum patahan yang dapat didefinisikan dalam schema adalah 200 buah. Panel - Fault Assigment • Fault design file. Nama design file dimana fault disimpan. • Fault Sequence. Nama conformable sequence yang telah didefinisikan didalam schema yang akan dipengaruhi patahan. • Fault. Nama patahan yang telah dibuat dan akan disertakan dalam model. Umumnya pada saat pertama kali membuat model patahan belumlah diinterpretasikan atau dibuat dalam database. Oleh karena itu jika belum ada patahan yang dibuat, maka biarkan form tersebut dikosongkan untuk sementara dan pembuatan definisi schema bisa diselesaikan. Jika schema telah selesai dibuat, maka jika angedit schema yang anda membuka kembali baik melihat atau maka secara otomatis akan dibuat dua Tab tambahan berikut. Tab - Status Form ini secara otomatis akan terisi apabila langkah-langkah dalam membuat model stratigrafi sudah dilakukan. Tab - Resolve Form ini secara otomatis akan terisi apabila langkah-langkah dalam membuat model stratigrafi sudah dilakukan. 2.2 Fungsi Schema Lainnya • Edit. Digunakan untuk untuk menrubah definisi schema baik secara keseluruhan maupun untuk masing-masing parameter. Form yang ditampilkan untuk editing sama dengan form pada pembuatan schema. • View. Digunakan untuk melihat setting schema yang telah dibuat. • Import. Digunakan untuk memasukkan definisi schema dalam format file ASCII. Umumnya file ASCII schema tersebut berasal dari project lain atau dari hasil penyimpanan (save) definisi schema. • Export. Digunakan untuk mengeluarkan definisi schema kedalam format file ASCII. File ASCII data schema yang dikeluarkan tersebut akan dismpan dalam folder <project>\data untuk dapat dipergunakan jika diperlukan atau ditransfer kedalam project lain. • Process. Digunakan untuk membuat model terdiri dari dua tahap, yaitu Build Table dan Build Grid. Fungsi ini sama dengan fungsi Model Geology yang ada dalam menu Model. Prosedur pembuatan model geologi diterangkan pada Bab 6 Membuat Model. Schema dapat pula diakses melalui MineScape Explore>Specs>schema, dimana terdapat beberapa fungsi lain yang tidak terdapat pada menu Schema, yaitu: • Delete. Digunakan untuk menghapus suatu definisi schema. • Copy. Berfungsi untuk menyalin sebuah schema kedalam nama schema yang lain. Nama schema yang akan dicopy harus dipilih, kemudian nama schema hasil copy akan diminta untuk dimasukkan. Nama schema yang baru (hasil copy) harus belum ada dalam project. • Rename. Berfungsi untuk mengganti nama sebuah schema kedalam nama schema yang lain. Nama schema yang akan diganti harus dipilih, kemudian nama schema baru akan diminta untuk dimasukkan. Nama schema yang baru (hasil copy) harus belum ada dalam project. 2.3 Set Schema Dalam sebuah project mungkin dibuat schema lebih dari satu. Oleh karena itu sebelum anda melangkah lebih lanjut pada pengoperasian berikutnya, anda harus mengatur schema yang akan digunakan terlebih dahulu agar semua pengoperasian dalam Stratmodel akan mengacu kepada definisi schema yang diatur tersebut. Schema dapat diatur melalui menu: SETUP>CURRENT MODEL • Masukkanlah salah satu nama schema yang telah dibuat, kemudian tentukan pula jenis model yang akan digunakan apakah Table atau Grid. Grid biasanya dipilih jika diperlukan pengoperasian model dengan cepat. • Pilih OK. 2.4 Mengatur Display Definition Data drill hole dalam design file disimpan sebagai graphical object. Oleh karena itu akan mempunyai atribut tampilan grafis seperti warna, line style dan sebagainya untuk setiap unit yang terdapat di dalam drill holes. Tampilan grafis atributes untuk unit-unit dalam drill hole dapat ditentukan dengan cara mengatur display definition nya, melalui menu: SETUP>DISPLAY DEFS Terdapat tiga fungsi pengaturan display definition, yaitu: 1. Surfaces. Digunakan untuk menampilkan output grafis surface, terutama dalam grafis section. Format nama display definition hasil pengaturan surface adalah Surf_<nama surface>. ![]() Masukkan nama surface yang terdapat didalam schema pada kolom Surface, setelah itu tentukan tampilan grafis warna pada field Colour, jenis garis pada Section Line Style dan tebal garis pada Section Weight dengan memilih nama-nama attribute melalui daftar pull down. 2. Intervals. Digunakan untuk menampilkan output grafis interval, terutama dalam grafis section. Format nama display definition hasil pengaturan interval adalah Int_<nama surface>. Masukkan nama unit yang terdapat didalam schema pada kolom Interval, setelah itu tentukan tampilan grafis warna pada field Colour. Tampilan unit pada grafis section dapat diatur melalui kolom-kolom section Section Line Style untuk jenis garis, Section Weight untuk tebal garis, Section Fill pattern, untuk jenis patern dan Section Pattern Size untuk ukuran pattern. Kolom Drill_Holes Line Weight untuk mengatur tebal garis unit-unit dalam drill hole. Semua nama interval dan surface harus dimasukkan jika ingin dibuat display definitionnya, tapi hanya atribut yang berbeda saja yang perlu dimasukkan. Jika kolom atribut dikosongkan, maka data terakhir yang dimasukkan akan digunakan, misalnya warna untuk interval pertama adalah merah (red), maka jika interval selanjutnya diatur agar mempunyai atribut warna yang sama, kolom atribut warna tidak perlu diisi, kecuali jika warnanya ingin diatur lain. 3. Drill Hole Update. Digunakan untik mengganti tampilan grafis drill holes. Format nama display definition hasil pengaturan interval adalah FH_<nama interval>. Fungsi ini dapat dijalankan jika drill telah diinput. Masukkan nama design file dan layer dimana data drill hole disimpan, kemudian tentukan display definition untuk tampilan grafis survey drill hole dan not log. |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
1. Pendahuluan Pemodelan Geologi adalah bagian awal dari suatu proses pembuatan perencanaan tambang. Pemodelan geologi mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan gambaran hasil interpretasi bentuk endapan batubara. Dari hasil pemodelan geologi kita dapat mengetahui konfigurasi seam, korelasi antar seam, bentuk serta struktur seam batubara. 1.1 Produk Mincom’s Stratmodel Stratmodel adalah salah satu aplikasi dari MineScape yang dirancang untuk membuat dan mengolah model tiga dimensi suatu endapan geologi yang berlapis terutama batubara atau endapan-endapan geologi berlapis lainnya seperti posfat atau bauksit. Stratmodel didasarkan pada prinsip umum stratigrafi terutama tentang urutan lapisan yang diendapkan pada suatu periode tertentu yang menerus atau selaras. Urutan lapisan selaras dalam Stratmodel dikenal dengan istilah Conformable Sequence, secara stratigrafi conformable sequence adalah merupakan suatu paket endapan yang mempunyai karakteristik stratigrafi dan struktural yang sama. Sesuai dengan prinsip stratigrafi tersebut, Stratmodel membuat model satu atau lebih conformable sequence dengan mengikuti pola kecenderungan struktur regional yang mempengaruhi seluruh bentuk lapisan. Susunan lapisan dalam suatu conformable sequence dimodel sedemikian rupa satu dengan yang lainnya sehingga tidak saling berpotongan. 1.2 Persiapan Membuat Model Membuat model stratigrafi adalah berupa suatu proses berkelanjutan, jika satu langkah telah selesai maka akan dilanjutkan ke langkah berikutnya. Oleh karena itu diperlukan suatu persiapan agar proses berjalan dengan lancar. Dibawah ini secara ringkas dijelaskan persiapan yang umumnya diperlukan dalam pembuatan suatu model stratigrafi. Beberapa dari persiapan yang diterangkan tidak berhubungan dengan Stramodel, tapi membantu untuk membuat project model yang lebih terorganisir. 1.2.1 Persiapan Project Suatu project telah disiapkan dengan luas daerah sekitar 5X5 km, dengan origin project pada koordinat X=5000, Y=5000 dan Z=0, yaitu project modtrain. Anda harus menentukan tujuan dari pembuatan model ini misalnya untuk keperluan evaluasi cadangan dan perencanaan tambang. Tentukan bagaimana anda akan memberi penamaan seperti nama seam, file data, design file, layer, dan sebagainya seperti contoh berikut. 1.2.2 Membuat Design File untuk Input dan Output Grafis Buatlah terlebih dahulu beberapa design file yang akan digunakan untuk keperluan input dan output grafis. Umumnya design file seperti contoh berikut dibuat untuk keperluan tersebut. 1.2.3 Membuat Diagram Hubungan Stratigrafi Gambarlah dalam kertas bagaimana unit-unit (seam dan surface) yang dimodel saling berkaitan. Ini akan membantu bagaimana unit-unit tersebut akan didefinisikan di dalam schema. Tentukan attribute-attribute jenis warna, bentuk garis dan fill patern yang akan digunakan untuk masing-masing unit model yang dibuat. Standarisasi attribute ini akan sangat berguna dalam proses pembuatan model sehingga tidak menimbulkan kebingungan antar user. Buat diagram conformable sequence (urutan perlapisan). Perlihatkan masing-masing sequence beserta unit yang dimodel didalamnya. Dibawah ini adalah gambaran konfigurasi stratigrafi seam batubara dari model geologi yan telah disediakan: 1.2.4 Menyiapkan Data Geologi Yang Akan Digunakan Dalam Model Pemodelan geologi bersumber dari data hasil eksplorasi baik berupa pemboran, pemetaan, analisis laboratorium dan survey topo. Selain data hasil eksplorasi data tambahan seperti data survey tambang yang berkaitan dengan seam misalnya data survey roof, floor, thikness atau batas pinchout juga dapat pula digunakan dalam pemodelan. Data Drill Hole Data drill hole yang digunakan dalam pemodelan terdiri dari dua jenis data, yaitu data Survey (lokasi drill hole) dan data Lithology (interval atau surface intersection). Kedua data tersebut umumnya dibuat dalam file ASCII dengan format yang sesuai dengan standard Stratmodel atau format yang ditentukan sendiri. Data survey dan lithology umumnya dibuat secara terpisah, walaupun keduanya dapat disimpan dalam file ASCII yang sama, tapi format datanya harus diatur sehingga dapat dikenali oleh stratmodel. Stratmodel tidak mengharuskan data dimasukkan dalam format khusus. Walaupun beberapa jenis format data standar telah disediakan seperti Geodas2, Miner2, Incline drill hole dan sebagainya. Contoh format data standard tersebut dapat anda lihat pada lampiran A, Format Data. Pada project latihan telah disiapkan dua buah data dengan format yang ditentukan sendiri, yaitu untuk survey dh_surv.dat dan untuk lithology dh_lith.dat. Dibawah ini adalah contoh format dari masing-masing data: ![]() Data Hasil Analisis Kualitas Data hasil analisis kualitas (quality) umumnya dibuat dalam file ASCII dengan format yang sesuai dengan standard Stratmodel atau format yang ditentukan sendiri. Stratmodel tidak mengharuskan data dimasukkan dalam format khusus. Walaupun beberapa jenis format data standar telah disediakan seperti Geodas2, Miner2, Incline drill hole dan sebagainya. Contoh format data tersebut dapat anda lihat pada lampiran A, Format Data. Pada project latihan telah disiapkan data dengan format ditentukan sendiri, seperti contoh dibawah ini: Data Topografi Data topografi umumnya disiapkan dalam file ASCII dengan format text XYZ atau dengan format DXF. Data topografi bisa berasal dari hasil survey, foto udara maupun laser. Semua jenis data tersebut dapat dibuat dalam dua format di atas. Pada project latihan ini telah disiapkan data topo hasil survey dalam format DXF, yaitu topodat.dxf dan disimpan dalam folder Autocad. Data Tambahan Data tambahan berupa data survey tidak disediakan untuk latihan ini, mengingat data harus berupa hasil survey aktual ditambang, misalnya roof dari suatu seam. Selain itu harus dipastikan terlebih dulu bahwa data survey yang akan dimasukkan tidak akan menyebabkan konflik dengan data drill hole. Hal ini sering terjadi dimana acuan koordinat atau metoda survey yang digunakan berbeda antara survey tambang dengan survey drill hole. 1.2.5 Membuat Model Topografi Model (surface) topografi harus dibuat terlebih dahulu sebelum pemodelan geologi dilakukan. Walaupun Stratmodel dapat membuat model geologi tanpa model topografi, akan tetapi hasilnya tidak akan bagus dan akurat. Suatu model topografi yang baik akan menghasilkan model yang lengkap dan akurat. Model topografi dapat dibuat dalam format grid maupun triangle. Kedua jenis file tersebut saat ini bisa diterima oleh Stramodel. Jenis grid umumnya dibuat jika data yang diproses sangat besar dimana model ingin dibuat sangat halus melalui proses smoothing dan dengan ekstrapolasi. Jenis triangle lebih mudah untuk dibuat, tanpa ekstrapolasi dan dengan sedikit smoothing, agak kasar tapi cukup mewakili bentuk aktual terutama daerah yang sudah terganggu (ditambang). Pada latihan ini model topo akan dibuat sebagai triangle dan prosedurnya adalah sebagai berikut: 1. Jalankan MineScape, pilih Project Name modtrain dan Application MineScape. 2. Masukkan data topo DXF kedalam design yang telah dibuat, yaitu topo melalui: MineScape Explorer>Design Files>Import>DXF 3. Masukkakn file topodat.dxf pada field Input DXF/DWG File, kemudian isi field Output Design File dengan Topo dan Layer Topo_Dat. 4. Anda dapat memeriksa hasilnya dengan membuka design file topo, layer Topo_Dat di MineScape. 5. Berikutnya membuat model topo triangle melalui: Model>Triangles>Design 6. Masukkan nama design file topo dan layer Topo_Dat pada panel Input, kemudian pada panel Triangles masukkan nama Topo_tri untuk Triangle File, Layer dan Surface Name. Pada Tab-Option isi field convexcity 5. 1.3 Memulai Pemodelan Jika semua persiapan di atas selesai dilaksanakan, maka untuk memulai project Stratmodel, jalankan MineScape, pilih Project Name yang akan digunakan yaitu modtrain, kemudian pilih Application Stratmodel. Atau, jika project telah dibuka dengan aplikasi lain misalnya MineScape, maka anda bisa memulai Stratmodel dengan memilih menu Page>Open Product>Stratmodel atau mengantinya dengan memilih menu Page>Change Product>Stratmodel. Membuat model stratigrafi adalah berupa suatu proses berkelanjutan, jika satu langkah telah selesai maka akan dilanjutkan ke langkah berikutnya. Langkah pembuatan model tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menentukan Aturan-Aturan Pemodelan. 2. Memasukkan Data Drill Hole kedalam Design File 3. Memeriksa dan Validasi data 4. Membuat Model 5. Memeriksa dan Validasi Hasil Pemodelan. 6. Memodel Quality. 7. Membuat Output Grafis 8. Menghitung Resources Pada Bab-bab berikutnya buku ini akan menjelaskan dengan terinci masing-masing langkah pembuatan model. |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
3. Data Drill Hole Data drill hole yang dimasukkan ke dalam project Stratmodel akan disimpan dalam sebuah design file sebagai graphical object yang terdiri dari nama seam, kedalaman dan sebagainya. Oleh karena itu data drill hole akan mempunyai atribut tampilan grafis seperti warna, jenis garis dan sebagainya untuk setiap unit yang terdapat di dalam drill holes. 3.1 Format Data Data survey drill hole dapat diinput bersamaan dengan data lithology. Seperti dijelaskan dalam Bab 1 Pendahuluan, bagian Persiapan Pemodelan. Data survey dan lithology bisa dimasukkan berdasarkan format standard atau format yang ditentukan sendiri. Pada latihan ini data survey (untuk drill hole vertical) dan lithology telah disediakan dalam format yang ditentukan sendiri, oleh karena itu agar dapat dimasukkan kedalam Stratmodel harus dibuat terlebih dahulu spesifikasi untuk format data tersebut. Untuk data survey pemboran miring (inclined) data yang disiapkan disesuaikan dengan format standard yang ada, yaitu inclined_d. Berikut ini adalah prosedur bagaimana membuat spesifikasi format data survey (untuk drillhole vertikal) dan lithology. 3.1.1 Membuat Spesifikasi Format Data Survey MINESCAPE EXPLORER>SPECS>DRILLSURVFORMAT>CREATE Pada prinsipnya membuat format data didalam startmodel adalah menentukan format kolom-kolom yang diinput meliputi jenis kolom, posisi kolom dan lebar kolom. Format kolom terdiri dua jenis, yaitu: Fixed, Posisi kolom ditentukan pada posisi awal karakter di cell karakter, sedangkan lebar kolom ditentukan dengan jumlah cell karakter. Sebagai contoh posisi start 1 (karakter pertama dari kolom ada di posisi cell karakter pertama), length 10 (lebar 10 cell karakter). Untuk jenis fixed format nama kolom yang diinput harus di tick (ditandai). Non-Fixed, posisi ditentukan berdasarkan urutan dan pemisahan spasi (space delimited), sedangkan lebar kolom tergantung jumlah maksimum karakter dari data. Sebagai contoh posisi start 1 (mulai dari karakter 1) dan token 2 (urutan pengambilan/posisi kolom ke dua). Untuk jenis Non-fixed format nama kolom yang diinput tidak di tick (tidak ditandai). Isilah field-field dari kolom-kolom yang akan diinput saja, misalnya untuk data survey kolom yang diinput adalah Hole Name, Easting, Northing, Elevation dan Depth. Field-field lainnya bersifat optional atau dapat ditentukan jika terdapat pada sumber data atau diperlukan. Penjelasan tentang data lainnya dapat dibaca pada lampiran A Format Data. 3.1.2 Membuat Spesifikasi Format Data Lithologi MINESCAPE EXPLORER>SPECS>DRILLLITHFORMAT>CREATE Isilah field-field dari kolom-kolom yang akan diinput saja, misalnya untuk data lithology kolom yang diinput adalah Hole Name, Topo Depth, base Depth, dan Stratigraphic Unit. Field-field lainnya bersifat optional atau dapat ditentukan jika terdapat pada sumber data atau diperlukan. Penjelasan tentang data lainnya dapat dibaca pada lampiran A Format Data. 3.2 Memasukkan Data Drill Hole Jika format data sudah dibuat, maka data drill holes dari file ASCII dapat mulai dimasukkan. Untuk memasukan file ASCII data drill hole pilih menu: DRILLHOLES>IMPORT Panel Input Masukkan nama file ASCII survey dan lithology pada field yang disediakan. Panel Output Masukkan nama output design file dan layer dimana data drill hole akan disimpan. Masukkan nama output report untuk survey dan lithology pada field-field yang disediakan. Panel Controls Pilih nama spesifikasi format survey dan lithology yang telah dibuat sebelumnya, yaitu dh_surv dan dh_lith untuk drillhole vertikal dan inclined_d dan dh_lith untuk drillhole miring. Pilih Replace Drill Holes dan Replace Stratigraphic Unit. Load Schema Unit dapat dipilih jika unit-unit yang ingin dinput hanya yang terdaftar atau didefinisikan pada schema saja. Tampilan warna grafis dari drill hole dan not loged juga bisa ditentukan dengan memilih satu display definition warna dari daftar pulldown. Data drill hole yang dimasukkan ke dalam project Stratmodel akan disimpan dalam sebuah design file. Jika anda mempunyai file Data drill hole lebih dari satu baik untuk survey maupun lithology, maka data tersebut dapat disimpan dalam satu layer atau lebih, tapi tetap dalam satu design file. Keuntungan menyimpan data drill hole dalam beberapa layer yang berbeda adalah cukup banyak, diantaranya menyimpan data pemboran quality (lubang bore core) dalam layer yang berbeda dengan data drill hole lainnya. Selain itu misalnya terdapat data pemboran yang baru dan belum diperiksa, maka data tersebut dapat dimasukkan kedalam layer yang lain terlebih dahulu untuk divalidasi, jika sudah benar kemudian dapat dipindahkan pada layer dimana data drill hole lama disimpan. 3.3 Membuat Data Drill Hole Melalui Stratmodel Selain diimport data drill hole dapat pula dimasukkan secara manual satu persatu melalui Stratmodel, tentu saja ini hanya dilakukan jika data yang diinput hanya sedikt, untuk data yang banyak lebih efektif melalui fasilitas import. Untuk membuat data drill hole dapat dilakukan melalui menu: DRILLHOLES>CREATE Semua data harus diketikkan secara manual pada field-field yang telah disediakan sperti nama drill hole, nama layer, easting, northing, elvation dan sebagainya. 3.4 Mengedit Drill Hole Data drill hole yang telah dimasukkan kedalam project dapat diedit melalui menu: DRILLHOLES>EDIT Pada form yang ditampilkan pilih nama drill hole yang ingin diedit pada field name, kemudian ganti nilai-nilai yang diinginkan pada field-field yang ada. 3.5 Mengeluarkan Data Drill Hole Data drill hole yang ada didalam project baik survey maupun lithology dapat dikeluarkan kedalam file ASCII dan disimpan dalam folder <project>\data. Hal ini akan berguna jika data yang ada didalam drill hole telah diedit dan divalidasi dan dikeluarkan untuk mengganti file yang sebelumnya. Untuk mengeluarkan data drill hole dapat dilakukan melalui menu: DRILHOLES - EXPORT Panel – Input Pilih nama design file dan layer dimana data drill hole disimpan. Panel – Output Tandai data yang dikeluarkan (survey dan lithology), kemudian ketikan ouput file ASCII untuk survey dan lithology. Jangan pilih fiel Append jika anda ingin mengganti file yang telah ada. Pilih Append jika ingin menambahkan data kedalam file yang sudah ada. Panel Controls Pilih format untuk output file yang diinginkan atau telah dibuat sebelumnya. |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
4. Pemeriksaan Drill Holes Pemeriksaan database drill hole berfungsi untuk memeriksa data drill holes dengan tujuan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dari data tersebut, sebelum model dibuat. Sebagai contoh kesalahan penamaan seam, kesalahan urutan, kesalahan atau kesalahan-kesalahan pada saat pengetikan data. Pemeriksaan drill hole dapat dilakukan baik secara grafis maupun non grafis melalui fungsi menu: 1. Drill Holes Information 2. Drill Holes graphics. 4.1 Drill Hole Information 4.1.1 Statistic DRILLHOLES>INFORMATION>STATISTICS Panel - Schema.
Panel - Schema.
Panel - Input • Design file. Nama design file dimana data drill hole disimpan.
Tab - Contour
Tab – Domain
Tab - Limits
Tab - Display 4.3.2 Post
Tab - IO (Input – Output)
Tab - Control Objek postline dapat dibuat dengan menggunakan menu:
Gambar 4–2: Pengaturan letak text post
Tab - Display
Tab - IO (Input – Output)
Tab - Sections
Tab –Controls
Tab - Display
|
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
5. Patahan Patahan (fault) didefinisikan sebagai sebuah elemen garis dalam design file yang dapat terdiri dari beberapa vertex hingga maksimum 500 buah. Patahan disimpan sebagai objek graphics dalam design file dimana pada setiap vertex-nya selain menyimpan data koordinat juga menyimpan data nilai Throw dan Dip. Throw hanya perlu dimasukkan untuk titik-titik yang mewakili atau dimana data ingin dimasukkan. Interpolasi antar titik throw adalah linear, oleh karena itu peubahan nilai throw sepanjang patahan haruslah bertahap untuk menghindari adanya kejanggalan dalam model. Throw tidak harus mempunyai nol pada titik awal atau akhir didalam daerah project, misalnya untuk patahan yang bersifat regional yang mempengaruhi seluruh project dan diluar batas project. Nilai throw dan dip dapat pula dimasukkan negatif, misalnya untuk jenis patahan gunting (scissor fault) yang mempunyai nilai throw positif dan negatif. Jika nilai throw positif dan dip =90°, maka patahan tersebut adalah berupa patahan vertikal (Vertikal Fault), dip <90°, maka patahan tersebut adalah berupa patahan naik (Reverse Fault), sedangkan untuk dip >90° adalah patahan normal (Normal Fault). Besar sudut dip harus dimasukkan untuk setiap vertex, karena jika tidak maka patahan akan dianggap 90 derajat atau Vertical Fault. Gambar 5-1: Jenis patahan Untuk patahan vertikal elevasi dari vertex tidak begitu penting, tetapi nilainya tetap harus dimasukkan, karena data patahan tersebut disimpan dalam design file 3D yang mengharuskan adanya nilai Z. Untuk patahan reverse dan normal elevasi dari vertex sangatlah penting, sehingga harus diisi dengan benar, karena patahan akan diproyeksikan pada suatu elevasi yang ditentukan terhadap semua surface yang terdapat dalam model. Ketentuan untuk membuat sebuah garis patahan adalah bahwa bagian bidang patahan yang naik (Upthrow) berada disebelah kanan dari garis patahan, kalau dilihat dari arah posisi titik awal ke titik terakhir garis tersebut seperti terlihat pada Gambar 5-2. ![]() Sebagai tambahan dari data dalam setiap vertex, nilai era dan extent dapat dimasukkan sebagai bagian dari definisi suatu patahan. Era digunakan untuk menentukan urutan proses patahan atau periodenya didalam model sehingga akan berpengaruh pada saat menentukan throw, akan dilihat patahan yang mana terlebih dahulu diproses sesuai dengan urutan eranya. Extent adalah jarak lebar dimana pengaruh garis patahan berlaku terhadap model. Pada versi Stratmodel ini patahan yang bercabang tidak dapat didefinisikan atau tidak ada fungsi yang khusus menangani patahan tersebut. Akan tetapi untuk mengatasinya, dapat dilakukan degan membuat cabang patahan mengikuti garis patahan utamanya seperti terlihat pada contoh Gambar 5-3. Pada contoh tersebut total throw berlaku pada lokasi dimana kedua patahan mempunyai titik-titik throw yang sama, yaitu 13 (8-+15). Pada titik-titik pertemuan kedua patahan koordinat harus ditempatkan pada posisi yang persis sama. Jika patahan telah dibuat dalam Stratmodel, maka harus didefinisikan dalam schema (lihat Bab 2, definisi patahan dalam schema). Jika patahan tidak dimasukkan ke dalam schema, maka tidak akan disertakan atau berpengaruh pada model yang akan dibuat. 5.1 Membuat Patahan FAULTS>CREATE Tab - Header Panel - Fault Header. • Fault Design File. Pilih nama design file dimana fault akan disimpan. • Fault Name. Ketikkan nama patahan hingga maksimum 16 karakter. • Description. Ketikakan keterangan hingga maksimum 40 karakter • Fault Layer. Ketikkan nama output layer yang berisi patahan. • Fault Era. Digunakan untuk menentukan urutan proses patahan yang dimulai pada Era1, Era2 dan seterusnya. Dapat dikosongkan atau diisi Angka 1 sampai dengan 100. • Fault Extent. Jarak lebar kedua sisi dari garis patahan dimana model akan terpengaruh. • Fault strike. Tab - Vertex Panel - Fault Vertices. • Easting, Northing, Elevation, Throw dan Dip. Diisi untuk setiap vertex secara manual atau dengan cara menelusuri vertex darai suatu garis yang telah ada dengan memilih tombol Pick Vertex pada bagian bawah form. Untuk patahan vertikal elevasi tidak begitu penting, tapi tetap harus diisi. Jika nilai dip dikosongkan, maka akan dianggap 90 derajat atau vertikal. Throw dapat diisi pada vertex-vertex yang mewakili saja. 5.2 Edit Patahan Patahan dapat diedit menggunakan menu: FAULTS - EDIT Form untuk mengedit patahan sama dengan form untuk membuat patahan. 5.3 Meng-Import Patahan Patahan juga dapat dimasukkan kedalam project dengan cara mengimport file ASCII yang berisi data patahan. Format data ASCII untuk patahan dapat berupa format standar atau format lain (lihat lampiran 1). FAULTS>IMPORT Panel - Input • Data File. Pilih nama file ASCII dari data patahan yang akan dimasukkan. Panel - Output • Fault Design File. Pilih nama design file dimana patahan akan disimpan. • Fault Layer. Ketikkan nama output layer yang berisi patahan. • Append. Jika check box dipilih dan terdapat nama patahan yang sama dalam stratmodel, maka akan dihapus dan kemudian diganti oleh patahan yang baru dimasukkan. • Title. Keterangan patahan (opsional). 5.4 Mengeluarkan Data Patahan Patahan yang terdapat didalam project dapat dikeluarkan datanya engan cara meng-exportnya ke dalam file ASCII. FAULTS>EXPORT Panel Input • Fault Design File. Pilih nama design file dimana patahan disimpan. • Fault names. Pilih daftar nama patahan datanya yang akan dikeluarkan atau dipilih berdasarkan Era nya. • Fault Eras. Digunakan sebagai alternative pemilihan patahan jika nama patahan tidak dipilih.. Panel - Output • Data file. Ketikkan nama output file ASCII. 5.5 Memproses Data Menggunakan Patahan 5.5.1 Membuat Trace Patahan dalam sebuah Surface Digunakan untuk membuat perpotongan antara patahan-patahan dengan suatu surface. Patahan-patahan baru dapat dibuat didalam design file dimana fault disimpan dan perpotongan dengan surface. Poligon-poligon hasil trace patahan dapat pula dibuat kedalam sebuah design file. Patahan miring akan mempunyai pengaruh trace yang berbeda-beda untuk setiap surface. Trace tersebut digambarkan sebagai suatu polygon dimana salah satu bagiannya terletak pada bagian yang naik dan lainnya pada bagian yang turun. FAULTS>PROCESS>TRACE Panel - Schema • Name. Nama schema yang digunakan. • Model Type. Nama jenis model yang digunakan. Panel - Input • Fault Design File. Masukkan nama design file dimana patahan disimpan. • Fault names. Pilih daftar nama patahan datanya yang akan dikeluarkan atau dipilih berdasarkan Era nya. • Fault Eras. Digunakan sebagai alternative pemilihan patahan jika nama. • Surface. Pilih nama surface digunakan untuk intersection. Panel - Fault Trace Polygon Output • Design File. Pilih nama design file untuk output polygon. • Layer. Ketikkan nama layer dimana output polygon akan disimpan. • Display definition. Pilih nama display definition yang akan digunakan untuk output polygon. Panel - Output of New Faults Jika Patahan baru ingin dibuat, maka panel ini harus diisi, jika tidak biarkan kososng. • Layer. Ketikkan nama layer untuk output patahan baru. • Trace Name Prefix/Suffix. Trace dibuat sebagai polygon, agar dapat diidentifikasikan untuk setiap trace surface yang berbeda-beda, maka diperlukan nama awalan atau akhiran. Panel - Controls. • Sampling Interval. Jarak antar titik sample yang digunakan untuk membuat tambahan vertices agar dihasilkan trace yang lebih akurat. Jika diisi, maka patahan akan disampling ulang. Jika dikosongkan, maka akan digunakan vertex asli patahan. 5.6 Menentukan Intersection Patahan dalam Drill Hole Fungsi ini digunakan untuk menemukan perpotongan dari patahan-patahan dengan drill holes, kemudian hasilnya dikeluarkan sebagai laporan atau sebagai pilihan dapat ditampilkan sebagai point strings (titik-titik grafis). FAULTS>PROCESS>INTERSECTIONS Panel - Input • Design File. Pilih nama design file dimana drill hole disimpan. • Search Layers. Pilih daftar nama layer yang berisi data drill hole. • Fault design file. Pilih nama design file dimana patahan disimpan. Panel - Output • Output graphics. Jika dipilih, maka output point string akan dibuat dan dimasukkan kedalam design file. Jika output grafis tidak dipilih maka kolom-kolom berikut tidak perlu diisi. • Kolom Fault. Masukkan daftar nama patahan dimana intersection-nya dengan drill hole diinginkan. • Kolom Layer. Kettikan nama output layer dimana point string hasil intersection akan disimpan. Ouput pointstring dapat disimpan dalam layer yang berbeda-beda untuk setiap patahan atau dalam layer yang sama. • Kolom Append. Jika nama layer yang sama sudah ada, maka anda dapat memilih untuk ditambahkan (pilih check box) atau diganti (tidak memilih check box). • Report File. Kettikan nama output laporan dimana koordinat titik-titik hasil intersection akan disimpan. • Report title. Kettikan text hingga maksimum 32 karakter, yang akan digunakan sebagai judul dari output laporan. 5.7 Menyesuaikan Patahan dengan Intersection dalam Drill Hole Suatu Intersection patahan dalam drill hole ditandai dengan jenis field yang diberi nama FAULT. Dip dari patahan yang ada dapat disesuaikan agar posisinya sesuai dengan drill hole. FAULTS – PROCESS – FIT Panel - Input Drill Holes with fault Intersections • Design File. Pilih nama design file dimana drill hole disimpan. • Search Layers. Pilih daftar nama layer yang berisi data drill hole. Panel - Input Faults with Other Fault Intersections • Fault Design File. Pilih nama design file dimana patahan disimpan. • Kolom Fault. Masukkan daftar nama patahan yang akan disesuaikan. • Kolom Design file. Masukan daftar nama design file dimana fault disimpan. • Kolom Search layer. Masukkan daftar nama layer dimana fault disimpan. Panel - Output • Report File. Kettikan nama output laporan dimana detail perubahan yang dibuat akan disimpan. • Report title. Kettikan text hingga maksimum 32 karakter, yang akan digunakan sebagai judul dari output laporan. Panel - Controls • Honour Knows Dips? Pilihan yang dapat digunakan untuk memilih apakah dip patahan yang ada ingin tetap digunakan (chek box dipilih) atau diganti dengan dip baru yang diambil hasil intersection dengan drill hole (check box tidak dipilih). |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
6. Membuat Model Stratigrafi Terdapat dua jenis model stratigrafi yang dapat dibuat, yaitu table dan grid stratigrafi. Pemeriksaan model dapat dilakukan baik terhadap model table maupun grid. Pada kasus tertentu pemeriksaan dapat dilakukan hanya melalui model table dan tidak perlu membuat model grid. Ini hanya mungkin dilakukan jika jumlah drill hole yang diproses sedikit, mengingat waktu pemrosesan data oleh table jauh lebih lambat dari grid. Oleh karena itu untuk jumlah drill hole yang banyak, akan lebih efisien jika pemeriksaan dilakukan terhadap model grid. Catatan: Terlepas dari jumlah drill hole yang diproses sedikit atau banyak, direkomendasikan untuk selalu melakukan pemeriksaan model terhadap grid saja, mengingat proses pemeriksaan akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan table file. Stratmodel menggunakan data drill hole sebagai dasar pembuatan model stratigrafi. Pada saat pembuatan model dilakukan, data drill hole dimasukkan kedalam sebuah table file yang telah ditentukan dalam schema. Jumlah maksimum drill hole yang dapat dimodel adalah 16.000, ini termasuk titik-titik survey. Jika patahan diikutkan dalam model, beberapa atau semua drill hole mungkin dibagi menjadi beberapa bagian untuk memodel conformable sequence yang berbeda. Jumlah 16.000 termasuk split drill hole. Pada saat data dimasukkan kedalam table, semua nilai surface dan interval dibuat lagi untuk semua drill hole. Nilai-nilai tersebut dapat terdiri dari dua jenis: 1. Nilai yang dibaca dari surface dan interval dalam data drill hole dan langsung disimpan dalam table. 2. Nilai untuk interval dan surface yang tidak terdapat dalam data drill hole, kemudian diinterpolasi nilainya. Stratmodel menginterpolasi ketebalan dan surface secara masing-masing menggunakan interpolator yang didefinisikan dalam schema. Nilai-nilai hasil interpolasi untuk interval dan surface di rekonsiliasi untuk memastikan menerus kebawah drill hole. Setelah semua data dari drill hole dimodel dalam table, maka kemudian model dapat ditransfer kedalam model grid jika diinginkan. Model grid file memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan dengan model table, tapi model grid hasil transfer mungkin kasar terutama jika interpolator Planar digunakan. Grid tersebut kemudian dapat diperhalus menggunakan salah satu pilhan yang disediakan. 6.1 Membuat Model Table Stratigrafi MODEL>GEOLOGY>TABLE Panel - Schema. • Name. masukkan nama schema yang digunakan untuk membuat model. Panel - Input • Design File. Masukkan nama design file dimana data drill hole disimpan • Search Layer. Pilih daftar nama layer yang berisi data drill hole yang akan digunakan untuk membuat model. • Hole Name Template. (optional) Selain dari design file drill hole dapat pula dipilih berasal dari GDB. Untuk memilih dari GDB, sumber drill hole harus diatur terlebih dulu menggunakan menu Setup>Current Model, kemudian pilih check Box Use Database Drill Holes. Anda juga harus terhubung ke GDB database, kemudian pilih nama template dari drill hole. Catatan: Pilihan ini tidak dipraktekkan pada latihan ini, mengingat GDB harus diinstall dan project databse harus sudah dibuat. Panel - Output • Report File. Ketikkan nama output file laporan yang berisi rincian log proses pemodelan. Panel - Controls • Modelling Step. Pembuatan model stratigrafi mencakup eksekusi beberapa module MineScape. Eksekusi module ini dapat dijalankan semuanya sekaligus bersamaan dengan memilih All, atau masing-masing secara bertahap: − Initialise. − Load Interpolate. − Resolve. − Review. − Re-interpolate. − Missing Resolve2. Tahapan-tahapan di atas berkaitan dengan module yang dijalankan untuk meyelesaikan proses pemodelan. Tidak selalu harus menjalankan kembali semua tahapan module, akan lebih cepat untuk memodel ulang dari tahap interpolate atas perubahan parameter jika data telah dimasukkan. • Load Survey as Drill Holes. Jika check box dipilih semua data survey yang digunakan dalam model akan diubah menjadi drill hole object untuk tujuan pembuatan model. Panel - Optional • Penetration File. Suatu Interval mungkin tidak terpenetrasi oleh drill hole, baik diatas elevasi collar maupun dibawah elevasi total depth. Hal ini kadang menyebabkan interval menjadi terpotong dalam model. Untuk mengatasi masalah ini, suatu file data penetrasi dapat dibuat yang berisi daftar interval yang ada di atas dan/atau di bawah drill hole. Proses pemodelan kemudian akan mengacu pada daftar interval pada file penetrasi dan akan memodel interval di atas dan/atau dibawah drill hole. Pilihan ini akan sangat berguna untuk memodel interval didaerah subcrop dimana interval umumnya telah tererosi dan tidak terpenetrasi oleh drill hole. Juga sangat berguna untuk memodel interval yang tidak terpenetrasi karena kedalaman drill tidak cukup. File penetrasi dapat dibuat, baik melalui MineScape atau menggunakan editor Wordpad dan disimpan dalam folder <project>\data. Setiap baris data penetration berisi informasi untuk satu drillhole. Informasi tersebut dibuat dalam format bebas dan harus terdiri dari nama drill hole, nama interval yang ada di atas dan/atau di bawah drill hole. Jika diperlukan anda juga dapat mendefinisikan interval yang ada di atas dan di bawah dalam satu baris. Jika ada interval diatas bor tetapi tidak ada interval di bawah bor maka isi interval yang ada di bawah dengan mengetikkan ‘ ‘. Dibawah ini adalah contoh file penetrasi: • Constrain file. Sebagai tambahan constrain dari interval/surface dalam drill hole tertentu juga dapat ditentukan. Perpotongan interval atau surface seharusnya tidak muncul dalam drill hole dimana constrain untuk interval atau surface ini telah didefinisikan dalam file data constrain. Setiap baris file data constrain harus terdiri dari nama drill hole, nama interval atau surface, jenis constrain ( bisa lebih besar (>) atau lebih kecil (<) dan nama surface atau interval (optional) sebagai batas constrain. Jika tidak ada interval atau surface constrain, akan diasumsikan bahwa batas constrain adalah bagian atas drill hole > atau bagian bawah drill hole (>) Berikut adalah contoh data constrain: P004 S100 > W Artinya dalam bor P004, S100 harus dimodel diatas W. S100 tidak perlu ada dalam data drill hole sedangkan W harus ada dalam drill hole. • Sheet Spec. Pilih nama spesifikasi sheet yang akan digunakan untuk menentukan batas sheet. Jika tidak diisi, maka batas sheet tidak digunakan. Pada proses pembuatan model ini semua data drill holes disimpan ke dalam table file yang namanya telah didefinisikan dalam schema yang digunakan dan disimpan dalam folder <project>\tables. 6.2 Mentransfer Table File kedalam Grid File dan Memperhalus Grid Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemeriksaan model dapat dilakukan baik terhadap table file maupun grid file. Pemeriksaan model terhadap grid jauh lebih cepat, oleh karena itu table model harus ditransfer kedalam model grid. MODEL>GEOLOGY>GRID Panel - Schema. • Name. Nama schema yang digunakan. Panel - Create Grid • Grid Spec. Pilih nama grid spec yang terdapat dalam project/telah dibuat untuk menentukan spesifikasi dari grid file yang akan dibuat (origin, cell size dsb). Grid spec tidak selalu harus sama dengan grid spec yang digunakan untuk memodel surface topografi, akan tetapi jika tidak sama maka model tidak akan diinterpolasi diluar data topo. • Resolve Node Values. Jika check box dipilih, maka semua informasi (surface, interval, data survey) digunakan untuk membetulkan suatu nilai dalam sebuah grid node dengan menggunakan metoda Least Square untuk tujuan hasil yang terbaik. Jika check box tidak dipilih, metoda least square mungkin tidak digunakan untuk membetulkan data. Akan tetapi, bagaimanapun jika tidak dipilih dan dijumpai adanya kejanggalan-kejanggalan module tetap akan menggunakan metoda tadi. Panel - Smooth • Smooth Surface and/or Thickness. Anda dapat memilih apakah surface saja, interval saja atau keduanya (both) yang akan diperhalus. Jika interpolator planar digunakan (umumnya thickness), maka hasil model akan kasar (terlihat menyudut) dan harus dihaluskan untuk menghilangkannya dengan tetap memperhatikan data. • Smoothing Type. Terdapat lima pilihan smoothing, yaitu: − Harmonic. Suatu proses iterative digunakan dalam kaitannya dengan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan untuk smoothing thickness karena tidak trent. − Direct. (Direct FDM Harmonic). Ini bukan proses iterative dan mengabaikan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan untuk smoothing thickness karena tidak trent. − Biharmonic. Suatu proses iterative digunakan dalam kaitannya dengan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan hanya untuk smoothing surface mengingat hasil ekstrapolasi yang jauh dari data mungkin trend. − Least Square. (Least Square FDM Harmonic). Ini bukan proses iterative dan mengabaikan parameter untuk jumlah passes. Direkomendasikan hanya untuk smoothing surface mengingat hasil ekstrapolasi yang jauh dari data mungkin trend. − Miss. Mengatur nilai-nilai yang jauh dari data agar missing. • Number of smoothing passes. Jumlah dari pengulangan penghalusan yang diinginkan. Jumlah smoothing tergantung dari jenis smoothing dan jumlah pasa smoothing. Hanya Harmonic dan Biharmonic dapat dihaluskan dengan beberapa jumlah pengulangan. Direct dan Least square tidak menggunakan pengulangan, oleh karena itu, untuk kedua pilhan terakhir tersebut, field ini akan diabaikan walaupun diisi angka jumlah pengulangan. Smoothing tidak mempengaruhi node-node grid yang berdekatan dengan titik data (data tetap dihonour). Hanya node-node grid yang jauh dari titik data yang nilainya terpengaruh oleh smoothing. Pada proses pembuatan model ini data dari table ditransfer ke dalam grid file yang namanya telah didefinisikan dalam schema yang digunakan dan disimpan dalam folder <project>\grids. 6.3 Membuat Model Non-Schema Jika model geologi akan digunakan pada program lain diluar Stratmodel (software Mincom lain atau non micom), maka model tersebut baik table maupun grid harus dirubah ke dalam suatu model Non-Schema. Model Non-Schema berisi nilai-nilai untuk setiap elevasi surface serta setiap roof dan floor dari interval. Status flag dan nilai effective distance untuk setiap surface dihilangkan sehingga hanya tinggal nilai-nilai yang memang seharusnya ada untuk setiap surface dan interval. Untuk membuat resolved grid model: MODEL – GEOLOGY – NONCSHEMA GRID Tab – IO (Input dan Output) Panel - Schema • Name. Nama schema yang digunakan. • Model type. Jenis model yang digunakan apakah Table atau Grid. Panel - Input • Use all surface. Check box dipilih atau tidak. • Use all interval. Check box dipilih atau tidak. • Surface to model. Jika check box tidak dipilih, maka nama surface yang akan dimodel harus dimasukkan. • Interval to model. Jika check box tidak dipilih, maka nama interval yang akan dimodel harus dimasukkan. Panel - Output • Grid file. Nama output grid file. Tab - Control Panel - Controls • Grid spec. Nama grid spec yang ada dalam project dan akan digunakan dalam membuat resolve model. • Surface prefix. Pada saat grid dibuat, maka secara otomatis nama surface juga akan dibuat dan disimpan dalam direktori surface database. Mengingat nama surface disimpan dalam satu direktori yang sama, maka nama awalan surface perlu dimasukkan agar jika telah terdapat nama surface didalamnya baik yang berasal dari nama grid file yang sama atau yang lain tidak akan terubah definisinya atau nama surface tidak akan tertukar antara satu grid dengan grid yang lainnya. • Replace existing values. Jika nama grid file telah ada dalam project, valuenya dapat diganti dengan yang akan dibuat. Terdapat beberapa pilihan untuk menetukan data yang akan dimasukkan kedalam output grid, yaitu: • Clip to Topo. Value-value interval dan surface diatas topo dalam Stratmodel datanya tetap disimpan, tapi dalam model Non-Schema value-value tersebut dapat dihilangkan. • Clip to Sequence Limit. Mirip seperti diatas akan tetapi value-value dapat dihilangkan pada batas tiap conformable sequence. • Limit Extrapolation?. Batas ekstrapolasi tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema dapat diberlakukan. • Apply Limit Area?. Limit area tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema ini dapat diberlakukan. • Limit Thickness?. Batas minimum dan maksimum ketebalam interval tidak diberlakukan terhadap value didalam Stratmodel, tapi dalam model Non-Schema ini dapat diberlakukan. • Aplly Splitting? Interval dalam grid Stratmodel disimpan sebagai elemental unit. Dalam model Non-Schema interval dapat disimpan sebagai parent/split interval (Check box dipilih) atau tetap dibiarkan sebagai elemental unit (Check box tidak dipilih). Catatan: Semua Interval dalam grid Stratmodel disimpan sebagai value dari elemental unit, karena Compound unit hanya sebagai definisi saja (tidak ada valuenya). • Select Model Values According to Faults?. Jika check box tidak dipilih, maka patahan tidak akan berpengaruh terhadap model Non-Schema yang dihasilkan. Jika check box dipilih, maka model Non-Schema dapat dipengaruhi oleh salah satu sisi patahan. Nama patahan harus dimasukkan bersama-sama dengan sisi dari patahan yang akan dimodel tersebut. • Include Topography in Output Model? Data topografi dalam Stratmodel dapat diikutkan dalam output model Non-Schema dengan memilih pilihan ini. • Faults. Daftar nama patahan yang harus dimasukkan. • Sides. Bagian sisi patahan yang dapat dipilih (left, right, above dan below). |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
7. Pemeriksaan Model
Panel - Schema
Input untuk membuat statistik Model MXL ini hampir sama dengan Model Statistic, kecuali terdapat bagian Input Expression to Evaluate dimana anda harus memasukkan daftar expression yang diinginkan. Hingga maksimum 20 expression dapat dimasukkan dalam daftar tersebut.
Panel - Schema
7.2.2 Perkiraan Model MXL
Panel - Schema
7.3 Report Value Model
Prosedur pengisian data kedalam form ini mirip dengan form fungsi Statistic MXL reports, kecuali tambahan field Include hole name (hanya untuk model jenis table) yang berarti jika check box dipilih, maka nama drill hole akan dicantumkan atau disertakan dalam output filenya.
Panel - Schema
Detect Anomaly
|
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
8. Output Grafis
Untuk membuat kontur dari surface masukkan nama surface yang akan dibuat, sedangkan untuk interval masukkan nama interval dan atributnya (roof, floor, thickness, parting, overburden, interburden atau coal).
Tab - Domain
Tab - Limits
Tab - Display
Tab - Attributes
Tab – Controls
Tab - Domain
Tab - Limits
Tab - Display 8.1.3 Membuat Kontur Dari sebuah Expression
8.1.4 Membuat Kontur Garis Crop
Tab - Countour
Tab - Countour
Tab - Countour
• Minimum dan maximum level. Menentukan range dari elevasi batas pinchout terendah hingga yang tertinggi, misalnya dari elevasi -100 hingga elevasi +100 m. 8.1.7 Membuat Multi Extent
Tab – IO (Input and Output)
Tab – Sections
Tab - Controls
Tab - Display Panel - Section Display
|
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
9. Quality
Panel - Quality Name
Panel - Qualities
Panel - Quality Model
Pilih nama model quality yang digunakan sebagai acuan pada field Quality Model.
Nilai-nilai default dapat ditentukan dan diberlakukan untuk semua interval pada field Global Default for Resource dan untuk semua dilution pada field Global Default for Dilution. Nilai default yang berbeda-beda dapat juga ditentukan untuk masing-masing Interval, yaitu dengan memasukkan masing-masing nama interval pada kolom Intervals dan nilai-nilai default yang digunakannya pada kolom Resources dan Dilution. Jika kolom-kolom tersebut dikosongkan, maka nilai default global akan digunakan.
Tab - Qualities
Tab - Format
Tab - Columns
9.6.1 Komposit terhadap Drill Hole
Tab - Columns
Tab - Qualities
Tab - Output
Tab - Controls
Tab - Contour
Tab - Domain
Tab - Limits
Tab - Display
Tab - Qualities
Tab – Controls |
|
Minescape/Stratmodel
Author:Administrator
10. Coal Resources Suatu sumberdaya geologi adalah bagian dari suatu deposit yang secara bentuk dan kuantitas memilki prospek ekonomis untuk ditambang. Lokasi, kuantitas, kualitas, karakteristik geologi dan kontiuitas sumber dayanya telah diketahui. Diperkirakan atau diinterpretasikan dari bukti geologi tertentu. Sumberdaya batubara dapat ditaksir berdasarkan pada suatu standar yang umum yang dipakai diindustri tambang seperti SNI (Standar National Indonesia), USGS (United State Geological Survey), Australian Standard atau JORC Code. Secara umum semua standar memberikan suatu petunjuk untuk penaksiran sumber daya, yaitu berdasarakan jarak (radius) pengaruh dari suatu Point of Observasion atau Measurement. Point of Observasion adalah suatu lokasi yang diketahui dari lapisan batubara di permukaan (outcrop) atau dibawah permukaan seperti bore core, downhole geophysical log dan/atau bore cutting none core yang telah diteliti, diukur dan/atau ditest di laboratorium. 10.1 Coal Resources Classification Coal resources dibagi-bagi sesuai dengan tingkat kepastian geologinya kedalam klasifikasi/katagori Measured, Indicated dan Inferred. Measured Resources - Adalah bagian dari suatu sumber daya batubara dimana kuantitas dan kualitasnya dapat ditaksir dengan suatu tingkat kepastian yang tinggi, didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari point of observasion dengan spacing yang cukup dekat untuk memastikan kontiuitas geologi dan kualitasnya. Indicated Resources - Adalah bagian dari suatu sumber daya batubara dimana kuantitas dan kualitasnya dapat ditaksir dengan suatu tingkat kepastian yang resonable, didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari point of observasion yang cukup untuk memperkirakan kontiuitasnya, tapi spacing terlalu jauh/tidak sesuai untuk memastikan kontinuitas geologi dan kualitasnya. Inferred Resources - Adalah bagian dari suatu sumber daya batubara dimana kuantitas dan kualitasnya hanya dapat ditaksir dengan suatu tingkat kepastian yang rendah, didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari point of observasion yang tidak cukup untuk memperkirakan kontiuitasnya. Penaksiran kontinuitas geologi dan kualitas pada katagori ini dapat berubah secara significant pada eksplorasi lanjutan. 10.2 Penaksiran Coal Resources Penaksiran coal resources adalah suatu prosedur yang umum dilakukan di perusahaan tambang baik untuk keperluan laporan eksplorasi maupun tambang. Coal resources hanya dapat ditaksir dari data yang diambil dari points of observation saja. Interpretative data yang dikumpulkan dari hasil interpreasi atau metoda tidak langsung (seismic, magnetic, gravity dan survey geologi atau geophysic lainnya) tidak dapat digunakan untuk penaksiran sumber daya batubara. Penaksiran tonase coal resources dihitung berdasarkan luas area, ketebalan dan density dari batubara. Untuk katagori JORC density yang digunakan adalah insitu density (bukan relative density). Cadangan batubara harus ditaksir dan dilaporkan untuk setiap individual seam atau group seam dalam deposit. Seam yang dimasukkan dalam suatu group harus terdiri dari seam-seam yang letaknya secara stratigrafi dapat dianggap sebagai suatu entity atau berkaitan. Selain itu resources harus dibagi dan dilaporkan berdasarkan pada “key variable” seperti ketebalan, range kedalaman, parameter quality, pertimbangan geologi atau teknis. Dibawah ini adalah contoh beberpa kriteria yang ditentukan oleh masing-masing standard. Jarak Radius Australian Standard Measured – 500 m dari tititk observasi Indicated – 500 m sampai 1000 m dari tititk observasi Inferred – 1000 m sampai 4000 dari tititk observasi USGS Standard Measured – 400 m dari tititk observasi Indicated – 400 m sampai 1200 m dari tititk observasi Inferred – 1000 m sampai 4800 dari tititk observasi Parameter Lain Secara umum standar klasifikasi juga memberlakukan parameter-parameter lain seperti misalnya Coal Rank, Minimum Thickness dan Batasan Kedalaman (Depth Limit). Ketebalan minimum batubara pada standar USGS tergantung dari coal rank, misalnya 0.35cm untuk bituminous, sedangkan Australian standard dapat didasarkan pada technical justification. Pembagian batas kedalam pada standar USGS adalah <150m untuk open cut dan >150m untuk underground mining, sedangkan Australian standard dapat didasarkan pada technical justification. Catatan: Untuk penjelasan lebih detail anda dapat mengacu ke: “Geological Survey Circular 891 - Coal Resource Classification System of the U.S. Geological Survey”, 1981. “Australian Guidelines for Estimating and Reporting of Inventory Coal, Coal Resources and Coal Reserves”, edition 2003. 10.3 Perhitungan Resources Menggunakan Stratmodel Perhitungan resources berdasarakan standar di atas dapat dilakukan menggunakan Stratmodel dengan tahapan prosdur seperti dijelaskan berikut: 1. Membuat design file yang akan digunakan untuk menyimpan grafis perkiraan resources. 2. Membuat post drillhole dari setiap seam yang akan dihitung resourcesnya. Post drill hole ini akan digunakan sebagai points of observasion. 3. Membuat garis subcrop setiap seam yang akan dihitung resourcesnya. 4. Membuat polygon batas sheet. 5. Membuat suatu polygon area berdasarkan jarak radius dari point of observasion. 6. Memodifikasi polygon-polygon area yang telah dibuat untuk menentukan daerah Measured, Indicated dan Inferred. 7. Membuat surface expression untuk digunakan batasan kedalaman dalam perhitungan resources. 8. Menghitung resources masing-masing katagori dengan memberlakukan parameter-parameter lain seperti minimum ketebalan dan batas kedalaman. 9. Membuat laporan hasil perhitungan resources. 10.3.1 Membuat Design File Pilih MINESCAPE EXPLORER>DESIGN FILES>CREATE Ketikan nama design file yang akan dibuat pada field Name, misalnya resources, kemudian pilih OK untuk mulai membuatnya. 10.3.2 Post Drill Hole Post drill harus dibuat terlebih dahulu untuk masing-masing seam atau group seam yang akan digunakan sebagai point of observasion dalam latihan ini. Prosedur pembuatan post drill hole sama seperti telah dibahas secara detail pada Buku Petunjuk Stratmodel bagian Pemeriksaan Database Drill Hole. Untuk keperluan perhitungan resources, pada pembuatan post drill hole perlu ditambahakan pilhan selection expression seperti contoh dibawah ini. Pilih menu: DRILL HOLES>GRAPHICS>POST Tab - IO Panel - Input Plilih nama design file dan layer-layer dimana data drill hole disimpan pada field-field yang disediakan seperti contoh form di atas. Kemudian S400 dipilih pada field Intervals to Post untuk seam yang akan dihitung. Panel - Output Pilih nama output design file (yang telah dibuat) dan layer dimana post drill hole akan disimpan. Tab - Controls Pada field Selection Expression ketikkan TOTALTHICK (‘S400’) > 0. Ekspresi ini akan menghasilkan post untuk drill hole yang ada seam S400 saja dan drill hole lainnya tidak di post. Ekspresi TOTALTHICK digunakan agar dapat berlaku baik untuk seam elemental maupun compound. Untuk fiel-field lainnya isi sesuai keperluan atau seperti contoh diatas. Tab – Display Isi field-field seperti contoh di atas, kemudian Pilih Apply atau OK untuk mulai membuat post drill hole. 10.3.3 Membuat Garis Subcrop Garis subcrop yang berupa garis batas kontinuitas batubara di dekat permukaan harus dibuat untuk digunakan sebagai batas perhitungan resources. Garis subcrop yang dibuat adalah garis subcrop dari floor seam yang akan dihitung. Pilih menu GRAPHICS>EXTENT>SUBCROP Tab – Contour Isi field-field yang diperlukan seperti contoh form di atas, S400_floor dipilih pada field Surface untuk dibuat subcropnya. Tab – Domain Semua field tidak diisi dibiarkan kosong. Tab - Limit Semua field dapat dibiarkan kosong atau diisi sheet spec jika ingin membatasi output pada batas sheet tertentu. Catatan: Penjelasan detail prosedur membuat garis subcrop dapat dibaca pada Buku Petunjuk Stramodel bagian Output Grafis. 10.3.4 Membuat Polygon Batas Sheet Polygon sheet dapat dibuat melalui menu Graphics>Ancillaries>Sheet. Polygon ini kemudian akan digunakan untuk membatasi daerah polygon yang akan dihitung resourcesnya. Panel - Input
Catatan: Pada versi 4.115c, fungsi menu di atas adalah berupa user command tambahan dan tidak ada pada produk standar. Pengguna dapat meminta user command ini ke PT Mitrais Indoservices untuk diinstall. Fungsi ini akan menjadi bagian produk standar pada versi MineScape berikutnya. Panel - Input/Output • Design File. Pilih nama design file dimana input post drill holes untuk resources disimpan. Design file yang sama akan pula digunakan untuk menyimpan output grafis polygon yang dibuat. • Layer Append. Pilih check box jika output ingin ditambahkan ke layer yang ada atau biarkan tidak dipilih jika ingin overwrite. • Kolom Layer Name. Pilih nama layer dimana input post drill hole disimpan. • Kolom Surface. Pilih nama surface yang akan digunakan sebagai acuan penentuan jarak radius pengaruh. Untuk deposit dengan kemiringan dip <30° digunakan jarak datar, sedangkan deposit dengan dip >30° umumnya digunakan jarak miring. Jika jarak datar digunakan, pilih surface yang datar misalnya Elevasi0 (surface expression yang dibuat terlebih dulu) dan untuk jarak miring pilih floor dari seam yang dihitung, misalnya S400_Floor. • Kolom Output Layer. Ketikkan nama layer yang diinginkan untuk output masing-masing polygon. Nama layer ini kemudian akan digabungkan dengan nama yang dimasukkan pada kolom Layer Suffix. Panel - Controls. • Merge Polygon. Output polygon dapat dipilih apakah akan digabungkan menjadi satu polygon untuk setiap kategori dengan memilih check box ini atau jika tidak dipilih maka polygon akan dibuat untuk masing-masing tititk drill hole. • Kolom Distance. Masukkan jarak raidus pengaruh yang diberlakukan bagi masing-masing katagori sesuai standar yang dipakai. • Kolom Display Definition. Pilih nama display definition yang akan diberlakukan untuk penampilan grafis masing-masing polygon. Jika sudah selesai, pilih OK atau Apply. Hasil polygon dapat anda lihat pada design file layer yang dipilih sebagai output menyimpan grafis. Catatan: Pada versi 4.115c, fungsi merge polygon tidak akan berfungsi jika polygon-polgon yang akan digabungkan salaing berpotongan kedalam dan keluar polygon. Jika ini terjadi, maka bebnerapa polgon harus digabungkan secara manual. 10.3.6 Memodifikasi Polygon Area Polygon area yang dibuat melalui fungsi di atas, harus dimodifikasi untuk membuat polygon akhir yang mewakili masing-masing katagori, yaitu dengan membuat polygon donut dan meng-clip masing-masing polygon pada batas subcrop. Membuat Polygon Donut Polygon donut harus dibuat untuk membatasi area antara measured dengan indicated dan antara indicated dan inferred. Prosedurnya adalah sebagai berikut: 1. Buat current layer baru, misalnya S400_Pol_All, kemudian tampilkan layer polygon measured, polygon indicated dan polygon inferred sebagai layer on. 2. Duplikat ketiga polygon yang ada kedalam current layer dengan menu Edit>Duplicate. Setelah selesai layer off kan semua layer polygon. 3. Pilih menu Draw>Polygon>Donut, setelah itu pilih polygon Indicated terlebih dulu, kemudian pilih polygon Measured sebagai Centre Polygon. 4. Ulangi pembuatan polygon donut untuk inferred dengan memilih polygon Inferred terlebih dulu, kemudian pilih polygon Indicated sebagai Centre Polygon. 5. Setelah polygon donut selesai dibuat, hapus polygon hasil duplikat Indicated dan Inferred saja dan biarkan polygon Measured. Hasilnya akan terlihat seperti contoh dibawah. Clip Polygon di Batas Subcrop 10.3.8 Menghitung Resources
Tab - Setup
Panel - Input Polygons
Tab - Intervals
Tab - Geology
Tab - SurfSets
Tab – Benches Catatan: Pilihan bench umumnya tidak digunakan dalam perhitungan resources, karena pembagian biasanya berdasarkan kedalaman. Bench umumnya didefinisikan sebagai batas interval elevasi tertentu dan biasanya digunakan dalam perhitungan mining reserves.
Tab - Qualities
Panel Input
Laporan hasil perhitungan akan disusun berdasarkan pembagian subset akan seperti contoh di bawah.
|
Powered by AlphaContent 4.0.13 © 2005-2010 - All rights reserved









