Popular |
Latest News |
Welcome To Boss Tambang
Results 1 - 10 of 17
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Tambang
Kegiatan eksplorasi menurut UU No. 11 tahun 1967 berupa penyelidikan geologi pertambangan, yang berarti suatu penerapan ilmu geologi terhadap operasi penambangan. Dasar suatu operasi penambangan ialah kepastian geologi dan ekonomi tentang adanya suatu kuantitas (tonase atau volume) bahan galian, yang disebut sebagai cadangan. Kepastian dari segi ilmu geologi itu antara lain berkenaan dengan : 1. Keanekaragaman mineral yang ada dalam bahan galian, 2. Perubahan kandungan mineral bijih akibat struktur atau lingkungan geologi, dan 3. Kemungkinan geologinya adanya sejumlah cadangan lain di tempat sekitar letakan yang sudah diketahui. ![]() Sedangkan kepastian ekonomi, yang datanya berdampak terhadap ongkos penambangan, ditentukan antara lain oleh dimensi-dimensi letakan bahan galian dipermukaan maupun bawah-permukaan, variasi kuantitas terhadap kualitas, keanekaragaman sifat teknis batuan dan sifat aliran air-tanah, serta daya dukung batuan terhadap limbah. Komoditas sumberdaya alam umumnya dan khususnya komoditas sumberdaya mineral, merupakan barang nyata yang dapat memenuhi segera permintaan pasar dan dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan cadangan bijih atau mineral belum merupakan barang nyata, meskipun informasi cadangan dalam prakteknya dapat diperdagangkan, dan tidak termasuk komoditas sumberdaya mineral. Sesudah sumberdaya mineral diambil dari kedudukan alaminya, maka ia menjadi komoditas sumberdaya mineral. Contoh komoditas sumberdaya mineral misalnya ialah logam aluminium, batubara bersih yang telah ditambang. Dalam pelaksanaannya, eksplorasi seperti disebut dalam UU tahun 1967 didahului oleh adanya suatu kegiatan yang disebut sebagai Penyelidikan Umum. Penyelidikan umum ini disebutkan sebagai penyelidikan secara geologi umum atau geofisika, di daratan, perairan, dan dari udara, segala sesuatu dengan maksud untuk membuat peta geologi umum atau menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian pada umumnya. Adanya letakan bahan galian yang ditetapkan pada penyelidikan umum lebih lanjut diteliti secara seksama pada tahap eksplorasi. |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Eksplorasi Merupakan kegiatan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga yang antara lain meliputi kegiatan untuk mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan cadangan dari endapan bahan galian tersebut. Tahapan dalam pekerjaan eksplorasi : 1. Penyelidikan Umum a. Study Pustaka *) Keadaan geologi regional *) Keadaan tektonik *) Keadaan paleogeography setting *) Batasan luas daerah kerja b. Pengecekan dilapangan *) Mencari singkapan batuan dan batubara *) Mengambil contoh batuan dan batubara 2. Penyelidikan Pendahuluan a. Memetakan daerah kegiatan *) Pemetaan topografi *) Pemetaan foto udara b. Interpretasi keadaan geologi *) Stratigrafi kedudukan batubara *) Struktur geologi c. Pemboran *) Korelasi *) Hasil perhitungan cadangan *) Bentuk geometri cadangan *) Perkiraan kualitas 3. Penyelidikan Detail a. Pemboran *) Bentuk geometri endapan batubara lebih teliti dan perhitungan cadangan *) Anomaly geologi (sesar) *) Kualitas batubara (Analisa laboratorium dan sifat batubara) b. Geofisika *) Stratigrafi kedudukan batubara lebih teliti *) Struktur geologi *) Bentuk endapan batubara c. Penentuan metode penambangan 4. Commercial exploration programme Gambar : ![]() |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
1. Pendahuluan, ringkasan, pengertian-pengertian 2. Umum : lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan, transportasi, dll 3. Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu dilindungi, reklamasi lahan, study khusus, perizinan. 4. Faktor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan petrografi. 5. Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian, perhitungan jumlah cadangan, dan kadar rata-rata. 6. Perencanaan tambang : development, dan eksploitasi 7. Pengolahan : fasilitas ditempat yang diperlukan 8. Bangunan dipermukaan : lokasi dan perencanaan konstruksi 9. Fasilitas pendukung : listrik, pengadaan air, jalan masuk, lokasi tanah buangan, perumahan, dll 10. Karyawan : tenaga kerja dan staff 11. Pemasaran : survey ekonomi terhadap permintaan dan penawaran, harga kontrak jangka panjang, lahan pengganti, dll 12. Biaya : perkiraan biaya development dan biaya eksploitasi baik langsung tidak langsung dan biaya keseluruhan, biaya pengolahan, transportasi, peleburan, dll 13. Evaluasi ekonomi : evaluasi cadangan, klarifikasi cadangan dan sumber daya alam 14. Proyeksi keuntungan : perhitungan keuntungan minimal (margin) yang didasarkan pada kisaran COG dan harga Gambar : Tahap perencanaan tambang yaitu : 1. Pengumpulan data, pengolahan data utama dan penunjang 2. Perencanaan tambang 3. Perencanaan penunjang tambang Tolak ukur teknikal yaitu : 1. Penyebaran geologi (stratigrafi, struktur, dll) 2. Mutu bahan galian (sebaran kadar, kadar yang ditambang, COG, pencampuran) 3. Pembatas geoteknik/geomekanik (kuat tekan, kuat geser, kuat tarik) 4. Pembatas hidrologi, geohidrologi (air tanah, permeabilitas) 5. Pembatas topografi (keterjalan lereng bukit) 6. Pembatas geometri endapan (ketebalan, kedalaman, jarak dan tata ruang) 7. Pembatas cara penambangan dan peralatan yang digunakan 8. Manajemen (proyek, perencanaan, operasi) 9. Teknologi penambangan, pengolahan, dan pemanfaatan 1. Keadaan awal 2. Keadaan selama penambangan 3. Keadaan pasca penambangan 4. Multiflier effect dari proyek 5. Nilai tambah 6. Manajemen lingkungan Tolak ukur keekonomian : 1. Nilai aset yang dimiliki 2. Tersedianya pasar (jarak,/lokasi, skala operasi, jumlah, spesifikasi mutu, harga, kurun waktu kontrak, pesaing, dll 3. Titik pulang pokok 4. Harga produk 5. Biaya operasi 6. Biaya investasi 7. Penyiapan dana investasi 8. Badan usaha dan pengurusan 9. Laba dan kemampulabaan 10. Resiko dan ketidakpastian Rancangan tolak ukur ultimate (penggalian, penimbunan) : 1. Lokasi, 2. Geometri ultimate (batas penggalian, batas penimbunan, bentuk) 3. Urutan penambangan/penimbunan 4. Rencana produksi keseluruhan (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal, umur tambang) 5. Rencana bagan alir 6. Rencana tata letak 7. Rencana interior tambang 8. Rencana alat 9. Rencana jalan angkut 10. Rencana penirisan Rancangan Tambang Sektoral : 1. Geometri tambang sektoral/tiap blok 5 tahunan (batas, bentuk, dll) 2. Cadangan tertambang sektoral 3. Urutan penggalian/penimbunan sektoral 4. Rencana produksi (jumlah, mutu, nisbah kupas, jadwal) Rencana Investasi : 1. Telaah kelayakan secara tekno-enviro-ekonomi (kelayakan usaha dari tambang tersebut) 2. Mencari sumber dana investasi a. Modal sendiri b. Modal pinjaman c. Bank, dalam perbankan dikenal istilah 3R dan 5C dalam pemberian pinjaman kredit *) Return (bunga pinjaman) *) Repayment capacity (kemampuan pengembalian) *) Risk bearing ability (faktor resiko) *) Character, capacity, capital, collateral, dan condition (5C) d. Pasar modal Rencana Pemasaran : 1. Jumlah, berkaitan dengan : kemampuan produksi dari tambang, kemampuan pengangkutan dari prasarana angkutan ke pelabuhan 2. Mutu, berkaitan dengan : konsumen/jenis pemanfaatan seperti semen, PLTU, teknologi yang sanggup mengubah produk yang dihasilkan, produk tunggal, produk olahan, dll. 3. Jangka waktu, meliputi : kontrak jangka panjang (5 - 10 tahun), kontrak jangka menengah (2 - 4 tahun) dan kontrak jangka pendek (6 - 12 bulan) 4. Lokasi, berkaitan dengan : jarak, cara mengangkut dan sebaran, biaya angkutan 5. Harga, meliputi : harga promosi, harga bersaing, harga jangka panjang, jangka pendek, harga berkaitan dengan laba, jadi harga harus lebih besar daripada biaya (biaya investasi + biaya operasi) 6. Pesaing dan kebersaingan 7. Peraturan yang berlaku |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Mine Design, Tambang
1. Faktor alam dan geologi : kondisi hydrologi, type endapan biji, topografi dan karakter metallurgi dari bijih maupun batuan 2. Faktor ekonomi : kadar endapan bijih, jumlah endapan bijih, SR, COG, biaya operasi, biaya investasi, keuntungan yang dikehendaki, produksi rata-rata dan kondisi pasar 3. Faktor teknik : peralatan, lereng, pit, tinggi jenjang, tanjakan jalan, batas KP dan batas pit Diagram Alir Mine Planning : ![]() TAHAPAN DESAIN DAN PERENCANAAN TAMBANG 1. Validasi Data (Geologi, Topografi, Jumlah Data) 2. Model geologi à (Geological Resources, Bentuk Cadangan, Kualitas dsb.) 3. Cut of Grade/Optimum Pit Limit 4. Penentuan metoda Penambangan 5. Pembuatan Layout tambang & Design 6. Perhitungan Blok Cadangan 7. Pembuatan Schedule Produksi 8. Pemilihan Alat dan type alat yang “Suitable” 9. Penentuan Urutan (sequence) Tambang 10. Penentuan System Drainase 11. Analisa Lingkungan dan Rencana Rehabilitasi DATA DAN MODEL GEOLOGI 1. Data Geologi a. Topography Lapangan b. Data Bor c. Struktur Geology 2. Model Geologi a. Penampang Geologi (Section) b. Peta Struktur, Ketebalan Dan Kualitas (2 Dimensi) c. Model Kualitas (3 Dimensi) 3. Data Geoteknik a. Densitas Batuan (Wet And Dry) b. Sudut Geser Dalam c. Kohesi d. Struktur Lapisan Geologi (Mis : Joint) 4. Stabilitas Lereng Optimalisasi : a. Tinggi Bench b. Kemiringan Lereng : Overall Slope dan Individual Slope c. Safety Factor d. Geotechnical data 5. Model Hydrologi & Geohydrologi a. Curah Hujan (Air permukaan) b. Permeabilitas Batuan d. Catchment Area e. Ground water (air tanah) a. Optimum stripping ratio b. Batas tambang c. Batas waste dump d. Batas lain : sungai , jalan, dll PEMILIHAN ALAT & METODE PENAMBANGAN 1. Parameter pemilihan alat : a. Kondisi tanah dan bantuan b. Target produksi c. Karakteristik material d. Tebalan dan kemiringan coal / ore e. Jarak angkut f. Topography g. Cuaca 2. Parameter metode penambangan : a. Dimensi lokasi kerja b. Urutan penambangan ( Mine sequencing ) c. Rencana produksi ( Production scheduling ) d. Lebar jalan / Ramp e. Grade jalan f. Lokasi awal penambangan g. Management disposal ( In and Out Pit dumping system ) LAYOUT & DESIGN TAMBANG a. Desain pit b. Desain ramp c. Desain disposal d. Desain jalan e. Drainase f. Dll PERENCANAAN TAMBANG 1. Produksi : a. Target produksi b. Produktivitas c. Jumlah alat 2. Jam Kerja : a. Kalender kerja b. Shift kerja c. Total jam kerja setahun DRAINASE TAMBANG a. Drainase bench dan sump b. Pemilihan pompa c. Pengolahan aliran air d. Pembuangan lumpur DAMPAK LINGKUNGAN DAN REHABILITASI a. Top soil stockpiling b. Rencana rehabilitasi c. Penanganan air limbah Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan tambang yaitu : 1. Menambang badan bijih sehingga biaya produksi persatuan berat logam adalah minimal 2. Mengupayakan operasi penambangan berjalan enak (lebar jalan dan jalan masuk) 3. Mengupayakan selalu tersedia singkapan bijih untuk mencegah kesalahan data eksplorasi 4. Selalu siap terhadap perubahan strip tanpa pengerahan peralatan, tenaga, schedule produksi 5. Operasi berjalan logis sejak schedule awal (pelatihan tenaga, peralatan, logistic, dll). Hal ini untuk memperkecil resiko penundaan posisi cash flow positif. 6. Memaksimalkan rancangan lereng pit sehingga memperkecil kemungkinan terjadi kelongsoran 7. Upayakan pencapaian keuntungan ekonomi pada kondisi produksi yang wajar dan upayakan COG alternatif Dari Berbagai Sumber Catatan Tambang Mine Design |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Development, Tambang
Development Merupakan kegiatan persiapan untuk penambangan dan pengangkutan yang antara lain meliputi pembuatan lubang-lubang bukaan kearah dan didalam endapan yang sudah pasti ada, proses yang termasuk disini adalah semua tahapan yang diperlukan suatu tambang menuju ke penjadwalan produksi yang lengkap seperti persiapan peralatan penambangan, pembuatan jalan hauling, infrastruktur, konstruksi, stockpile, pelabuhan, dll. Gambar : Faktor-faktor yang mempengaruhi pekerjaan persiapan penambangan adalah : 1. Faktor lokasi 2. Faktor geologi dan alam seperti topografi, ukuran, bentuk, kedalaman bijih, mineralogy, petrografi, struktur, genesa bahan galian, kekuatan batuan, dll 3. Faktor social, ekonomi, politik, lingkungan : demografi, keterampilan penduduk setempat, financial, pemasaran, dll Tahapan pekerjaan penting dalam persiapan penambangan tambang terbuka adalah : 1. Inisiasi (inisiatif) rencana reklamasi sebagai bagian dari persyaratan dampak lingkungan 2. Penentuan tempat penimbunan tanah pucuk (top soil) dan limbah 3. Penentuan dari pengupasan tanah penutup untuk mendapatkan jalan ke endapan Gambar : ![]() ![]() |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Eksploitasi, Tambang
1. Pembabatan (clearing) 2. Pengupasan tanah penutup (stripping) 3. Penggalian bahan galian (mining) 4. Pemuatan (loading) 5. Pengangkutan (hauling) 6. Penumpahan (waste dump) ![]() ![]() Faktor-faktor dalam pemilihan system penambangan yaitu : 1. Sifat keruangan dari endapan bijih a. Ukuran (dimensi : tinggi atau tebal khususnya) b. Bentuk (tanular, lentikular, massif, irregular) c. Posisi (miring, mendatar atau tegak) d. Kedalaman (nilai rata-rata, nisbah pengupasan) 2. Kondisi geologi dan hidrologi a. Mineralogy dan petrologi (sulfida atau oksida) b. Komposisi kimia (utama, hasil samping, mineral by product) c. Struktur endapan (lipatan, patahan, intrusi, diskontinuitas) d. Bidang lemah (kekar, fracture, cleavage dalam mineral, cleat dalam batubara) e. Keseragaman, alterasi, erosi f. Air tanah dan hidrologi 3. Sifat geomekanik a. Sifat elastic (kekuatan, modulus elastic, koefesien poison) b. Perilaku plastis atau viscoelastis (flow, creep) c. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi) d. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten e. Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas bebas, lengas bawaan) 4. Konsiderasi ekonomi a. Cadangan (tonnage dan kadar) b. Produksi c. Umur tambang d. Produktifitas e. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok 5. Faktor teknologi a. Perolehan tambang b. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih) c. Kefleksibilitas metode dengan perubahan kondisi-kondisi d. Selektifitas metode untuk bijih dan waste e. Konsentrasi/penyebaran pekerjaan Dasar dalam pemilihan metode penambangan yaitu : 1. Stripping Ratio (SR) Yaitu berapa jumlah waste (tanah buangan baik O/B maupun batuan samping) yang harus dibuang/disingkirkan untuk memperoleh 1 ton endapan bijih sampai pada ultimate pit limit.
SR > 1 = Ongkos pengupasan lebih kecil (Tamka) SR > 1 = Ongkos pengupasan lebih besar (Tamda) SR = 1 = Bisa Tamka/Tamda 2. Break Even Stripping Ratio (BESR) Yaitu perbandingan antara keuntungan kotor dengan ongkos pembuangan O/B.
Untuk memilih system penambangan digunakan istilah BESR-1 bagi open pit yaitu overall stripping ratio. BESR-1 > 1 = Tamka BESR-1 < 1 = Tamda BESR = 2 = Bisa Tamka/Tamda Kemudian setelah ditentukan yang dipilih Tamka, maka dalam rangka pengembangan rencana penambangan tiap tahap digunakan istilah economic stripping ratio (BESR-2).
BESR-2 untuk menentukan maksimal berapa ton waste yang disingkirkan untuk memperoleh 1 ton ore agar tahap penambangan ini masih memberikan keuntungan (max allowable stripping ratio) dan untuk menentukan batas pit (pit limit). Konsep pemilihan cara penambangan yaitu : 1. Konsep konsensional atau kedalaman a. Jika letak endapan bijih dangkal dipilih tamka b. Jika letak endapan bijih dalam dipilih tamda 2. Konsep ekonomis/keuntungan a. Cut off grade (COG) b. Break even stripping ratio (BESR) Cut off grade (COG) mempunyai dua pengertian yaitu : 1. Kadar endapan bahan galian yang masih memberikan keuntungan apabila endapan ditambang (tidak diperlukan pencampuran endapan bahan galian). 2. Kadar rata-rata terendah dari endapan bahan galian yang masih memberikan keuntungan apabila endapan ditambang (diperlukan pencampuran: mixing/blending) Cut off grade (COG) akan menentukan batas-batas cadangan sehingga dapat dihitung besar cadangan oleh karena itu akan berakibat umur cadangan makin lama. Ada 2 hal yang dipertimbangkan agar usaha pertambangan lebih ekonomis yaitu : 1. Sistem penambangan yang sesuai dengan kondisi lapangan a. Data mineralogis b. Sifat fisik dan kimia dari ore dan country rock seperti kekerasan, impermeability, dll 2. Effesiensi kerja Effisiensi kerja tinggi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a. Memilih alat dengan jumlah dan tipe yang sesuai b. Koordinasi terhadap alat-alat yang baik c. Organisasi yang sesuai dengan kondisi tersebut d. Karyawan (operator yang terlatih) System penambangan yang ada pada umumnya adalah : 1. Tambang Terbuka (Surface Mining) Merupakan suatu system penambangan dimana seluruh aktifitas kerjanya berhubungan langsung dengan atmosfer atau udara luar. Berdasarkan macam material yang ditambang, maka tambang terbuka dibagi menjadi : a. Open Pit/Open Cut/Open Cast/Open Mine Suatu system penambangan yang diterapkan untuk endapan bijih yang mengandung logam. Contoh : Tambang Nikel di Pomalla, Sulawesi Tenggara, mineralnya Garnierite, Tambang Alumunium di Kijang Riau Kepulauan, mineralnya Gibbsite, Boechmite, Diaspore (Bauksite), Tambang Tembaga di Earthberg Irian Jaya, mineralnya Calcophyrite dan Cuprite, Tambang Timah di Pemali Bangka mineralnya Cassiterite, dll. b. Quarry Suatu system penambangan yang diterapkan untuk endapan mineral industry (golongan C). Contoh : Tambang Batu Pualam di Tulung Agung Jawa Timur batuannya Marmer, Tambang Aspal di Pulau Buton batuannya batu gamping beraspal, Tambang Granit di Pulau Karimun batuannya granit, dll. c. Strip Mine Suatu system penambangan yang diterapkan untuk endapan bijih yang letaknya horizontal atau sedikit miring. Contoh : Tambang Batubara di Tanjung Enim Sumatera Selatan, Tambang Batubara di Ombilin Sawah Lunto Sumatera Barat mineralnya Bituminous Coal, dll. d. Alluvial Mine Suatu system penambangan yang diterapkan untuk endapan alluvial. Contoh : Tambang Bijih Timah di Bangka Belitung mineralnya Cassiterite, Tambang Bijih Besi di Cilacap mineralnya Magnetite, Hematite, Ilmenite, dll. ![]() a. Back Filling, yaitu menimbun kembali tempat-tempat bekas penggalian yang sudah diambil ore nya. b. Benching System, yaitu pengupasan O/B dengan system jenjang, system ini cocok untuk tanah penutup yang tebal dan bahan galian atau lapisan batubara yang tebal. c. Multi Bucket Excavator System, yaitu pembuangan tanah penutup ketempat yang sudah digali batubaranya atau ketempat pembuangan khusus. Cara pengupasan ini mirip dengan cara Bucket Wheel Excavator (BWE), cocok untuk tanah penutup yang materialnya lunak dan tidak lengket. d. Drag Scrapper System, cara ini biasanya langsung diikuti dengan pengambilan bahan galian setelah tanah penutupnya dibuang, tetapi bisa juga tanah penutupnya dihabiskan terlebih dahulu kemudian baru bahan galiannya ditambang, cocok untuk tanah penutup yang materialnya lunak/lepas (loose). e. Cara konvensional, kombinasi alat gali (bulldozer), alat muat (track loader) dan alat angkut (dump truck). 2. Tambang Bawah Tanah (Underground Mining) Suatu system penambangan dimana seluruh aktifitas kerjanya tidak berhubungan langsung dengan udara luar dan kegiatannya dilakukan dibawah tanah dengan cara terlebih dahulu membuat jalan masuk berupa sumuran (shaft) atau terowongan bantu (adit). Berdasarkan cara penyanggaannya maka tambang bawah tanah dibagi menjadi : a. Untuk Batubara *) Longwall Methode, dibagi 2 yaitu cara maju (advancing) dan cara maju (retreating) *) Room and Pillar Methode b. Untuk Endapan Bijih/Logam *) Open Stope Methode, seperti underground gloryhole, gophering, shrinkage stoping, sublevel stoping *) Supported Methode, seperti cut and fill, stull stoping, shrink and full stoping *) Caving Methode, seperti top slicing, sub level caving, block caving ![]() ![]() Perbandingan antara 2 metode penambangan tersebut adalah :
Bagaimana memilih salah satu yang terbaik, ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Kedalaman endapan a. Endapan emas cikotok 350 m (tambang bawah tanah) b. Endapan tembaga di bingham Utah USA (tambang terbuka) 2. Pertimbangan ekonomis (menguntungkan atau tidak) Tujuannya untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dengan mining recovery yang mungkin juga dan relatif aman bagi pekerja Adanya sistem penambangan yang baik akan meningkatkan mining recovery (MR). MR = Perbandingan antara endapan yang berhasil ditambang dengan endapan yang diperkirakan menurut perhitungan eksplorasi Mengapa harus diambil keuntungan yang maksimal pada usaha pertambangan : Pertumbuhan suatu endapan sangat lambat/lama, jika dibandingkan dengan kecepatan pengambilannya, oleh karena itu dalam ilmu ekonomi dikatakan unrenewable atau wasting assets yaitu penghamburan uang atau modal untuk itu maka harus diusahakan untuk mengambil ore sebesar-besanya. Pada umumnya jika ore yang tertinggal sukar untuk mengambilnya kembali, karena itu bagian-bagian yang ditinggalkan hanyalah terbatas pada bagian-bagian yang tersukar akan membutuhkan biaya yang lebih mahal, contoh tambang emas cikotok/cirotan emas dengan kadar ≤ 9,00 gram/ton sudah tidak ditambang. Dengan demikian usaha pertambangan ada hal-hal yang kontradiktif dalam memilih sistem penambangannya, yaitu : 1. Dengan aman, biaya mahal tetapi tidak mendapatkan keuntungan yang besar 2. Kurang aman, biaya yang tidak begitu besar dan mendapatkan keuntungan yang besar |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Pengolahan Bahan Galian, Tambang
1. Bila jarak antara tambang ke tempat peleburan jauh, dengan adanya pengolahan dapat mengurangi biaya transportasi. 2. Untuk melebur perlu flux (bahan imbuh) untuk mengikat gangue mineral agar menjadi slag dan menurunkan titik lebur slag. Dengan adanya pengolahan kadar naik, gangue sedikit dan flux berkurang. 3. Kapasitas terbatas, dengan adanya pengolahan, logam yang yang didapat dari hasil peleburan lebih banyak. 4. Logam yang hilang bersama slag dengan adanya pengolahan menjadi sedikit. Bahan galian berdasarkan industry dan pemanfaatannya : 1. Bijih/ore (bahan galian logam) a. Native = Bentuk unsure (Au, Cu) b. Sulfide = Komposisi sulfida (galena Pbs, chalcopyrite CuFeS2) c. Oksida = Komposisi oksida (hematite Fe2O3) d. Kompleks = Lebih dari satu mineral berharga (Pb, Cu) 2. Bahan bakar (bahan galian energy) Batubara, minyak, mangan 3. Bahan galian industry (non mallic mineral) Dimanfaatkan karena sifat kekuatan, kehalusan dan keindahan Pentingnya Pengolahan : 1. Sekarang kadar banyak yang rendah 2. Banyak bahan substitusi 3. Masalah lingkungan 4. Daur ulang (scrap diolah) Kriteria keberhasilan pengolahan bahan galian : Ciri pemisahan : tidak ada yang sempurna, ada mineral berharga yang hilang masuk ke tailing dan ada gangue yang masuk konsentrat. ![]() Untuk menyatakan keberhasilan suatu proses pemisahan mineral : 1. Recovery/perolehan menunjukan effisiensi pemisahan
dimana : R = Recovery C = Consentrate F = Feed 2. Kadar atau kandungan mineral berharga dalam konsentrat
3. Ratio of concentration (Nisbah Konsentrasi) Banyaknya umpan pengolahan untuk menghasilkan 1 ton konsentrat.
4. Economic recovery Macam-macam pengolahan bahan galian : 1. Kominusi Membebaskan mineral berharga 2. Klasifikasi partikel berdasarkan pada : a. Dimensi (pengayakan) b. Perbedaan berat jenis dan massa atau kecepatan jatuh dalam media atau klasifikasi hidrolika 3. Pemisahan a. Berat jenis : *) Media larutan berat (HLS, HMS) *) Aliran vertical (jigging) *) Aliran film (shaking table) b. Perbedaan sifat kemagnetan c. Perbedaan daya hantar listrik d. Sifat permukaan mineral, senang tidaknya terhadap udara 4. Dewatering Thickening, filtering, drying 5. Sampling, material handling |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Beberapa istilah penting yang berhubungan dengan reklamasi yaitu : 1. Lingkungan hidup (environment) Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup; termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya. 2. Lingkungan tambang (mine environment) Keadaan lingkungan di wilayah tambang yang unsur-unsurnya meliputi antara lain : kelembaban, debu, gas, suhu, kebisingan, air, pencahayaan/penerangan. 3. Amdal (environmental impact assessment) Singkatan dan analisis mengenai dampak lingkungan, yaitu studi tentang dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup,dan hasilnya digunakan untuk proses pengambilan keputusan. 4. Pencemaran lingkungan (environmental pollution) Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga menurunkan kualitas lingkungan sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. 5. Pencemaran tambang (mine pollution) Masuknya zat-zat pengotor berupa gas, debu, lumpur, asap, energi, biota atau zat kimia ke dalam komponen lingkungan (udara, air, dan tanah) sebagai akibat kegiatan penambangan dan pengolahan bahan galian sehingga kualitas lingkungan menurun. 6. Pencemaran udara (air pollution) Udara yang mengandung satu atau lebih zat kimia pada konsentrasi cukup tinggi yang membahayakan manusia, binatang, tumbuhan, atau material. 7. Pengawasan dampak lingkungan hidup (environmental inspection) Pengawasan terhadap lingkungan hidup yang terkena dampak kegiatan penambangan dan atau pengolahan/ pemurnian, msl. Mengevaluasi pelaksanaan AMDAL, dan mengawasi pelaksanaan penanggulangan lingkungan hidup. 8. Pengawasan kesehatan kerja (health inspection) Pengawasan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat adanya pencemaran lingkungan kerja, berupa faktor kimia (partikel dan non-partikel), faktor fisik (kebisingan, getaran, suhu udara), dan faktor biologi (jamur, cacing, dan organisme lain). 9. Pengawasan keselamatan kerja (safety inspection) Pengawasan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan kecelakan akibat adanya gerak mekanik, msl. Tertimpa, tertimbun, terbentur, terjatuh, dan terjepit. 10. Pengawasan keselamatan kerja pertambangan (mine safety inspection) Pengawasan secara inspeksi di lapangan yang meliputi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan higiene perusahaan. 11. Pengawasan pertambangan (mine inspection, mining supervision) Pengawasan kegiatan pertambangan yang meliputi pengawasan pengusahaan, pertambangan, tatacara penambangan, pengolahan/pemumian, dan pengawasan keselamatan kerja.
1. Dampak positif a. Menambah pendapatan daerah b. Memberi kesempatan kerja c. Ikut meningkatkan perkembangan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat d. Memberi kesempatan alih teknologi e. Memantapkan keamanan lingkungan 2. Dampak negatif a. Merubah morfologi dan fisiologi muka tanah (tata guna lahan) b. Merusak lingkungan, karena : *) Tanah subur hilang *) Lahan menjadi gundul sehingga mudah tererosi *) Flora dan fauna terganggu sehingga ekologi rusak *) Mencemari sungai *) Timbul debu (polusi udara) *) Penggunaan mesin-mesin penambangan meyebabkan polusi suara/getaran dan polusi udara c. Dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi
1. Menerapkan cara penambangan yang benar 2. Dalam penggunaan tenaga kerja perlu tenaga kerja lokal seoptimal mungkin Pengelolaan Lingkungan 1. Penanganan masalah debu 2. Reklamasi lahan pasca tambang 3. Pengelolaan air tambang 4. Pengelolaan limbah Tantangan ke depan 1. Kapasitas produksi tambang semakin besar, terutama dengan semakin berkembangnya kemampuan peralatan (contoh: dumptruck 350 ton) 2. Penambangan bawah tanah 3. Isu keselamatan kerja dan lingkungan 4. Isu sosial ekonomi serta hubungan dengan sektor lain 5. Tuntutan akan skill & kompetensi yang semakin tinggi |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Tags: Metallurgi, Tambang
Metallurgy Merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan logam dan paduannya. Adapun tahapan kegiatan metallurgi adalah : |
|
Mining/Tambang
Author:Administrator
Rencana Pemasaran : 1. Jumlah, berkaitan dengan : kemampuan produksi dari tambang, kemampuan pengangkutan dari prasarana angkutan ke pelabuhan. 2. Mutu, berkaitan dengan : konsumen/jenis pemanfaatan seperti semen, PLTU, teknologi yang sanggup mengubah produk yang dihasilkan, produk tunggal, produk olahan, dll. 3. Jangka waktu, meliputi : kontrak jangka panjang (5 - 10 tahun), kontrak jangka menengah (2 - 4 tahun) dan kontrak jangka pendek (6 - 12 bulan). 4. Lokasi, berkaitan dengan : jarak, cara mengangkut dan sebaran, biaya angkutan. 5. Harga, meliputi : harga promosi, harga bersaing, harga jangka panjang, jangka pendek, harga berkaitan dengan laba, jadi harga harus lebih besar daripada biaya (biaya investasi + biaya operasi). 6. Pesaing dan kebersaingan 7. Peraturan yang berlaku |
Powered by AlphaContent 4.0.13 © 2005-2010 - All rights reserved
















