Beranda Mining Geology Survey Minerals Heavy Equipment Surface Mining Kamus Tambang Minescape Surpac Mining Act Mining Live Download

Popular

Latest News

Welcome To Boss Tambang

Beranda » Mining

Mining (64)

Artikel Tentang Trading Batubara & Dunia Tambang

Tambang, Eksplorasi, Mining Act, Mining Live

RSS Feed

Results 1 - 10 of 64

1. Prospeksi
  • Currently 1.63/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.6/5 (8 votes)
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Tambang
Prospeksi Merupakan kegiatan penyelidikan, pencarian dan atau penemuan endapan mineral berharga yang merupakan tahap awal eksplorasi pada suatu daerah berdasarkan data geologi, geokimia dan geofisika. Secara umum aliran kegiatan industri pertambangan dimulai dengan tahapan prospeksi yang kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi. Tahapan ini mempunyai resiko yang sangat tinggi (high risk), karena berhubungan dengan resiko geologi. Pada saat memasuki tahapan pre-studi kelayakan (prefeasibility study) sampai dengan tahapan studi kelayakan (feasibility study), resiko kegagalan mulai diperkecil.

Kegiatan eksplorasi menurut UU No. 11 tahun 1967 berupa penyelidikan geologi pertambangan, yang berarti suatu penerapan ilmu geologi terhadap operasi penambangan. Dasar suatu operasi penambangan ialah kepastian geologi dan ekonomi tentang adanya suatu kuantitas (tonase atau volume) bahan galian, yang disebut sebagai cadangan.

Kepastian dari segi ilmu geologi itu antara lain berkenaan dengan :

1. Keanekaragaman mineral yang ada dalam bahan galian,
2. Perubahan kandungan mineral bijih akibat struktur atau lingkungan geologi, dan
3. Kemungkinan geologinya adanya sejumlah cadangan lain di tempat sekitar letakan yang sudah diketahui.
 
prospeksi

Sedangkan kepastian ekonomi, yang datanya berdampak terhadap ongkos penambangan, ditentukan antara lain oleh dimensi-dimensi letakan bahan galian dipermukaan maupun bawah-permukaan, variasi kuantitas terhadap kualitas, keanekaragaman sifat teknis batuan dan sifat aliran air-tanah, serta daya dukung batuan terhadap limbah. Komoditas sumberdaya alam umumnya dan khususnya komoditas sumberdaya mineral, merupakan barang nyata yang dapat memenuhi segera permintaan pasar dan dapat diukur dengan nilai uang.
 
Sedangkan cadangan bijih atau mineral belum merupakan barang nyata, meskipun informasi cadangan dalam prakteknya dapat diperdagangkan, dan tidak termasuk komoditas sumberdaya mineral. Sesudah sumberdaya mineral diambil dari kedudukan alaminya, maka ia menjadi komoditas sumberdaya mineral. Contoh komoditas sumberdaya mineral misalnya ialah logam aluminium, batubara bersih yang telah ditambang.

Dalam pelaksanaannya, eksplorasi seperti disebut dalam UU tahun 1967 didahului oleh adanya suatu kegiatan yang disebut sebagai Penyelidikan Umum. Penyelidikan umum ini disebutkan sebagai penyelidikan secara geologi umum atau geofisika, di daratan, perairan, dan dari udara, segala sesuatu dengan maksud untuk membuat peta geologi umum atau menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian pada umumnya. Adanya letakan bahan galian yang ditetapkan pada penyelidikan umum lebih lanjut diteliti secara seksama pada tahap eksplorasi.
 

 

[Top]

Friday, 17 April 2009 | 2079 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
2. Tahapan Kegiatan Eksplorasi
  • Currently 1.63/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.6/5 (8 votes)
Mining/Eksplorasi
Author:Administrator
Tags: Eksplorasi, Tambang
Eksplorasi mineral itu tidak hanya berupa kegiatan sesudah penyelidikan umum itu secara positif menemukan tanda-tanda adanya letakan bahan galian, tetapi pengertian eksplorasi itu merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan yang terdiri dari :

1. Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan umum) dengan tujuan mencari prospek,
2. Penilaian ekonomi prospek yang telah diketemukan, dan
3. Tugas-tugas menetapkan bijih tambahan di suatu tambang
 
Di Indonesia sendiri nama-mana dinas atau divisi suatu organisasi perusahaan, lembaga pemerintahan serta penelitian memakai istilah eksplorasi untuk kegiatannya yang mencakup mulai dari mencari prospek sampai menentukan besarnya cadangan mineral. Sebaliknya ada beberapa negara, misalnya Perancis dan Uni Soviet (sebelum negara ini bubar) yang menggunakan istilah eksplorasi untuk kegiatan mencari mineralisasi dan prospeksi untuk kegiatan penilaian ekonomi suatu prospek (Peters, 1978). Selanjutnya istilah eksplorasi mineral yang dipakai dalam buku ini berarti keseluruhan urutan kegiatan mulai mencari letak mineralisasi sampai menentukan cadangan insitu hasil temuan mineralisasi. Selanjutnya istilah eksplorasi mineral yang dipakai dalam buku ini berarti keseluruhan urutan kegiatan mulai dari mencari letak mineralisasi sampai menentukan cadangan insitunya.

Pentahapan Dalam Perencanaan Kegiatan Eksplorasi

1. Tahap Eksplorasi Pendahuluan

Menurut White (1997), dalam tahap eksplorasi pendahuluan ini tingkat ketelitian yang diperlukan masih kecil sehingga peta-peta yang digunakan dalam eksplorasi pendahuluan juga berskala kecil 1 : 50.000 sampai 1 : 25.000. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah :

a. Studi Literatur

Dalam tahap ini, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.
 
b. Survei Dan Pemetaan

Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting.
 
Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara (sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).
 
Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.).

Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

eksplorasieksplorasi
 
2. Tahap Eksplorasi Detail

Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997). Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (rapat), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%), sehingga dengan demikian perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti dan resiko dapat dihindarkan.

Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya.

3. Studi Kelayakan

Pada tahap ini dibuat rencana peoduksi, rencana kemajuan tambang, metode penambangan, perencanaan peralatan dan rencana investasi tambang. Dengan melakukan analisis ekonomi berdasarkan model, biaya produksi penjualan dan pemasaran maka dapatlah diketahui apakah cadangan bahan galian yang bersangkutan dapat ditambang dengan menguntungkan atau tidak.


[Top]

Monday, 20 April 2009 | 5678 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
3. Kegiatan Eksplorasi
  • Currently 1.56/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.6/5 (9 votes)
Mining/Eksplorasi
Author:Administrator
Tags: Eksplorasi, Tambang
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Kegiatan Eksplorasi

1. Tujuan Eksplorasi

Tujuan kegiatan ekpslorasi antara lain untuk mengetahui :

a. Melokalisasi suatu endapan bahan galian :
*) Eksplorasi pendahuluan/prospeksi dan
*) Eksplorasi detail

b. Endapan/bijih yang dicari : sulfida, timah, bauksit, nikel, emas/perak, minyak/gas bumi, endapan golongan C, dll.

c. Sifat tanah dan batuan :
*) untuk penambangan,
*) untuk konstruksi,
*) dll.

2. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang :

a. Peta dasar sudah tersedia/belum.

b. Peta geologi/topografi (satelit, udara, darat).

c. Analisis regional :
*) Sejarah,
*) Struktur/tektonik, dan
*) Morfologi.

d. Laporan-laporan penyelidikan terdahulu.

e. Teori-teori dan metode-metode lapangan yang ada.

f. Geografi :
*) Kesampaian daerah (desa/kota terdekat, transportasi),
*) Iklim/musim (cuaca, curah hujan/banjir),
*) Sifat angin, keadaan laut, gelombang, dll.,
*) Tumbuhan, binatang, dan
*) Komunikasi.

g. Sosial budaya dan adat istiadat :
*) Sifat penduduk,
*) Kebiasaan,
*) Pengetahuan/pendidikan,
*) Mata pencaharian, dll.

h. Hukum :
*) Pemilikan tanah,
*) Ganti rugi, dan
*) Perizinan.

3. Pemilihan Metode

Metode eksplorasi yang digunakan umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

a. Cara tidak langsung :
*) Geofisika dan
*) Geokimia.

b. Cara langsung :
*) Pemetaan langsung dan
*) Pemboran.

c. Gabungan cara langsung dan tak langsung.

Gambar :

EKSPLORASIeksplorasi


4. Pemilihan Alat
Pemilihan alat tergantung pada hal-hal berikut :
a. Metode yang dipilih,
b. Keadaan lapangan,
c. Waktu,
d. Alat yang tersedia,
e. Biaya, dan
f. Ketelitian yang diinginkan.

5. Pemilihan Anggota Tim/Tenaga Ahli

Suatu tim kegiatan eksplorasi umumnya terdiri dari :
a. Ahli geologi,
b. Ahli geofisika,
c. Ahli geologi tambang,
d. Ahli geokimia,
e. Operator alat,
f. Dll.

6. Rencana Biaya

Rencana biaya harus dipertimbangkan secara matang karena berkaitan dengan nilai investisasi yang dilakukan, dan umumnya meliputi biaya pembukaan lahan untuk base camp, persiapan sarana dan prasarana (peralatan), biaya operasional selama survei, renumerasi (penggajian), akomodasi dan kebutuhan logistik, serta pajak.

7. Pemilihan Waktu Yang Tepat

Waktu kegiatan juga harus ditentukan secara tepat, misalnya disesuaikan dengan kondisi iklim setempat serta trend kondisi politik, ekonomi atau investasi saat itu. Tidak akan memungkinkan dilakukan suatu kegiatan eksplorasi di suatu daerah yang sedang berkecamuk perang atau terdapat gangguan keamanan.

8. Penyiapan Peralatan/Perbekalan

a. Peta Dasar,

b. Alat Surveying/Ukur Atau GPS (Global Positioning System),

c. Alat Kerja :
*) Alat geofisika
*) Kompas
*) Alat sampling
*) Meteran
*) Palu
*) Kantong contoh
*) Altimeter
*) Geochemical kit
*) Alat bor
*) Dll
d. Alat tulis,

e. Alat komunikasi,

f. Keperluan sehari-hari (makan-tidur-mandi, dll.), dan

g. Obat-obatan/p3k.

Setelah sampai di lapangan (lokasi), maka hal-hal yang harus diperhatikan (disiapkan) adalah :

a. Membuat base camp,

b. Mencek peralatan/perbekalan,

c. Melakukan quick survey di daerah penyelidikan, untuk menentukan langkah-langkah yang lebih lanjut, serta

d. Melakukan evaluasi rencana dan perubahan-perubahan sesuai dengan keadaan sebenarnya (bila perlu).
 
Gambar :
 
eksplorasi
 


[Top]

Monday, 20 April 2009 | 3610 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
4. Metode Eksplorasi
  • Currently 1.75/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.8/5 (8 votes)
Mining/Eksplorasi
Author:Administrator
Tags: Eksplorasi, Tambang
Dalam pemilihan metode-metode yang akan digunakan, harus disesuaikan dengan jenis endapan yang akan dicari. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada masing-masing tahapan eksplorasi serta pemilihan metode dapat digambarkan secara umum seperti terlihat pada Tabel.

Tabel Tahapan eksplorasi dan metode yang digunakan sesuai dengan endapan mineral yang dicari

Tahapan
Metode
Jenis Endapan
Mineral

PendahuluanCitra landsat
semua

Sintesis regional
semua
Survei Tinjau
(Reconnaissance)
Foto udara
semua

Aeromagnetik
logam dasar

Pemetaan geologi
semua

Pengukuran penampang Stratigrafi misalnya batubara

Stream sediment samplinglogam dasar

Pendulangan
mineral berat
Prospeksi umum
Pemetaan geologi
semua

Stream sediment sampling
logam dasar

Pendulangan
mineral berat

Gaya berat
non-metalik

Seismik
singenetik

Magnetik
logam dasar tertentu

Rock sampling
semua
Prospeksi detail
(Eksplorasi pendahuluan)
Pemetaan geologi
semua

Uji sumuran
semua

Geolistrik (tahanan jenis, IP, SP, dll.)
logam dasarsingenetik

Seismik refraksi/refleksi Detail magnetiklogam dasar tertentu

Soil sampling (geokimia)
logam dasar

Rock sampling (geokimia)
semua

Rock sampling (petrografi, alterasi)
logam dasar, dll



Eksplorasi detail
Pengambilan conto sistematik dengan: pemboran inti, sumur uji atau dengan logging geofisika
semua

Gambar :
 
eksplorasi
 



[Top]

Monday, 20 April 2009 | 3424 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
5. Program Eksplorasi
  • Currently 1.00/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.0/5 (8 votes)
Mining/Eksplorasi
Author:Administrator
Tags: Eksplorasi, Tambang
Agar eksplorasi dapat dilaksanakan dengan efisien, ekonomis, dan tepat sasaran, maka diperlukan perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep dasar eksplorasi sebelum program eksplorasi tersebut dilaksanakan.
 
Prinsip-prinsip (konsep) dasar eksplorasi tersebut antara lain :

a. Target eksplorasi

*) Jenis bahan galian (spesifikasi kualitas) dan
*) Pencarian model-model geologi yang sesuai

b. Pemodelan eksplorasi

*) Menggunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target eksplorasi,
*) Menentukan model geologi lokal berdasarkan keadaan lapangan, dan mendiskripsikan petunjuk-petunjuk geologi yang akan dimanfaatkan, serta
*) Penentuan metode-metode eksplorasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk geologi yang diperoleh.
 
Gambar :
 
ekplorasieksplorasi

Selain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus memenuhi kaidah-kaidah dasar ekonomis dan perancangan (desain) yaitu :

a. Efektif ; penggunaan alat, individu, dan metode harus sesuai dengan keadaan geologi endapan yang dicari.

b. Efisien ; dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi, yaitu dengan biaya serendah-rendahnya untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.

c. Cost-beneficial ; hasil yang diperoleh dapat dianggunkan (bankable).
Model geologi regional dapat dipelajari melalui salah satu konsep genesa bahan galian yaitu Mendala Metalogenik, yaitu yang berkenaan dengan batuan sumber atau asosiasi batuan, proses-proses geologi (tektonik, sedimentasi), serta waktu terbentuknya suatu endapan bahan galian.
 
Beberapa contoh kegiatan perencanaan eksplorasi :

1. Rencana pemetaan, mencakup ;
*) Perencanaan lintasan,
*) Perencanaan tenaga pendukung, yang didasarkan pada keadaan geologi regional.

2. Rencana survei geofisika dan geokimia, mencakup ;
*) Perencanaan lintasan,
*) Perencanaan jarak/interval pengambilan data (sampling/record data), yang didasarkan pada keadaan umum model badan bijih.

3. Perencanaan sampling melalui pembuatan paritan uji, sumuran uji, pemboran eksplorasi, yang mencakup :
*) Jumlah paritan uji, sumuran uji, titik pemboran eksplorasi,
*) Interval/spasi antar paritan (lokasi),
*) Kedalaman/panjang sumuran/paritan, kedalaman lubang bor,
*) Keamanan (kerja dan lingkungan),
*) Interval/metode sampling, dan
*) Tenaga kerja
yang didasarkan pada proyeksi/interpretasi dari penyebaran singkapan endapan di permukaan.

4. Perencanaan pemboran inti, meliputi :
*) Target tubuh bijih yang akan ditembus,
*) Lokasi (berpengaruh pada kesampaian ke titik bor dan pemindahan (moving) alat),
*) Kondisi lokasi (berpengaruh pada sumber air, keamanan),
*) Kedalaman masing-masing lubang,
*) Jenis alat yang akan digunakan, termasuk spesifikasi,
*) Jumlah tenaga kerja,
*) Alat transportasi, dan
*) Jumlah (panjang) core box.
 
Sedapat mungkin, pada masing-masing perencanaan tersebut telah mengikutkan jumlah/besar anggaran yang dibutuhkan. Selain itu, prinsip dasar dalam penentuan jarak sedapat mungkin telah memenuhi beberapa faktor lain, seperti :

1. Grid density (interval/jarak) antar titik observasi. Semakin detail pekerjaan maka grid density semakin kecil (interval/jarak) semakin rapat.

2. Persyaratan pengelompokan hasil perhitungan cadangan/endapan. Contoh pada batubara ; syarat jarak untuk klasifikasi terukur (measured) £ 400 m antar titik observasi.
Setiap tahapan/proses eksplorasi harus dapat memenuhi strategi pengelolaan suatu proyek/pekerjaan eksplorasi, antara lain :

1. Memperkecil resiko kerugian,

2. Memungkinkan penghentian kegiatan sebelum meningkat pada tahapan selanjutnya jika dinilai hasil yang diperoleh tidak menguntungkan

3. Setiap tahapan dapat melokalisir (menambah/mengurangi) daerah target sehingga probabilitas memperoleh keuntungan lebih besar, dan

4. Memungkinkan penganggaran biaya eksplorasi per setiap tahapan untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
 

 


[Top]

Monday, 20 April 2009 | 2292 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
6. Pengelolaan Kegiatan Eksplorasi
  • Currently 1.43/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.4/5 (7 votes)
Mining/Eksplorasi
Author:Administrator
Tags: Eksplorasi, Tambang
Secara umum suatu manajemen kegiatan eksplorasi telah meliputi beberapa hal berikut antara lain :

1. Jenis kegiatan.
2. Operasi lapangan.
3. Layanan pendukung.
4. Layanan teknis, logistik, dan administrasi.
5. Koordinasi, komunikasi, dan pengawasan.
6. Analisis dan integrasi data hasil eksplorasi.
7. Pengambilan keputusan.

Teori manajemen dapat diterapkan dalam kegiatan eksplorasi. Secara umum, dalam suatu program penentuan yang mengarah ke eksplorasi harus dimulai dengan hipotesa pekerjaan, yang merupakan rencana ulang pemilihan fakta-fakta dari beberapa observasi dan intepretasi dengan spekulasi dari pengeluaran.
 
Gambar :
 
eksplorasi
 
Syarat untuk perumusan hipotesis dari suatu penemuan (dalam hal ini endapan bahan galian) adalah sebagai berikut :

1. Pengetahuan staf (pekerja) yang baik tentang keadaan/kontrol geologi suatu endapan,
2. Mempunyai wawasan dan imajinasi,
3. Mempunyai bakat intuisi,
4. Mempunyai keberanian,
5. Mempunyai keyakinan tentang penilaian hipotesis,
6. Kemampuan untuk berdiri sendiri.

Untuk mencapai kesuksesan dalam eksplorasi, maka urutan-urutan yang perlu diperhatikan oleh seorang (badan) pengelola eksplorasi antara lain :

1. Penentuan tujuan jangka panjang yang realistik dan tidak bersifat subjektif,
2. Pendelegasian tanggung jawab pada masing-masing individu/tim,
3. Penciptaan suasana kerja yang produktif sehingga mampu merangsang munculnya inovasi-inovasi dan penemuan-penemuan baru,
4. Pemastian adanya komunikasi yang baik, baik dari pusat kelapangan, atau dalam satu kerja tim lapangan,
5. Penekanan dan proporsi yang baik dalam pengelolaan sumberdaya (manusia, uang, dan waktu),
6. Membiasakan dalam peninjauan kembali keputusan sebelum memutuskan/membuat keputusan akhir (final decission).
 

 


[Top]

Monday, 20 April 2009 | 1609 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
7. Eksplorasi
  • Currently 1.78/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.8/5 (9 votes)
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Exploration, Eksplorasi, Tambang
Eksplorasi Merupakan kegiatan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga yang antara lain meliputi kegiatan untuk mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan cadangan dari endapan bahan galian tersebut.
 
Tahapan dalam pekerjaan eksplorasi :

1. Penyelidikan Umum

a. Study Pustaka
*) Keadaan geologi regional
*) Keadaan tektonik
*) Keadaan paleogeography setting
*) Batasan luas daerah kerja

b. Pengecekan dilapangan
*) Mencari singkapan batuan dan batubara
*) Mengambil contoh batuan dan batubara

2. Penyelidikan Pendahuluan

a. Memetakan daerah kegiatan
*) Pemetaan topografi
*) Pemetaan foto udara

b. Interpretasi keadaan geologi
*) Stratigrafi kedudukan batubara
*) Struktur geologi

c. Pemboran
*) Korelasi
*) Hasil perhitungan cadangan
*) Bentuk geometri cadangan
*) Perkiraan kualitas

3. Penyelidikan Detail

a. Pemboran
*) Bentuk geometri endapan batubara lebih teliti dan perhitungan cadangan
*) Anomaly geologi (sesar)
*) Kualitas batubara (Analisa laboratorium dan sifat batubara)

b. Geofisika
*) Stratigrafi kedudukan batubara lebih teliti
*) Struktur geologi
*) Bentuk endapan batubara

c. Penentuan metode penambangan

4. Commercial exploration programme

Gambar :
 
eksplorasi
 



[Top]

Friday, 17 April 2009 | 3732 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
8. Feasibility Study
  • Currently 1.57/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.6/5 (7 votes)
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: study kelayakan, Feasibility Study, Tambang
Feasibility Study Merupakan kegiatan untuk menghitung dan mempertimbangkan suatu endapan bahan galian ditambang dan atau diusahakan secara menguntungkan. Sebelum kegiatan perencanaan dan perancangan tambang diperlukan kegiatan study kelayakan yang menyajikan beberapan informasi :

1. Pendahuluan, ringkasan, pengertian-pengertian

2. Umum : lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan, transportasi, dll

3. Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu dilindungi, reklamasi lahan, study khusus, perizinan.

4. Faktor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan petrografi.

5. Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian, perhitungan jumlah cadangan, dan kadar rata-rata.

6. Perencanaan tambang : development, dan eksploitasi

7. Pengolahan : fasilitas ditempat yang diperlukan

8. Bangunan dipermukaan : lokasi dan perencanaan konstruksi

9. Fasilitas pendukung : listrik, pengadaan air, jalan masuk, lokasi tanah buangan, perumahan, dll

10. Karyawan : tenaga kerja dan staff

11. Pemasaran : survey ekonomi terhadap permintaan dan penawaran, harga kontrak jangka panjang, lahan pengganti, dll

12. Biaya : perkiraan biaya development dan biaya eksploitasi baik langsung tidak langsung dan biaya keseluruhan, biaya pengolahan, transportasi, peleburan, dll

13. Evaluasi ekonomi : evaluasi cadangan, klarifikasi cadangan dan sumber daya alam

14. Proyeksi keuntungan : perhitungan keuntungan minimal (margin) yang didasarkan pada kisaran COG dan harga
 
Gambar :
 
eksplorasi

Tahap perencanaan tambang yaitu :

1. Pengumpulan data, pengolahan data utama dan penunjang
2. Perencanaan tambang
3. Perencanaan penunjang tambang

Tolak ukur teknikal yaitu :

1. Penyebaran geologi (stratigrafi, struktur, dll)
2. Mutu bahan galian (sebaran kadar, kadar yang ditambang, COG, pencampuran)
3. Pembatas geoteknik/geomekanik (kuat tekan, kuat geser, kuat tarik)
4. Pembatas hidrologi, geohidrologi (air tanah, permeabilitas)
5. Pembatas topografi (keterjalan lereng bukit)
6. Pembatas geometri endapan (ketebalan, kedalaman, jarak dan tata ruang)
7. Pembatas cara penambangan dan peralatan yang digunakan
8. Manajemen (proyek, perencanaan, operasi)
9. Teknologi penambangan, pengolahan, dan pemanfaatan


Tolak ukur tata lingkungan :

1. Keadaan awal
2. Keadaan selama penambangan
3. Keadaan pasca penambangan
4. Multiflier effect dari proyek
5. Nilai tambah
6. Manajemen lingkungan

Tolak ukur keekonomian :

1. Nilai aset yang dimiliki
2. Tersedianya pasar (jarak,/lokasi, skala operasi, jumlah, spesifikasi mutu, harga, kurun waktu kontrak, pesaing, dll
3. Titik pulang pokok
4. Harga produk
5. Biaya operasi
6. Biaya investasi
7. Penyiapan dana investasi
8. Badan usaha dan pengurusan
9. Laba dan kemampulabaan
10. Resiko dan ketidakpastian

Rancangan tolak ukur ultimate (penggalian, penimbunan) :

1. Lokasi,
2. Geometri ultimate (batas penggalian, batas penimbunan, bentuk)
3. Urutan penambangan/penimbunan
4. Rencana produksi keseluruhan (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal, umur tambang)
5. Rencana bagan alir
6. Rencana tata letak
7. Rencana interior tambang
8. Rencana alat
9. Rencana jalan angkut
10. Rencana penirisan

Rancangan Tambang Sektoral :

1. Geometri tambang sektoral/tiap blok 5 tahunan (batas, bentuk, dll)
2. Cadangan tertambang sektoral
3. Urutan penggalian/penimbunan sektoral
4. Rencana produksi (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal)

Rencana Investasi :

1. Telaah kelayakan secara tekno-enviro-ekonomi (kelayakan usaha dari tambang tersebut)
2. Mencari sumber dana investasi
a. Modal sendiri
b. Modal pinjaman
c. Bank, dalam perbankan dikenal istilah 3R dan 5C dalam pemberian pinjaman kredit
*) Return (bunga pinjaman)
*) Repayment capacity (kemampuan pengembalian)
*) Risk bearing ability (faktor resiko)
*) Character, capacity, capital, collateral, dan condition (5C)
d. Pasar modal

Rencana Pemasaran :

1. Jumlah, berkaitan dengan : kemampuan produksi dari tambang, kemampuan pengangkutan dari prasarana angkutan ke pelabuhan
2. Mutu, berkaitan dengan : konsumen/jenis pemanfaatan seperti semen, PLTU, teknologi yang sanggup mengubah produk yang dihasilkan, produk tunggal, produk olahan, dll.
3. Jangka waktu, meliputi : kontrak jangka panjang (5 - 10 tahun), kontrak jangka menengah (2 - 4 tahun) dan kontrak jangka pendek (6 - 12 bulan)
4. Lokasi, berkaitan dengan : jarak, cara mengangkut dan sebaran, biaya angkutan
5. Harga, meliputi : harga promosi, harga bersaing, harga jangka panjang, jangka pendek, harga berkaitan dengan laba, jadi harga harus lebih besar daripada biaya (biaya investasi + biaya operasi)
6. Pesaing dan kebersaingan
7. Peraturan yang berlaku


[Top]

Friday, 17 April 2009 | 3192 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
9. Mine Design
  • Currently 1.43/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.4/5 (7 votes)
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Mine Design, Tambang
Mine Design Merupakan kegiatan untuk merencanakan dan merancang suatu tambang berdasarkan study kelayakan dan hasil akhir eksplorasi endapan bahan galian. Menurut HL. Hartman dalam introductory mining engineering 1987, ada tiga faktor merancang tambang pada perencanaan open pit yaitu :

1. Faktor alam dan geologi : kondisi hydrologi, type endapan biji, topografi dan karakter metallurgi dari bijih maupun batuan

2. Faktor ekonomi : kadar endapan bijih, jumlah endapan bijih, SR, COG, biaya operasi, biaya investasi, keuntungan yang dikehendaki, produksi rata-rata dan kondisi pasar

3. Faktor teknik : peralatan, lereng, pit, tinggi jenjang, tanjakan jalan, batas KP dan batas pit
 
Diagram Alir Mine Planning :
 
mine planning
 
TAHAPAN DESAIN DAN PERENCANAAN TAMBANG

1. Validasi Data (Geologi, Topografi, Jumlah Data)
2. Model geologi à (Geological Resources, Bentuk Cadangan, Kualitas dsb.)
3. Cut of Grade/Optimum Pit Limit
4. Penentuan metoda Penambangan
5. Pembuatan Layout tambang & Design
6. Perhitungan Blok Cadangan
7. Pembuatan Schedule Produksi
8. Pemilihan Alat dan type alat yang “Suitable”
9. Penentuan Urutan (sequence) Tambang
10. Penentuan System Drainase
11. Analisa Lingkungan dan Rencana Rehabilitasi

DATA DAN MODEL GEOLOGI

1. Data Geologi

a. Topography Lapangan
b. Data Bor
c. Struktur Geology

2. Model Geologi

a. Penampang Geologi (Section)
b. Peta Struktur, Ketebalan Dan Kualitas (2 Dimensi)
c. Model Kualitas (3 Dimensi)

3. Data Geoteknik

a. Densitas Batuan (Wet And Dry)
b. Sudut Geser Dalam
c. Kohesi
d. Struktur Lapisan Geologi (Mis : Joint)
4. Stabilitas Lereng

Optimalisasi :

a. Tinggi Bench
b. Kemiringan Lereng : Overall Slope dan Individual Slope
c. Safety Factor
d. Geotechnical data

5. Model Hydrologi & Geohydrologi

a. Curah Hujan (Air permukaan)
b. Permeabilitas Batuan
d. Catchment Area
e. Ground water (air tanah)


PENENTUAN BATAS PENAMBANGAN

a. Optimum stripping ratio
b. Batas tambang
c. Batas waste dump
d. Batas lain : sungai , jalan, dll

PEMILIHAN ALAT & METODE PENAMBANGAN

1. Parameter pemilihan alat :

a. Kondisi tanah dan bantuan
b. Target produksi
c. Karakteristik material
d. Tebalan dan kemiringan coal / ore
e. Jarak angkut
f. Topography
g. Cuaca

2. Parameter metode penambangan :

a. Dimensi lokasi kerja
b. Urutan penambangan ( Mine sequencing )
c. Rencana produksi ( Production scheduling )
d. Lebar jalan / Ramp
e. Grade jalan
f. Lokasi awal penambangan
g. Management disposal ( In and Out Pit dumping system )

LAYOUT & DESIGN TAMBANG

a. Desain pit
b. Desain ramp
c. Desain disposal
d. Desain jalan
e. Drainase
f. Dll

PERENCANAAN TAMBANG

1. Produksi :
a. Target produksi
b. Produktivitas
c. Jumlah alat

2. Jam Kerja :
a. Kalender kerja
b. Shift kerja
c. Total jam kerja setahun

DRAINASE TAMBANG

a. Drainase bench dan sump
b. Pemilihan pompa
c. Pengolahan aliran air
d. Pembuangan lumpur
 
DAMPAK LINGKUNGAN DAN REHABILITASI

a. Top soil stockpiling
b. Rencana rehabilitasi
c. Penanganan air limbah
 
Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan tambang yaitu :

1. Menambang badan bijih sehingga biaya produksi persatuan berat logam adalah minimal

2. Mengupayakan operasi penambangan berjalan enak (lebar jalan dan jalan masuk)

3. Mengupayakan selalu tersedia singkapan bijih untuk mencegah kesalahan data eksplorasi

4. Selalu siap terhadap perubahan strip tanpa pengerahan peralatan, tenaga, schedule produksi

5. Operasi berjalan logis sejak schedule awal (pelatihan tenaga, peralatan, logistic, dll). Hal ini untuk memperkecil resiko penundaan posisi cash flow positif.

6. Memaksimalkan rancangan lereng pit sehingga memperkecil kemungkinan terjadi kelongsoran

7. Upayakan pencapaian keuntungan ekonomi pada kondisi produksi yang wajar dan upayakan COG alternatif
 

Dari Berbagai Sumber Catatan Tambang Mine Design



[Top]

Friday, 17 April 2009 | 4648 hits | Print | PDF |  E-mail | Report
10. Development
  • Currently 1.25/5
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
1.3/5 (8 votes)
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Development, Tambang
Development Merupakan kegiatan persiapan untuk penambangan dan pengangkutan yang antara lain meliputi pembuatan lubang-lubang bukaan kearah dan didalam endapan yang sudah pasti ada, proses yang termasuk disini adalah semua tahapan yang diperlukan suatu tambang menuju ke penjadwalan produksi yang lengkap seperti persiapan peralatan penambangan, pembuatan jalan hauling, infrastruktur, konstruksi, stockpile, pelabuhan, dll.
 
Gambar :
 
Development

Faktor-faktor yang mempengaruhi pekerjaan persiapan penambangan adalah :

1. Faktor lokasi
2. Faktor geologi dan alam seperti topografi, ukuran, bentuk, kedalaman bijih, mineralogy, petrografi, struktur, genesa bahan galian, kekuatan batuan, dll
3. Faktor social, ekonomi, politik, lingkungan : demografi, keterampilan penduduk setempat, financial, pemasaran, dll

Tahapan pekerjaan penting dalam persiapan penambangan tambang terbuka adalah :

1. Inisiasi (inisiatif) rencana reklamasi sebagai bagian dari persyaratan dampak lingkungan
2. Penentuan tempat penimbunan tanah pucuk (top soil) dan limbah
3. Penentuan dari pengupasan tanah penutup untuk mendapatkan jalan ke endapan
 
Gambar :
 
developmentdevelopment


[Top]

Friday, 17 April 2009 | 1591 hits | Print | PDF |  E-mail | Report

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
Page 1 of 7


Powered by AlphaContent 4.0.13 © 2005-2010 - All rights reserved

Recent Post

  • Apparent Dip
  • Peta Topografi Dan Digitasi Peta
  • Lowongan Kerja Tambang PT. Britmindo; various positions
  • Lowongan Kerja Tambang A fast growing mining contracting company; 2 positions
  • Lowongan Kerja Tambang A Mining Company; various positions
  • Lowongan Kerja Tambang Sumatra Copper and Gold Plc; 3 positions
  • Lowongan Kerja Tambang Verity; 10 positions
  • Lowongan Kerja Tambang Perusahaan Kontraktor Pertambangan; 5 posisi
  • Lowongan Kerja Tambang Verity; 5 positions
  • Lowongan Kerja Tambang Perusahaan Swasta Nasional di bidang Pertambangan; 2 posisi

Popular Post

  • Mining
  • Mine Design
  • Eksplorasi
  • Eksploitasi
  • Feasibility Study
  • Pengantar Perencanaan Tambang
  • Pengolahan Bahan Galian
  • Reklamasi
  • Prospeksi
  • Sejarah Tambang

100s Inspirational World Wisdoms

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin
Categories
  • Tambang Today
  • Tambang Info
  • Tambang and Energy
  • Kamus Teknik
  • Tips dan Trik Computer
  • Cari Artikel
  • The Journey
  • Mineral Gallery
  • Rock Gallery
Job Vacancy
  • Mine Engineering Jobs
  • Lowongan Kerja Tambang
  • Mining Jobs
  • Mining Oil and Gas Jobs
  • Cari Lowongan Kerja
Share
Page Rank

Copyright © 2010 ---.
All Rights Reserved.

Thanksgiving clipart courtesy of http://clipart.peirceinternet.com || Designed by ST Joomla Templates.